DETAIL KOLEKSI

Tindak pidana turut serta dalam penggunaan surat yang diduga palsu menurut pasal 263 ayat (1) kuhp jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 kuhp dalam putusan no. 873/pid.b/2023/pn smr


Oleh : Linggar M Hafidz

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Rini Purwaningsih

Subyek : Criminal justice, Administration of--Citizen participation

Kata Kunci : document forgery, criminal participation, Article 263 of the Indonesian Penal Code, Article 55 of th

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200454_Halaman-Judul.pdf 8
2. 2026_SK_SHK_010002200454_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200454_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200454_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200454_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200454_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200454_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200454_Bab-1.pdf 13
9. 2026_SK_SHK_010002200454_Bab-2.pdf 43
10. 2026_SK_SHK_010002200454_Bab-3.pdf 3
11. 2026_SK_SHK_010002200454_Bab-4.pdf 12
12. 2026_SK_SHK_010002200454_Bab-5.pdf 2
13. 2026_SK_SHK_010002200454_Daftar-Pustaka.pdf 3
14. 2026_SK_SHK_010002200454_Lampiran.pdf 56

P Penelitian ini membahas mengenai tindak pidana turut serta dalam penggunaan surat yang diduga palsu menurut pasal 263 ayat (2) kuhp jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 kuhp sebagaimana diterapkan dalam putusan nomor 873/pid.b/2023/pn smr. permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah pertimbangan dan putusan hakim telah sesuai dengan ketentuan pasal 263 ayat (2) kuhp jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 kuhp serta bagaimana kategori dan syarat turut serta (penyertaan) diterapkan dalam putusan tersebut. penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan sifat penelitian deskriptif, melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. data dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam putusan nomor 873/pid.b/2023/pn smr, hakim menyatakan terdakwa bersalah menggunakan surat yang diduga palsu tanpa pembuktian yang memadai terhadap unsur kesengajaan sebagaimana disyaratkan dalam pasal 263 ayat (2) kuhp. selain itu, penerapan pasal 55 ayat (1) ke-1 kuhp terkait penyertaan belum sepenuhnya mempertimbangkan kategori dan syarat turut serta menurut doktrin hukum pidana, khususnya mengenai adanya peran aktif dan kesengajaan bersama. oleh karena itu, pertimbangan hakim dalam putusan tersebut dinilai belum sepenuhnya selaras dengan ketentuan hukum pidana yang berlaku.

T This research discusses the criminal act of participating in the use of a letter suspected of being fake according to article 263 paragraph (2) of the criminal code in conjunction with article 55 paragraph (1) 1 of the criminal code as applied in decision number 873/pid.b/2023/pn smr. the problem examined in this research is whether the judge\\\'s considerations and decisions are in accordance with the provisions of article 263 paragraph (2) of the criminal code in conjunction with article 55 paragraph (1) 1 of the criminal code and how the categories and conditions for participation (inclusion) are applied in the decision. this research uses a normative legal research method with a descriptive research nature, through a literature review of primary, secondary, and tertiary legal materials. data are analyzed qualitatively with deductive conclusions. the results of the study show that in decision number 873/pid.b/2023/pn smr, the judge stated that the defendant committed a crime using a letter that was allegedly fake without sufficient evidence regarding the element of intent as required in article 263 paragraph (2) of the criminal code. in addition, the application of article 55 paragraph (1) point 1 of the criminal code regarding involvement has not fully considered the categories and conditions and according to criminal law doctrine, especially regarding the existence of an active role and joint intent. therefore, the judge\\\'s considerations in the decision are considered not to be fully in line with the provisions of applicable criminal law.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?