Sengketa tentang penetapan kawasan hutan di desa sukawangi, kabupaten bogor.
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Intan Nevia Cahyana
Kata Kunci : The State’s Right to Control, Determination of Forest Area, Access
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200482_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200482_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | ||
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200482_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200482_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | ||
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200482_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200482_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200482_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200482_Bab-1.pdf | 16 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200482_Bab-2.pdf | 28 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200482_Bab-3.pdf | 12 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200482_Bab-4.pdf | 20 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200482_Bab-5.pdf | 3 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200482_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200482_Lampiran.pdf | 2 |
|
P Penetapan kawasan hutan merupakan tindakan hukum pemerintah untuk menentukan status, batas, letak, dan luas suatu wilayah sebagai kawasan hutan. proses tersebut diatur dalam pasal 15 undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan jo. pasal 14 sampai dengan pasal 22 peraturan pemerintah nomor 23 tahun 2021. namun, dalam praktiknya, penetapan kawasan hutan dapat menimbulkan sengketa apabila proses pengukuhan kawasan hutan tidak dilakukan secara cermat, transparan, atau tidak melibatkan masyarakat yang terdampak, sebagaimana yang terjadi di desa sukawangi, kabupaten bogor. permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana mekanisme penetapan kawasan hutan ditinjau dari prinsip hak menguasai negara serta bagaimana penyelesaian sengketa kawasan hutan yang efektif dan berkeadilan dengan mempertimbangkan kebijakan perhutanan sosial. penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris yang bersifat deskriptif analitis. data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif dan induktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penetapan kawasan hutan di desa sukawangi belum sepenuhnya memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. oleh karena itu, upaya hukum dalam penyelesaian sengketa penetapan kawasan hutan di desa sukawangi sebaiknya dilakukan melalui kombinasi jalur nonlitigasi yang bersifat administratif, partisipatif, dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kebijakan perhutanan sosial.
T The designation of forest areas constitutes a legal action undertaken by the government to determine the status, boundaries, location, and extent of a particular territory as a forest area. this process is regulated under article 15 of law number 41 of 1999 concerning forestry, in conjunction with articles 14 to 22 of government regulation number 23 of 2021. however, in practice, the designation of forest areas may give rise to disputes when the forest area gazettement process is not carried out carefully and transparently or fails to involve the affected communities, as occurred in sukawangi village, bogor regency. the issues examined in this thesis concern the mechanism for the designation of forest areas from the perspective of the state’s right to control, as well as the effective and equitable resolution of forest area disputes by taking the social forestry policy into consideration. this research employs a descriptive-analytical empirical juridical method. the data were collected through literature studies and interviews and were subsequently analysed qualitatively, with conclusions drawn using deductive and inductive reasoning. the findings indicate that the implementation of the forest area designation in sukawangi village has not fully complied with the applicable laws and regulations. therefore, legal efforts to resolve disputes concerning the designation of forest areas in sukawangi village should be pursued through a combination of non-litigation mechanisms that are administrative, participatory, and sustainable, while taking the social forestry policy into consideration.