DETAIL KOLEKSI

Persepsi pengunjung terhadap aktivitas pedagang kaki lima sebagai unsur pembentuk people-friendly public space di taman fatahillah, kota tua jakarta.


Oleh : Nyiayu Safira Ramadhani

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Lucia Helly Purwaningsih

Pembimbing 2 : Agus Saladin

Subyek : Public spaces

Kata Kunci : heritage public space, street vendors, visitor perception, public space comfort, Taman Fatahillah

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SAR_052001900082_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SAR_052001900082_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SAR_052001900082_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SAR_052001900082_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SAR_052001900082_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SAR_052001900082_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SAR_052001900082_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SAR_052001900082_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SAR_052001900082_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SAR_052001900082_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SAR_052001900082_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SAR_052001900082_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SAR_052001900082_Daftar-Pustaka.pdf 2
14. 2026_SK_SAR_052001900082_Lampiran.pdf 16

R Ruang publik bersejarah memiliki peran penting sebagai wadah interaksi sosial, aktivitas budaya, dan rekreasi, sekaligus sebagai representasi identitas dan nilai sejarah kota. taman fatahillah di kawasan kota tua jakarta merupakan salah satu ruang publik heritage yang memiliki intensitas aktivitas tinggi, termasuk keberadaan pedagang kaki lima (pkl) sebagai bagian dari aktivitas ekonomi informal. keberadaan pkl di ruang publik heritage kerap memunculkan perdebatan karena di satu sisi dapat meningkatkan vitalitas ruang dan kemudahan aktivitas pengunjung, namun di sisi lain berpotensi memengaruhi kenyamanan serta kualitas visual kawasan.penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung terhadap keberadaan dan aktivitas pedagang kaki lima (pkl) serta hubungannya dengan tingkat kenyamanan ruang publik di taman fatahillah sebagai ruang publik bersejarah. penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. data dikumpulkan melalui kuesioner skala likert yang disebarkan kepada 150 responden pengunjung taman fatahillah. variabel penelitian terdiri atas persepsi pengunjung terhadap aktivitas pkl sebagai variabel independen (x) dan kenyamanan ruang publik sebagai variabel dependen (y), yang mencakup aspek kenyamanan fisik, visual, sosial, serta pengalaman berkunjung.analisis data dilakukan secara deskriptif dan korelasional menggunakan korelasi pearson product moment. hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengunjung terhadap aktivitas pkl secara umum berada pada kategori netral hingga cukup nyaman, yang mengindikasikan adanya penerimaan sekaligus kewaspadaan terhadap dampak aktivitas pkl. hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dengan tingkat keeratan sedang antara persepsi pengunjung terhadap aktivitas pkl dan tingkat kenyamanan ruang publik. temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan dan aktivitas pkl, sebagaimana dipersepsikan oleh pengunjung, tidak secara dominan menurunkan kenyamanan ruang publik heritage, namun kontribusinya terhadap kenyamanan bersifat kondisional dan dipengaruhi oleh aspek penataan, kepadatan, serta keteraturan visual kawasan.hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan dan penataan aktivitas pkl yang terintegrasi dengan karakter spasial dan visual ruang publik heritage, agar keseimbangan antara pelestarian nilai sejarah, aktivitas ekonomi informal, dan kenyamanan pengunjung dapat tetap terjaga.

H Historic public spaces play an important role as venues for social interaction, cultural activities, and recreation, while also representing a city’s identity and historical values. taman fatahillah, located in the kota tua (old town) area of jakarta, is one of the heritage public spaces with a high intensity of activities, including the presence of street vendors (pedagang kaki lima/pkl) as part of the informal economic sector. the presence of street vendors in heritage public spaces often generates debate, as on the one hand it can enhance spatial vitality and visitor convenience, while on the other hand it may affect comfort levels and the visual quality of the area.this study aims to analyze visitors’ perceptions of the presence and activities of street vendors and their relationship to the level of public space comfort at taman fatahillah as a historic public space. the research adopts a quantitative approach using a survey method. data were collected through likert-scale questionnaires distributed to 150 visitors to taman fatahillah. the research variables consist of visitors’ perceptions of street vendor activities as the independent variable (x) and public space comfort as the dependent variable (y), which includes aspects of physical, visual, and social comfort, as well as the overall visiting experience.data analysis was conducted using descriptive and correlational methods, employing the pearson product moment correlation. the results indicate that visitors’ perceptions of street vendor activities generally fall within the neutral to moderately comfortable category, suggesting both acceptance and caution regarding the impacts of street vendor activities. the correlation analysis reveals a positive relationship with a moderate level of strength between visitors’ perceptions of street vendor activities and the level of public space comfort. these findings suggest that the presence and activities of street vendors, as perceived by visitors, do not dominantly reduce the comfort of heritage public spaces; rather, their contribution to comfort is conditional and influenced by aspects of spatial arrangement, density, and visual orderliness.the results of this study emphasize the importance of managing and organizing street vendor activities in an integrated manner with the spatial and visual characteristics of heritage public spaces, in order to maintain a balance between the preservation of historical values, informal economic activities, and visitor comfort.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?