Usulan penerapan setting optimum mesin injeksi JSW-N 100BS menggunakan metode respon permukaan dalam proses produksi gantungan pakaian tipe 003 di PT. Millennium Tetap Jaya
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto
Pembimbing 2 : Dadang Surjasa
Subyek : Machinery - Maintenance and repair;Product - Quality control;Materials handling;Industrial engineering
Kata Kunci : setting optimum, mesin injeksi, JSW-N 100BS, metode respon permukaan, proses produksi, gantungan pak
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300202_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300202_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300202_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300202_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300202_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300202_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300202_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300202_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06300202_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300202_Lampiran.pdf |
|
P PT. Milenium Tetap Jaya merupakan perusahaan yang memproduksi produk-produk plastik dengan cara injeksi baik untuk perusahaan sendiri ataupun untuk para pelanggan subkontraknya. Semakin ketatnya persaingan dewasa ini, kualitas menjadi penting bukan hanya bagi pelanggan tapi juga bagi PT. Milenium Tetap Jaya agar dapat tampil kompetitif dan memiliki profitabilitas tinggi. Produk gantungan pakaian tipe 003 adalah produk yang menjadi pusat penelitian karena menimbulkan kerugian terbesar bagi perusahaan. Standar inspeksi produk ini adalah dari dua sisi, yaitu _atribut (cacat visual) dan variabel (penyimpangan berat). Dad. hasil perhitungan diketahui bahwa nilai proporsi cacat dari sisi atribut sebesar 9.096% dan kapabilitas proses dari sisi variabel adalah Cp — 0.645, Cpk = 0.626 dan Cpm = 0.642. Berdasarkan batasan dan pertimbangan yang ada maka penelitian dipersempit pada sisi variabel. Setelah diteliti lebih lanjut, diketahui bahwa penyimpangan berat yang terjadi lebih disebabkan karena setting mesin yang kurang tepat. Setting mesin yang dijalankan selama ini masih dilaksanakan dengan berdasarkan pengalaman dan trial and error. Oleh sebab itu, dilakukan percobaan menggunakan metode respon permukaan agar dapat diberikan usulan setting mesin yang optimum. Dengan cara ini diharapkan di masa datang perusahaan tidak lagi menggunakan cara trial and error dalam hal setting mesin untuk memperoleh berat produk yang sesuai dengan standar yang ditentukan. Dan hasil pengolahan data pada tahapan screening factors menggunakan metode perancangan percobaan fraksional setengah yang telah dilakukan dapat diketahui ada dua faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap berat sebagai variabel respon. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor B (Temperature) dan faktor D (Injection Pressure). Karena masih jauh dari optimum maka digunakan metode Steepest Ascent. Setelah daerah percobaan berada didaerah optimum dan teridentifikasi adanya kelengkungan kurva maka digunakan Central Composite Design. Dan setting mesin optimum yang dapat diusulkan adalah faktor A (Screw Speed) dengan nilai level 4 (satuan cm/detik), faktor B (Temperature) dengan nilai level 171 (satuan °C), faktor C (Injection Time) dengan nilai level 15 (satuan detik), faktor D (Injection Pressure) dengan nilai level 1500 (satuan kgf/cm3), dan faktor E (Booster Pressure) dengan nilai level 1700 (kgfcm3). Setting optimum baru tersebut kemudian diimplementasi dan diperoleh kapabilitas proses sebesar Cp = 1.5235, Cpk = 1.4537 dan Cpm = 1.5703 yang menunjukkan terjadinya peningkatan kualitas produk.
P PT. Milenium Tetap Jaya is a company that manufactures plastic products via injection molding, serving both its own needs and those of subcontracting clients. Amidst increasingly fierce competition, quality has become crucial—not only for customers but also for PT. Milenium Tetap Jaya to maintain competitiveness and high profitability. The Type 003 clothes hanger was selected as the focus of this study because it incurred the highest losses for the company. Inspection standards for this product cover two aspects: attributes (visual defects) and variables (weight deviation). Calculations revealed a defect proportion of 9.096% for attributes, while process capability indices for variables were Cp = 0.645, Cpk = 0.626, and Cpm = 0.642. Based on existing constraints and considerations, the study focused specifically on the variable aspect. Further analysis indicated that weight deviations were primarily caused by improper machine settings; historically, settings were determined based on experience and trial-and-error methods. Consequently, experiments using the Response Surface Method were conducted to propose optimal machine settings. This approach aims to eliminate the need for trial-and-error in machine setup, ensuring future production consistently meets specified weight standards. Data analysis during the factor screening stage—utilizing a fractional factorial design (half-fraction)—identified two factors with a significant impact on weight (the response variable): Factor B (Temperature) and Factor D (Injection Pressure). As the initial results were far from optimal, the Method of Steepest Ascent was employed. Once the experimental region approached the optimum and curvature was detected, a Central Composite Design was utilized. The proposed optimal machine settings are: Factor A (Screw Speed) at level 4 (cm/s), Factor B (Temperature) at level 171 (°C), Factor C (Injection Time) at level 15 (seconds), Factor D (Injection Pressure) at level 1500 (kgf/cm³), and Factor E (Booster Pressure) at level 1700 (kgf/cm³). Upon implementing these new optimal settings, process capability values ​​of Cp = 1.5235, Cpk = 1.4537, and Cpm = 1.5703 were achieved, indicating an improvement in product quality.