DETAIL KOLEKSI

Analisa perbandingan emotional response, adttitude, dan purchase intention tvadvertising produk shampoo sunsilk dengan pantene


Oleh : Budiman

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Iveline Anne Marie

Subyek : Industrial management;Business proceess;Management system

Kata Kunci : emotional response, attitude, purchase intention, TV advertising, shampoo products, Sunsilk Pantene

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_STI_06300324_Halaman-Judul.pdf
2. 2004_TA_STI_06300324_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2004_TA_STI_06300324_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_STI_06300324_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2004_TA_STI_06300324_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2004_TA_STI_06300324_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2004_TA_STI_06300324_Bab-5_Analisa-dan-Usulan-Strategi-Iklan.pdf
8. 2004_TA_STI_06300324_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
9. 2004_TA_STI_06300323_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 2004_TA_STI_06300323_Daftar-Pustaka.pdf
11. 2004_TA_STI_06300323_Lampiran.pdf

S Seiring dengan persaingan bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk dapat menarik dan mempertahankan pelanggan. Dalam hal ini, perusahaan perlu berkomunikasi dengan pasar. Salah satu komunikasi pemasaran yang digunakan PT. Unilever Indonesia Tbk adalah periklanan di televisi. Meskipun persaingan yang terjadi dalam hal perawatan rambut semakin ketat namun kebutuhan akan shampoo tetap merupakan kebutuhan mendasar setiap orang. Untuk itulah maka, PT. Unilever Indonesia Tbk sebagai produsen Sunsilk berusaha untuk dapat memenangkan persaingan dengan Procter & Gamble yang memproduksi merek Pantene dalam mendapatkan konsumen. Karena besarnya anggaran yang diperlukan dalam pembuatan dan penayangan TV advertising dan persaingan yang terjadi maka di adakan penelitian untuk mengetahui apakah TV advertising produk Sunsilk yang dibuat mampu menghasilkan emotional response yaitu sympathy response dan empathy response sehingga berpengaruh secara signifikan terhadap ad attitude yang positif dan akhirnya membuat seseorang mempunyai purchase intention yang lebih baik dibandingkan dengan TV advertising Pantene. Pengumpulan data untuk penelitian dilakukan dengan wawancara langsung dengan manajer yang berwenang untuk memberikan data-data umum perusahaan, kuesioner yang di dalamnya terdapat pertanyaan mengenai brand awareness, TV advertising awareness, ARS, ARE, Ad Attitude, dan purchase intention, serta studi lapangan untuk mendapatkan data frekuensi penayangan iklan di televisi. Data-data yang diperoleh akan diolah untuk mengukur brand awareness, TV advertising awareness, serta frekuensi iklan melalui grafik batang dan tabel persentase. Selain itu, akan dilakukan pula statistik deskriptif, T-Test Paired Sample, Pearson Correlation Coefficient, Multiple Regression, dan Path Analysis untuk menguji ARS, ARE, Ad Attitude, dan purchase intention. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini bahwa TV advertising Sunsilk secara signifikan lebih dapat menarik sympathy response dibandingkan dengan TV advertising Pantene, TV advertising Sunsilk dan TV advertising Pantene menghasilkan empathy response yang sama, sympathy response dan empathy response sebagai emotional response yang dihasilkan TV advertising Pantene lebih berpengaruh secara signifikan terhadap ad attitude yang positif dibandingkan dengan TV advertising Sunsilk, serta ad attitude yang positif terhadap TV advertising Pantene lebih berpengaruh secara signifikan terhadap purchase intention dibandingkan dengan TV advertising Sunsilk. Diharapkan advertising yang dibuat di masa yang akan datang lebih mampu lagi dalam menghasilkan emotional response.

A Amidst increasingly fierce business competition, companies are compelled to attract and retain customers, necessitating effective communication with the market. One marketing communication strategy employed by PT Unilever Indonesia Tbk is television advertising. Despite the intensifying competition in the hair care sector, shampoo remains a fundamental necessity for consumers. Consequently, PT Unilever Indonesia Tbk—the manufacturer of Sunsilk—strives to outperform its rival, Procter & Gamble (maker of Pantene), in capturing market share. Given the substantial budgets required for TV advertising production and airtime, as well as the competitive landscape, this study aims to determine whether Sunsilk’s TV advertisements elicit emotional responses—specifically sympathy and empathy—that significantly influence positive ad attitudes and, ultimately, generate stronger purchase intentions compared to Pantene’s advertisements. Data collection involved direct interviews with authorized managers to obtain general company information; questionnaires covering brand awareness, TV advertising awareness, ARS (Ad-induced Sympathy Response), ARE (Ad-induced Empathy Response), ad attitude, and purchase intention; and field research to track advertisement broadcast frequencies. The collected data were processed to measure brand awareness, TV advertising awareness, and broadcast frequency using bar charts and percentage tables. Additionally, statistical analyses—including descriptive statistics, Paired Sample T-tests, Pearson Correlation Coefficients, Multiple Regression, and Path Analysis—were conducted to evaluate ARS, ARE, ad attitude, and purchase intention. The study concludes that Sunsilk’s TV advertisements are significantly more effective at eliciting sympathy responses than Pantene’s, while both brands generate comparable levels of empathy response. However, the emotional responses (sympathy and empathy) elicited by Pantene’s advertisements have a more significant impact on positive ad attitudes than those of Sunsilk; furthermore, positive ad attitudes toward Pantene’s advertisements exert a stronger influence on purchase intention compared to those toward Sunsilk’s advertisements. It is hoped that future advertising will be even more effective at eliciting an emotional response.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?