Perbandingan pengaturan penyalahgunaan posisi dominan dalam industri teknologi informasi di indonesia dan prancis
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Anna Maria Tri Anggraini
Kata Kunci : Abuse of Dominant Position, Competition Law, Information Technology
Status Posting : Published
Status : Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2025_SK_SHK_010002100144_Halaman-Judul.pdf | ||
2. | 2025_SK_SHK_010002100144_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
3. | 2025_SK_SHK_010002100144_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
4. | 2025_SK_SHK_010002100144_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
5. | 2025_SK_SHK_010002100144_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
6. | 2025_SK_SHK_010002100144_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
7. | 2025_SK_SHK_010002100144_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
8. | 2025_SK_SHK_010002100144_Bab-1.pdf | 23 | |
9. | 2025_SK_SHK_010002100144_Bab-2.pdf | 35 |
|
10. | 2025_SK_SHK_010002100144_Bab-3.pdf |
|
|
11. | 2025_SK_SHK_010002100144_Bab-4.pdf |
|
|
12. | 2025_SK_SHK_010002100144_Bab-5.pdf | ||
13. | 2025_SK_SHK_010002100144_Daftar-Pustaka.pdf | ||
14. | 2025_SK_SHK_010002100144_Lampiran.pdf |
|
E E) dalam hukum persaingan usaha, memiliki posisi dominan bukanlah suatu pelanggaran, namun penyalahgunaannya dapat menimbulkan praktik anti-persaingan yang merugikan konsumen dan pesaing. penelitian ini bertujuan untuk membandingkan implikasi pengaturan hukum serta penerapan hukum dalam menangani penyalahgunaan posisi dominan di sektor teknologi informasi antara indonesia dan prancis. penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode perbandingan, melalui studi terhadap regulasi nasional, praktik penegakan hukum, serta analisis dua studi kasus—putusan kppu no. 10/kppu-i/2016 terhadap pt telkom indonesia dan putusan fca no. 23-d-14/2023 terhadap sony interactive entertainment. hasil penelitian menunjukkan bahwa indonesia dan prancis sama-sama menganut sistem hukum civil law, namun memiliki perbedaan dalam penerapan prinsip dan pendekatan terhadap penyalahgunaan posisi dominan. indonesia cenderung menggunakan pendekatan rule of reason, sedangkan prancis menggunakan pendekatan by effect berdasarkan perkembangan hukum persaingan uni eropa yang prinsipnya selaras dengan rule of reason. dari sisi penegakan hukum, kppu di indonesia memiliki beberapa pantangan yang membatasi kewenangan penegakan hukumnya seperti pasal 50 dan 51. selain itu supremasi hukum di kppu masih cenderung bersifat kaku dan prosedural, sedangkan autorité de la concurrence (fca) di prancis tidak memiliki pantangan seperti ini dan supremasi dari kelembagaannya bersifat lebih fleksibel dengan memperhatikan analisa ekonomi pasar yang riil. perbandingan ini menunjukkan bahwa sistem hukum persaingan usaha prancis, khususnya dalam sektor digital dan teknologi informasi, dapat menjadi rujukan reformasi hukum di indonesia, terutama dalam aspek perlindungan terhadap inovasi, dan penguatan koordinasi antar-lembaga.
I In competition law, having a dominant position is not a violation, but its abuse can lead to anti-competitive practices that harm consumers and competitors. this study aims to compare the implications of legal regulations and law enforcement in dealing with the abuse of dominant positions in the information technology sector between indonesia and france. this study employs a normative legal approach using a comparative method, through an analysis of national regulations, enforcement practices, and two case studies—the kppu decision no. 10/kppu-i/2016 regarding pt telkom indonesia and the fca decision no. 23-d-14/2023 regarding sony interactive entertainment. the results of the study show that indonesia and france both adhere to the civil law system, but there are differences in the application of principles and approaches to the abuse of dominant positions. indonesia tends to use the rule of reason approach, while france uses the by effect approach based on the development of eu competition law, whose principles are in line with the rule of reason. in terms of law enforcement, the kppu in indonesia has several restrictions that limit its enforcement authority, such as articles 50 and 51. additionally, the supremacy of the law at the kppu remains rigid and procedural, whereas the autorité de la concurrence (fca) in france does not have such restrictions, and its institutional supremacy is more flexible, taking into account real-world market economic analysis. this comparison shows that france\\\'s competition law system, particularly in the digital and information technology sectors, can serve as a reference for legal reform in indonesia, especially in terms of protecting innovation and strengthening inter-agency coordination.