DETAIL KOLEKSI

Analisis putusan mahkamah konstitusi nomor 195/phpu.bup-xxiii/2025 terkait diskualifikasi pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten kutai kartanegara


Oleh : Alya Nafisa Wiraputra

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Ali Rido

Kata Kunci : Regional Head Election; Constitutional Court Decision; Disqualification Of Candidate Pairs

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002100037_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002100037_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002100037_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002100037_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002100037_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002100037_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002100037_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002100037_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002100037_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002100037_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002100037_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002100037_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002100037_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002100037_Lampiran.pdf

P Putusan mahkamah konstiusi nomor 195/phpu.bup-xxiii/2025 menimbulkan persoalan yuridis terkait penerapan prinsip keutuhan pasangan calon sebagai satu kesatuan hukum, hal ini dikarnakan sanksi diskualifikasi yang hanya di jatuhkan kepada calon bupati secara individual bukan secara keseluruhan, penelitian ini mengangkat dua permasalahan, pertama apa pertimbangan mahkamah konstitusi yang hanya mendiskualidikasi calon bupati kutai kartanegara tanpa mendiskualifikasi pasangan secara keseluruhan, kedua, apakah putusan mahkamah konstitusi nomor 195/phpu.bup-xxiii/2025 sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan mahkamah konstitusi dapat dikatakan tepat dan adil. karna pemenuhan syarat pencalonan pada tahap pendaftaran masih bersifat individual dan prinsip keutuhan pasangan belum ada. namun jika dibandingan dengan putusan mahkamah konstitusi nomor 313 phpu.bup-xix/2021 dan putusan mahkamah konstitusi nomor 312 phpu.bup-xix/2021, putusan ini terkesan tidak konsisten. oleh karena itu, diperlukan perubahan terbatas terhadap undang-undang pemilihan kepala daerah mengenai diskualifikasi pasangan calon karna tidak menyebutkan pasal mengenai diskualifikasi pasangan calon secara individual (terpisah), serta evaluasi peran lembaga penyelenggara dan peradilan pemilihan umum guna menjamin kepastian dan konsistensi hukum pemilihan kepala daerah di masa mendatang.

C Constitutional court decesion number 195/phpu.bup-xxiii/2025 raises legal issues related to the application of the principle of the intergrity of the candidate pair as a legal entity, this is because the disqualification sanction is only imposed on the regent candidate individually, not as a whole, this study raises two issues, first, what is the consideration of the constitutional court in only disqualifying the kutai kartanegara regent candidate pair without disqualifying the candidate pair as a whole in accordance with legislation. the research with deductive conclusion drawing. the results of the study indicate that the consideration of the constitutional court can be considered appropriate and fair. because the fulfillment of nomination requirments at the registration stage is still individual and the principle of the integrity of the candidate pair is only formed after the dertermination by the general election commision. although this decision is correct when compered with constitutional court decision number 313/phpu.bup-xix/2021, this decision appears inconsistent. therefore, limited changes are needed to the regional head election law regarding the disqualification of the candidate pairs because it does not mention an article regarding the disqualification of candidate pairs individually (separetely), as well as an evaluation of the role of election organizing institutions and the general election courts to ensure certainty and consistency of regional head election law in the future

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?