DETAIL KOLEKSI

Pengibaran bendera simbol fiksi berdasarkanundang-undang no. 24 tahun 2009 tentang bendera,bahasa, dan lambang negara serta lagukebangsaan dan perspektifhak asasi manusia


Oleh : Hilal Zaid Ash Shidiq

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Reni Dwi Purnomowati

Kata Kunci : Flags, Fictional Symbols, National Emblems, Human Rights.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200049_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002200049_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200049_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200049_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200049_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200049_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200049_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200049_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200049_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002200049_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002200049_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002200049_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002200049_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200049_Lampiran.pdf

F Fenomena pengibaran bendera simbol fiksi serial anime dan manga jepang one piece pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan republik indonesia ke-80 menimbulkan perdebatan mengenai kesesuaiannya dengan undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) apakah pengibaran bendera simbol fiksi bertentangan dengan ketentuan undang-undang nomor 24 tahun 2009? (2) bagaimana tindakan hukum terhadap kebebasan berekspresi terkait pengibaran bendera simbol fiksi menurut perspektif hak asasi manusia?penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deduktif menggunakan penafsiran gramatikal dan penafsiran sistematis. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penafsiran gramatikal, pengibaran bendera simbol fiksi tidak secara tegas dilarang dalam undang-undang nomor 24 tahun 2009 sehingga tidak serta-merta merupakan pelanggaran pasal 24. namun, berdasarkan penafsiran sistematis, pengibaran bendera simbol fiksi sebagai pengganti bendera negara pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan republik indonesia berpotensi bertentangan dengan kewajiban penghormatan terhadap bendera negara. dari perspektif hak asasi manusia, kebebasan berekspresi dapat dibatasi berdasarkan undang-undang sepanjang dilakukan secara sah, proporsional, dan untuk melindungi kepentingan umum.

T The phenomenon of displaying the fictional symbol flag from the japanese anime and manga series *one piece* during the commemoration of the 80th anniversary of the independence of the republic of indonesia has sparked debate regarding its conformity with law number 24 of 2009 concerning the national flag, language, state emblem, and national anthem. the issues addressed in this study are: (1) whether the display of a fictional symbol flag is contrary to the provisions of law number 24 of 2009; and (2) how legal measures concerning the freedom of expression related to the display of a fictional symbol flag should be viewed from a human rights perspective. this research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. legal materials were collected through library research and analyzed deductively using grammatical and systematic interpretation. the findings indicate that, based on grammatical interpretation, the display of a fictional symbol flag is not expressly prohibited under law number 24 of 2009 and therefore does not automatically constitute a violation of article 24. however, based on systematic interpretation, displaying a fictional symbol flag as a substitute for the national flag during the commemoration of the independence day of the republic of indonesia has the potential to conflict with the legal obligation to respect the national flag. from a human rights perspective, freedom of expression may be subject to limitations prescribed by law, provided that such limitations are lawful, proportionate, and intended to protect the public interest.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?