Analisis perubhan kualitas cement bond berdasarkan data cbl-usit pada sumur km lapangan x
Penerbit : FTKE - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Suryo Prakoso
Pembimbing 2 : Arinda Ristawati
Kata Kunci : cement bond log, USIT, bond index, remedial cementing, squeeze cementing, zonal isolation
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_STP_071002200013_Halaman-Judul.pdf | 13 | |
| 2. | 2026_SK_STP_071002200013_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_STP_071002200013_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_STP_071002200013_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_STP_071002200013_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_STP_071002200013_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_STP_071002200013_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_STP_071002200013_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_STP_071002200013_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_STP_071002200013_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_STP_071002200013_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_STP_071002200013_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_STP_071002200013_Daftar-Pustaka.pdf | 4 | |
| 14. | 2026_SK_STP_071002200013_Lampiran.pdf | 1 |
|
O Operasi primary cementing merupakan tahapan penting dalam konstruksi sumur minyak dan gas bumi karena berperan menahan beban casing, melindungi rangkaian pipa dari korosi, sekaligus mengisolasi zona-zona produktif agar tidak terjadi perpindahan fluida antarlapisan. pada praktiknya, operasi ini tidak selalu menghasilkan ikatan semen yang memenuhi kriteria isolasi zona. kondisi seperti pembersihan lumpur yang tidak tuntas, casing yang tidak terpusat, kontaminasi bubur semen, maupun terbentuknya micro-annulus dapat menyebabkan ikatan antara semen dengan casing atau semen dengan formasi menjadi lemah, sehingga diperlukan evaluasi dan tindakan perbaikan berupa remedial squeeze cementing.data yang digunakan merupakan data sekunder berupa hasil perekaman log cbl-usit, laporan squeeze cementing, serta data pendukung sumur yang diperoleh dari arsip perusahaan. perhitungan bond index dilakukan dengan bentuk persamaan berbasis logaritma amplitudo, yang diturunkan dari definisi bond index sebagai rasio atenuasi terhadap atenuasi maksimum. bentuk ini dipilih karena log yang tersedia menyediakan pembacaan amplitudo beserta konstanta acuan free pipe dan good bond pada header, sementara kurva atenuasi tidak terekam secara langsung.penelitian ini menganalisis perubahan kualitas ikatan semen pada sumur km lapangan x berdasarkan data cement bond log (cbl) dan ultrasonic imager tool (usit). penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data log sebelum remedial mewakili kondisi setelah primary cementing dan data log sesudah remedial mewakili kondisi setelah squeeze cementing. analisis kuantitatif dilakukan melalui perhitungan bond index dengan membandingkan amplitudo cbl terhadap amplitudo free pipe sebesar 62 mv dan amplitudo good bond sebesar 4,25 mv yang tercantum pada header log. analisis kualitatif dilakukan melalui interpretasi citra acoustic impedance usit dengan berpedoman pada ambang batas impedansi semen sebesar 2,6 mrayl, cairan sebesar 1,48 mrayl, dan gas sebesar 0,3 mrayl. evaluasi difokuskan pada rentang kedalaman 1185 hingga 1230 mmd, dengan interval target remedial pada 1212 hingga 1214 mmd yang berimpit dengan oil-water contact di kedalaman 1212,5 mmd.hasil analisis sebelum remedial menunjukkan bahwa kondisi ikatan semen berada dalam kategori poor bond di hampir seluruh interval yang dievaluasi. nilai bond index berkisar antara 0,34 hingga 0,81 dengan amplitudo cbl terbaca antara 7 hingga 24,6 mv. hanya interval 1225 hingga 1230 mmd yang mendekati ambang isolasi dengan nilai 0,81, sedangkan interval lainnya berada di bawah 0,8. citra acoustic impedance memperlihatkan kondisi yang sejalan, ditandai kemunculan warna biru muda yang meluas pada beberapa sektor serta pola kuning dan biru muda yang bergantian secara azimutal sebagai indikasi channeling pada interval 1195 hingga 1205 mmd. penetapan interval 1212 hingga 1214 mmd sebagai target remedial didasarkan pada tiga pertimbangan, yaitu nilai bond index terendah sebesar 0,34, dominasi warna biru muda pada citra usit yang menandakan semen absen pada sektor tertentu, serta posisi interval yang menjembatani zona net pay dengan batas kontak minyak-air.setelah remedial squeeze cementing dilaksanakan, amplitudo cbl pada interval target turun dari 24,6 mv menjadi 5,7 mv, sehingga nilai bond index meningkat dari 0,34 menjadi 0,89. peningkatan ini menggeser klasifikasi ikatan semen dari poor bond menjadi good bond sekaligus melampaui ambang isolasi zona sebesar 0,8. interpretasi citra usit memperlihatkan perubahan yang searah, ditandai berkurangnya bagian berwarna biru muda serta dominasi warna kuning hingga cokelat gelap yang menunjukkan sebaran semen lebih merata di sekeliling casing. keselarasan antara hasil kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa operasi remedial squeeze cementing pada interval target berhasil memperbaiki kondisi ikatan semen dan membentuk isolasi zona yang memadai. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam perencanaan operasi serupa pada sumur lain di lapangan yang sama.
P Primary cementing is a critical stage in oil and gas well construction, as it supports the casing load, protects the pipe string from corrosion, and isolates productive zones to prevent fluid movement between formations. in practice, this operation does not always produce a cement bond that meets zonal isolation criteria. conditions such as incomplete mud removal, poor casing centralization, cement slurry contamination, and the formation of a micro-annulus can weaken the bond between cement and casing or between cement and formation, making evaluation and remedial squeeze cementing necessary.the data used in this study are secondary data consisting of cbl-usit log recordings, the squeeze cementing report, and supporting well data obtained from the company archive. the bond index was calculated using the amplitude-logarithm form of the equation, derived from the definition of bond index as the ratio of attenuation to maximum attenuation. this form was selected because the available log provides amplitude readings along with the free pipe and good bond reference constants in the header, whereas the attenuation curve was not directly recorded.this study analyzes changes in cement bond quality in well km, field x, based on cement bond log (cbl) and ultrasonic imager tool (usit) data. qualitative and quantitative methods were applied through a case study approach, in which the pre-remedial log data represent the post-primary cementing condition and the post-remedial log data represent the post-squeeze condition. quantitative analysis was carried out by calculating the bond index through comparison of cbl amplitude against a free pipe amplitude of 62 mv and a good bond amplitude of 4.25 mv as stated in the log header. qualitative analysis was performed by interpreting usit acoustic impedance images with reference to the impedance thresholds of 2.6 mrayl for cement, 1.48 mrayl for liquid, and 0.3 mrayl for gas. the evaluation focused on the depth range of 1185 to 1230 mmd, with the remedial target interval at 1212 to 1214 mmd, which coincides with the oil-water contact at 1212.5 mmd.the pre-remedial analysis shows that the cement bond fell into the poor bond category across nearly all evaluated intervals. bond index values ranged from 0.34 to 0.81, with cbl amplitudes read between 7 and 24.6 mv. only the 1225 to 1230 mmd interval approached the isolation threshold with a value of 0.81, while the remaining intervals fell below 0.8. the acoustic impedance images reveal a consistent condition, marked by the widespread appearance of light blue across several sectors and by an alternating azimuthal pattern of yellow and light blue indicating channeling in the 1195 to 1205 mmd interval. the selection of the 1212 to 1214 mmd interval as the remedial target was based on three considerations: the lowest bond index value of 0.34, the dominance of light blue in the usit image indicating the absence of cement in certain sectors, and the position of the interval bridging the net pay zone and the oil-water contact.following the remedial squeeze cementing operation, the cbl amplitude across the target interval decreased from 24.6 mv to 5.7 mv, raising the bond index from 0.34 to 0.89. this increase shifted the cement bond classification from poor bond to good bond and exceeded the 0.8 zonal isolation threshold. usit image interpretation reveals a corresponding change, marked by a reduction in light blue areas and the dominance of yellow to dark brown indicating a more uniform cement distribution around the casing. the agreement between the quantitative and qualitative results indicates that the remedial squeeze cementing operation across the target interval successfully improved the cement bond condition and established adequate zonal isolation. these findings are expected to serve as input for planning similar operations in other wells within the same field.