Pemilihan pendekatan keseimbangan lini dengan pendekatan RPW (ranked position weight) dan algoritma genetika berdasarkan performansi lini pada bagian assembly di PT. X
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Docki Saraswati
Pembimbing 2 : Dadang Surjasa
Subyek : Production control;Industrial management;Genetic algorithm
Kata Kunci : line balancing, Ranked Positional Weight (RPW) approach, genetic algorithm, line performance, assemb
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300102_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300102_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300102_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300102_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300102_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300102_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300102_Bab-5_Analisa-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300102_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06300102_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300102_Lampiran.pdf |
|
P Perkembangan teknologi yang semakin cepat dan dinamis akhir-akhir ini mengakibatkan timbulnya persaingan yang ketat khususnya dalam industri otomotif. Perusahaan-perusahaan sejenis berlomba untuk menarik minat konsumen dengan menghasilkan produk bukan hanya dari segi kualitas saja, tetapi juga melengkapi feature-feature ban', harga yang terjangkau, tersedia pada jumlah dan waktu yang tepat. PT. X adalah salah satu perusahaan perakitan otomotif nasional yang memproduksi mobil merek ISUZU PANTHER dimana PT. Pantja Motor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek. Oleh karenanya, untuk dapat bertahan dalam persaingan yang semalcin ketat, PT. X melalui semua departemennya mempunyai komitmen untuk dapat memuaskan pelanggannya, salah satu upaya yang dilakukan adalah pencapaian sistem kerja yang bail( Permasalahan yang terjadi pada PT. X adalah terjadinya ketidakseimbangan beban kerja pada stasiun kerja dalam proses perakitan mobil "Isuzu Panther", yaitu pada Lini Final 1, Lini Final 2 dan Off Line. Pada kondisi awal, Lini Final 1 menghasilkan efisiensi lini sebesar 68.13 % dengan total waktu menganggur sebesar 2651.48 detik. Pada Lini Final 2, menghasilkan efisiensi lini 68.48 % dengan total waktu menganggur sebesar 2686.27 detik. Kapasitas produksi per hari yang dihasilkan sebesar 43 unit / hari, yaitu belum mencapai target yang ditetapkan perusahaan sebesar 45 unit / hari. Pada Off Line menghasilkan efisiensi lini sebesar 58.35 % dengan total waktu menganggur sebesar 266.56 detik. Jumlah kesel operator pada Lini Final 1, Lini Final 2 dan Off Line adalah 27 operator. Untuk memperbaiki kondisi lini perakitan saat nu, pada awalnya semua elemen kerja pada Off Line dipindahkartke Lini Final 1 dan Lini Final 2. Kemudian dilakukan perancangan pembagian beban kerja dalam lini perakitan menggunakan metode RPW (Ranked Position Weight) dan Algoritma Genetika. Hasil perhitungan menunjukkan, perancangan lini perakitan dengan menggunakan metode RPW dan Algoritma Genetika menghasilkan performansi yang sama kecuali pada nilai Smoothness Index. Pada Lini Final 1 efisiensi lini yang dihasilkan sebesar 92.35 % dan total waktu menganggur sebesar 489.56 detik. Nilai smoothness Index pada metode RPW adalah 184.59 dan pada metode Algoritma Genetika adalah 176.88. Pada Lini Final 2 menghasilkan efisiensi lini sebesar 82.56 %, total waktu menganggur sebesar 1339.32 detik, serta menghasilkan kapasitas per hari sebesar 45 unit. Nilai smoothness Index pada metode RPW adalah 460.30 dan pada metode Algoritma Genetika adalah 456.91. Jumlah operator untuk Lini Final 1 dan Lini Final 2 adalah 22 operator. Berdasarkan performansi lini dan masing-masing metode, metode Algoritma Genetika dengan memanfaatkan software Evolver 4.0.6 membefikan Smoothness Index terbaik, sehingga menjadi pendekatan yang dipilih.
T The increasingly rapid and dynamic development of technology has led to intense competition, particularly within the automotive industry. Rival companies compete to attract consumer interest by offering products that excel not only in quality but also in terms of features, affordable pricing, and availability in the right quantities at the right time. PT. X is a national automotive assembly company that manufactures ISUZU PANTHER vehicles, with PT. Pantja Motor serving as the sole authorized distributor (brand holder). Consequently, in order to survive amidst this intensifying competition, PT. Company X, across all its departments, is committed to ensuring customer satisfaction; one of the efforts undertaken toward this goal is the establishment of an effective work system. A challenge faced by PT X is an imbalance in the workload across the workstations in the "Isuzu Panther" vehicle assembly process—specifically within Final Line 1, Final Line 2, and the Off-Line section. Initially, Final Line 1 operated with a line efficiency of 68.13% and a total idle time of 2,651.48 seconds. Final Line 2 operated with a line efficiency of 68.48% and a total idle time of 2,686.27 seconds. The resulting daily production capacity was 43 units, which fell short of the company’s target of 45 units per day. The Off-Line section operated with a line efficiency of 58.35% and a total idle time of 266.56 seconds. The total number of operators across Final Line 1, Final Line 2, and the Off-Line section was 27. To improve the current state of the assembly lines, all work elements from the Off-Line section were initially reassigned to Final Line 1 and Final Line 2. Subsequently, the workload distribution across the assembly lines was redesigned using the Ranked Positional Weight (RPW) method and a Genetic Algorithm. The calculations indicate that both the RPW method and the Genetic Algorithm yield similar performance, with the exception of the Smoothness Index. For Final Line 1, the resulting line efficiency is 92.35%, with a total idle time of 489.56 seconds. The Smoothness Index is 184.59 using the RPW method and 176.88 using the Genetic Algorithm. For Final Line 2, the resulting line efficiency is 82.56%, with a total idle time of... 1339.32 seconds, resulting in a daily capacity of 45 units. The Smoothness Index value is 460.30 for the RPW method and 456.91 for the Genetic Algorithm method. The total number of operators for Final Line 1 and Final Line 2 is 22. Based on the line performance and the respective methods, the Genetic Algorithm approach—utilizing the Evolver 4.0.6 software—yields the best Smoothness Index, making it the preferred approach.