DETAIL KOLEKSI

Usulan strategi peningkatan ekuitas merek produk shampo sunsilk pada PT. Unilever Indonesia Tbk


Oleh : Sherly Effendi

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Pembimbing 2 : Dadang Surjasa

Subyek : Brand name products - Management

Kata Kunci : improvement strategy, equity, product, Sunsilk shampoo, PT. Unilever Indonesia Tbk

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06399181_Halaman-Judul.pdf
2. 2003_TA_STI_06399181_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2003_TA_STI_06399181_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06399181_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2003_TA_STI_06399181_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06399181_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06399181_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf
8. 2003_TA_STI_06399181_Bab-6_Usulan-Strategi-Peningkatan-Ekuitas-Merek.pdf
9. 2003_TA_STI_06399181_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 2003_TA_STI_06399181_Daftar-Pustaka.pdf
11. 2003_TA_STI_06399181_Lampiran.pdf

F Fenomena persaingan yang ada dalam era globalisasi sekarang ini semakin lama semakin ketat. Keadaan ini menyebabkan diperlukannya suatu identifikasi yang berfungsi untuk membedakan suatu produk yang ditawarkan dengan produk pesaingnya dan salah sate cara untuk mencapainya adalah melalui merek. PT. Unilever Indonesia, Tbk sebagai suatu perusahaan multinasional menyadari bahwa untuk tetap mampu bersaing, merebut dan menguasai pasar diperlukan suatu merek yang kuat. Karena itu, kekuatan merek atau ekuitas merek sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Penelitian ekuitas merek shampo Sunsilk dilakukan dengan melakukan perhitungan — perhitungan statistik dimana data yang diperoleh berasal dari kuesioner yang disebarkan di lima wilayah DKI Jakarta meliputi wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa Sunsilk menduduki tempat terbaik pada brand awareness yaitu sebagai peringkat pertama pada top of mind, peringkat keempat pada brand recall dan peringkat pertama pada brand recognition dimana hampir seluruh responden yaitu 99% mengetahui shampo merek Sunsilk dan sumber informasi yang paling mempengaruhi responden dalam mengetahui keberadaan merek Sunsilk adalah dari ildan di TV yaitu sebesar 97%. Didalam membeli dan memilih shampo, urutan atribut — atribut yarg dipertimbangkan oleh responden adalah manfaat yang dirasakan setelah mengkonsumsi, aman untuk rambut dan kulit kepala, kemudahan dalam mendapatkan produk, komposisi atau kandungan dari produk shampo, bau dari produk shampo, harga, promosi dan yang paling tidak dipentingkan adalah merek yang terkenal. Asosiasi yang membentuk brand image dari Sunsilk adalah merek yang terkenal dan kemudahan dalam memperoleh produk sedangkan dalam hal kesan kualitas yang dimiliki, Sunsilk lebih unggul dibandingkan para pesaingnya disemua atribut kecuali pada atribut bau yang dimiliki. Untuk loyalitas merek Sunsilk sudah cukup bagus karena Sunsilk terpilih sebagai merek yang paling sering dibeli ( 52% ) dan jumlah pelanggan yang sering berganti — ganti merek / switcher hanya sebanyak 10%, pelanggan yang membeli karena kebiasaan / habitual buyer sebanyak 31%, sedangkan pelanggan yang merasa puas dalam mengkonsumsi Sunsilk / satisfied buyer dan pelanggan yang benar — benar menyukai merek Sunsilk / liking the brand masing — masing sebesar 54% tetapi pada pelanggan yang setia / committed buyer harus diperbaiki oleh Sunsilk karena Sunsilk hanya mempunvai pembeli yang komit sebesar 25%. Dari hasil pengolahan data dan analisa maka diberikan beberapa alternatif usulan strategi untuk dapat meningkatkan ekuitas merek Sunsilk yaitu strategi merek meliputi perluasan lini dan perluasan merek, memposisikan ulang merek, revitalisasi merek, strategi produk yaitu memperbaiki kualitas shampo Sunsilk dan melakukan strategi strategi promosi seperti membuat acara televisi sendiri, memperbaiki kualitas iklan, menjadi sponsor kegiatan — kegiatan konsumen yang menjadi target market dan membuat undian berhadiah.

T The phenomenon of competition in the current era of globalization is getting tighter. This situation causes the need for an identification that functions to differentiate a product offered from its competitors' products and one way to achieve this is through branding. PT. Unilever Indonesia, Tbk as a multinational company realizes that to remain competitive, capture and dominate the market requires a strong brand. Therefore, brand strength or brand equity is very necessary to be able to increase company profitability. The research on Sunsilk shampoo brand equity was conducted by conducting statistical calculations where the data obtained came from questionnaires distributed in five areas of DKI Jakarta including West Jakarta, East Jakarta, Central Jakarta, North Jakarta and South Jakarta. Based on the results of data processing, it is known that Sunsilk occupies the best place in brand awareness, namely as the first rank in top of mind, fourth rank in brand recall and first rank in brand recognition where almost all respondents, namely 99%, know the Sunsilk brand shampoo and the source of information that most influences respondents in knowing the existence of the Sunsilk brand is from advertisements on TV, namely 97%. In purchasing and selecting shampoo, the order of attributes considered by respondents are the benefits felt after consuming, safe for hair and scalp, ease of obtaining the product, composition or content of the shampoo product, the smell of the shampoo product, price, promotion and the least important is the well-known brand. The association that forms the brand image of Sunsilk is a well-known brand and ease of obtaining the product while in terms of the impression of quality, Sunsilk is superior to its competitors in all attributes except the smell attribute. For brand loyalty, Sunsilk is quite good because Sunsilk was chosen as the most frequently purchased brand (52%) and the number of customers who often change brands / switchers is only 10%, customers who buy because of habit / habitual buyers are 31%, while customers who feel satisfied in consuming Sunsilk / satisfied buyers and customers who really like the Sunsilk brand / liking the brand are each 54% but loyal customers / committed buyers must be improved by Sunsilk because Sunsilk only has committed buyers of 25%. From the results of data processing and analysis, several alternative strategy proposals are provided to increase Sunsilk brand equity, namely brand strategies including line expansion and brand expansion, brand repositioning, brand revitalization, product strategies namely improving the quality of Sunsilk shampoo and carrying out promotional strategies such as making their own television shows, improving the quality of advertisements, sponsoring consumer activities that are the target market and holding prize draws.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?