DETAIL KOLEKSI

Evaluasi kinerja keuangan perusahaan sektor rokok dengan menggunakan metode economic value added (EVA) dan beberapa metode lainnya


Oleh : Pramudhya Kurnia Wijaya

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Dadan Umar Daihani

Pembimbing 2 : Rizal Silalahi

Subyek : Industrial management;Business proceess;Management system

Kata Kunci : financial performance, cigarette sector companies, Economic Value Added (EVA) method

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_STI_06398095_Halaman-Judul.pdf
2. 2004_TA_STI_06398095_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2004_TA_STI_06398095_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_STI_06398095_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2004_TA_STI_06398095_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2004_TA_STI_06398095_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2004_TA_STI_06398095_Bab-5_Analisa.pdf
8. 2004_TA_STI_06398095_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
9. 2004_TA_STI_06398095_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2004_TA_STI_06398095_Lampiran.pdf

D Dalam dunia bisnis dan investasi, penilaian kinerja dart suatu perusahaan adalah sangat penting, dimana salah satu tujuan pembentukkan perusahaan yang utama adalah memperoleh keuntungan yang maksimal dan kegiatan yang dilakukannya. Dalam melakukan kegiatannya perusahaan memerlukan modal yang dapat diperoleh baik melalui pinjaman dana maupun dengan mempergunakan dana milik investor. Untuk mendapatkan kelanjutan dart perolehan dana tersebut maka perusahaan hams mengetahui data-data guna mengevaluasi apakah kinerja yang dilakukan menghasilkan atau tidak. Permasalahan kemudian muncul ketika investor selaku pemilik dana, perlu mengetahui berapa besar keuntungan yang harus diberikan perusahaan dart kinerjanya. Hal inilah akan dicoba dijawab dengan melakukan perbandingan antara pengukuran kinerja seperti yang sudah ada dan dengan mempergunakan metode Economic Value Added ( EVA) yang memasukkan unsur biaya modal dalam penilaian kinerja perusahaan, tidak hanya melihat pada laba yang dihasilkan perusahaan. Masyarakat sendiri sebagai sumber dana, dan sebagai pihak yang memiliki kelebihan dana, ingin menanamkan modal yang dimiliki, dimana salah satunya dengan masuk ke dalam pasar modal, seperti Bursa Efek Jakarta. Dalam pasar modal ini terdapat berbagai jenis perusahaan dart berbagai lapangan pekerjaan. Salah satu sektor yang menjadi tempat masyrakat ingin untuk menanamkan modalnya adalah sektor rokok, dimana sektor ini juga lebih mudah untuk diteliti, karena anggota sektor ini di pasar modal terdiri dan empat perusahaan, selain itu sektor ini juga cukup tahan banting, dimana minat masyarakat untuk berinvestasi pada sektor ini dari wak:tu ke waktu tidak pernah surut , dibandingkan dengan sektor lain yang beranggotakan banyak perusahaan, dan banyak terdapat saham yang tidak aktif. Hal ini yang mendorong penulis melakukan penelitian pada sektor rokok. Dart hasil pengamatan pada sektor rokok dan dengan mengaitkannya dengan indikator-indikator ekonomi maka didapatkan bahwa walaupun perusahaan-perusahaan pada sek-tor rokok mencatatkan keuntungan pada laporan keuangannya namun menghasilkan EVA negatif, namun EVA lebih berguna untuk investor besar dan jangka pendek, bila investor yang mengejar keuntungan dari pergerakan nilai saham menggunakan EVA menjadi kurang berguna karena hubungan antara harga saham dengan EVA hanya lemah walaupun positif. Faktor yang menentukan dalam EVA perusahaan adalah struktur modal yang dipilih perusahaan dalam pendanaan, dimana perusahaan harus cermat terhadap kecenderungan biaya modal sendiri, untuk mendapatkan biaya modal yang minimum. Dengan melihat hal tersebut penulis memberikan saran yang dapat dilakukan kepada perusahaan yang akan menggunakan EVA dan juga saran kepada masyarakat selaku pemilik modal, bagaimana menggunakan EVA dalam menilai kinerja perusahaan tujuan investasi, dimana disarankan EVA hanya sebagai metode tambahan untuk semakin memperoleh data yang akurat bagi pemilik modal untuk menginvestasikan modalnya kepada penisahaan tertentu.

I In the business and investment world, evaluating a company's performance is crucial, given that a primary objective of establishing a company is to maximize profits from its operations. To conduct these operations, companies require capital, which can be obtained through loans or by utilizing funds from investors. To ensure the continued availability of such funds, companies must analyze data to evaluate whether their performance is actually generating value. A challenge arises when investors—as the providers of capital—need to determine the appropriate level of profit the company should yield based on its performance. This study addresses that issue by comparing existing performance metrics with the Economic Value Added (EVA) method; unlike traditional measures that focus solely on generated profit, EVA incorporates the cost of capital into the performance assessment. The public, acting as a source of capital and possessing surplus funds, seeks investment opportunities—such as the capital market (e.g., the Jakarta Stock Exchange). The capital market hosts a wide variety of companies across diverse industries. The cigarette industry is a particularly attractive sector for investment; it is relatively easy to analyze because it comprises only four listed companies and demonstrates significant resilience, with sustained public interest over time—unlike other sectors characterized by numerous companies and a prevalence of inactive stocks. These factors motivated the author to conduct research on the cigarette sector. Observations of the cigarette sector, when correlated with economic indicators, reveal that although these companies report profits in their financial statements, they generate negative EVA. However, EVA proves more useful for large-scale and short-term investors; for investors seeking gains from stock price fluctuations, EVA is less effective, as the relationship between stock price and EVA—while positive—is weak. A key determinant of a company's EVA is the capital structure chosen for financing; the company must carefully consider trends in the cost of equity to achieve the minimum overall cost of capital. Based on this, the author offers recommendations for companies intending to utilize EVA, as well as advice for the public—as capital providers—on how to use EVA to evaluate the performance of potential investment targets. It is suggested that EVA serve merely as a supplementary method to provide capital providers with more accurate data when deciding whether to invest in a specific company.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?