DETAIL KOLEKSI

Analisis variasi kadar nikel laterit melalui test pit dan re-sampling untuk penentuan standar deviasi dalam blending pt suria lintas gemilang


Oleh : I Putu Benayaka Hananduta

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Irfan Marwanza

Pembimbing 2 : Suliestyah

Kata Kunci : Keywords: Blending; laterite nickel; re-sampling; standard deviation; test pit.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_STT_073002200057_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_STT_073002200057_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_STT_073002200057_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_STT_073002200057_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_STT_073002200057_Lembar-Pengesahan.pdf 2
6. 2026_SK_STT_073002200057_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_STT_073002200057_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_STT_073002200057_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_STT_073002200057_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_STT_073002200057_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_STT_073002200057_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_STT_073002200057_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_STT_073002200057_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_STT_073002200057_Lampiran.pdf

P Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kadar nikel laterit antara hasil test pit sampling dan re-sampling stockpile, menentukan nilai standar deviasi sebagai parameter pengendalian variasi kadar pada proses blending, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab variasi kadar, serta menerapkan hasil analisis tersebut dalam simulasi blending di pt suria lintas gemilang. pengambilan sampel test pit dilakukan menggunakan metode bucket sampling, sedangkan sampling stockpile menggunakan metode grab sampling. kedua metode mengadaptasi prinsip penentuan lot, sublot, dan inkremen berdasarkan sni 3488:2024. data yang dianalisis terdiri atas 20 pasang sampel test pit dan stockpile yang meliputi kadar ni, fe, sio₂, mgo, al₂o₃, dan cr₂o₃ hasil analisis x-ray fluorescence (xrf), data koordinat titik sampel, serta tonase masing-masing stockpile. pengolahan data dilakukan menggunakan microsoft excel untuk menghitung rata-rata kadar, selisih kadar, standar deviasi (stdev.s), dan simulasi blending menggunakan metode weighted average (sumproduct). hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nikel rata-rata mengalami penurunan dari 1,428% ni pada test pit menjadi 1,377% ni pada stockpile, dengan rata-rata selisih sebesar 0,051% ni dan standar deviasi sebesar 0,026% ni. kadar sio₂ meningkat dari 38,641% menjadi 38,697%, yang menunjukkan adanya pencampuran material berkadar silika lebih tinggi selama proses penambangan dan penanganan material. variasi kadar dipengaruhi oleh over digging akibat kurang optimalnya pengawasan batas bijih, kondisi front penambangan yang sempit, curah hujan tinggi yang memengaruhi kondisi front, segregasi material selama pembentukan stockpile, serta keterbatasan metode grab sampling dalam merepresentasikan heterogenitas material. simulasi blending terhadap 20 stockpile dengan total tonase 10.460 ton menghasilkan kadar rata-rata sebesar 1,434% ni dengan coefficient of variation (cv) sebesar 1,89%. penelitian ini merekomendasikan nilai standar deviasi sebesar ±0,026% ni sebagai batas pengendalian variasi kadar (control limit) pada proses blending di pt suria lintas gemilang. nilai tersebut dapat digunakan sebagai acuan awal dalam pengendalian kualitas bijih untuk meminimalkan risiko produk off-spec, dengan evaluasi berkala sesuai perubahan kondisi geologi dan operasional penambangan.kata kunci: blending; nikel laterit; re-sampling; standar deviasi; test pit.

T This study aims to analyze the differences in laterite nickel grades between test pit sampling and stockpile re-sampling, determine the standard deviation as a parameter for controlling grade variation in the blending process, identify the factors causing grade variation, and apply the results of the standard deviation analysis to blending simulation at pt suria lintas gemilang.test pit sampling was conducted using the bucket sampling method, while stockpile sampling was carried out using the grab sampling method. both sampling methods adopted the principles of lot, sublot, and increment determination based on sni 3488:2024. the analyzed data consisted of 20 paired test pit and stockpile samples, including ni, fe, sio₂, mgo, al₂o₃, and cr₂o₃ grades obtained through x-ray fluorescence (xrf) analysis, sample coordinate data, and tonnage data for each stockpile. data were processed using microsoft excel to calculate the average grade, grade difference, standard deviation (stdev.s), and blending simulation using the weighted average method (sumproduct).the results showed that the average nickel grade decreased from 1.428% ni in the test pit samples to 1.377% ni in the stockpile samples, with an average grade difference of 0.051% ni and a standard deviation of 0.026% ni. meanwhile, the average sio₂ content increased from 38.641% to 38.697%, indicating the mixing of higher-silica material during mining and material handling. grade variation was influenced by over-digging due to inadequate ore boundary control, limited mining face conditions, high rainfall affecting the mining face, material segregation during stockpile formation, and the limitations of the grab sampling method in representing material heterogeneity. the blending simulation of 20 stockpiles with a total tonnage of 10,460 tonnes produced an average nickel grade of 1.434% ni with a coefficient of variation (cv) of 1.89%.this study recommends a standard deviation of ±0.026% ni as the grade variation control limit for the blending process at pt suria lintas gemilang. this value can serve as an initial reference for ore quality control to minimize the risk of off-spec products, with periodic evaluation in accordance with changes in geological conditions and mining operations.keywords: blending; laterite nickel; re-sampling; standard deviation; test pit.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?