DETAIL KOLEKSI

Penjatuhan sanksi minimum khusus terhadap pelaku tindak pidana eksploitasi pekerja migran (studi putusan pn wates nomor 39/pid.sus/2024)


Oleh : An Nisaa Zahra Alya Nugraha

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Ermania Widjajanti

Kata Kunci : special criminal offense; minimum sanction; migrant workers

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200010_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002200010_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200010_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200010_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200010_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200010_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200010_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200010_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200010_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002200010_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002200010_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002200010_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002200010_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200010_Lampiran.pdf

P Perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang merendahkan harkat dan martabat manusia serta berkembang melalui modus eksploitasi pekerja migran secara nonprosedural. permasalahan dalampenelitian ini adalah apakah dasar penjatuhan pidana sanksi minimum khusus pada tindak pidana eksploitasi pekerja migran dalam putusan pengadilan negeri wates nomor 30/pid.sus/2024 dan apakah penjatuhan sanksi minimum khusus terhadap pelaku sudah sesuai dengan tujuan pemidanaan? penelitian ini menggunakan hukum normatif yang bersifat deskriptif, melalui studi kepustakaan terhadap hukum primer dan sekunder. data analisis kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian ini menunjukan bahwa majelis hakim menjatuhkan pidana berdasarkan pasal 4 juncto pasal10 undang – undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, setelah para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perekrutan, pengurusan keberangkatan, penggunaan dokumen tidak sah dan penyamaran tujuan keberangkatan. oleh karena itu, perbuatan tersebut berkualifikasi percobaan (poging) dan terdapat keadaan yang meringankan, pidana dijatuhi tepat pada batas minimum khusus. ditinjau dari tujuan pemidanaan, sanksi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan retribution dan general deterrence mengingat perbuatan bersifat serius, terencana dan melibatkan korban anak, namun masih dapat dibenarkan dari aspek reformation dan restraint karena paraterdakwa berstatus first offender dan masih dapat dibina.

H Human trafficking is a serious crime that degrades human dignity and thrives through the exploitation of migrant workers via irregular procedures. this study addresses two issues: the basis for imposing a \\\"special minimum\\\" criminal sanction for the crime of migrant worker exploitation in wates district court decision number 30/pid.sus/2024, and whether the imposition of this special minimum sanction aligns with the objectives of sentencing. the research employs a normative-descriptive legal approach, utilizing a literature review of primary and secondary legal sources. data analysis is qualitative, employing deductive reasoning to draw conclusions. the findings indicate that the panel of judges imposed the sentence based on article 4 in conjunction with article 10 of law number 21 of 2007 concerning the eradication of the crime of trafficking in persons, after the defendants were legally and convincingly proven to have engaged in recruitment, departure arrangements, the use of invalid documents, and the concealment of the intended destination. consequently, as the actions constituted an attempt (poging) and mitigating circumstances existed, the sentence was set exactly at the special minimum limit. viewed in light of sentencing objectives, the sanction does not fully reflect retribution or general deterrence given the serious, premeditated nature of the offense and the involvement of child victims yet it remains justifiable from the perspectives of reformation and restraint, as the defendants were first-time offenders capable of rehabilitation.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?