Minimasi makespan pada penjadwalan statics flow-shop dengan pendekatan algoritma stinson-smith di PT. Kraft Nabisco Foods
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Pembimbing 1 : Docki Saraswati
Pembimbing 2 : Andre Mulpyana
Subyek : Production scheduling;Industrial Management;Manufacturing resource planning
Kata Kunci : makespan, scheduling, static flow-shop, Stinson-Smith algorithm approach, PT Kraft Nabisco Foods
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2003_TA_STI_06399066_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2003_TA_STI_06399066_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2003_TA_STI_06399066_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2003_TA_STI_06399066_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2003_TA_STI_06399066_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2003_TA_STI_06399066_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2003_TA_STI_06399066_Bab-5_Pembuatan-Model-dan-Perancangan-Program-Penjadwalan-Algoritma-Stinson-Smith.pdf |
|
|
| 8. | 2003_TA_STI_06399066_Bab-6_Implementasi-dan-Analisa.pdf |
|
|
| 9. | 2003_TA_STI_06399066_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2003_TA_STI_06399066_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2003_TA_STI_06399066_Lampiran.pdf |
|
P PT. KRAFT NABISCO FOODS merupakan salah sate perusahaan yang bergerak dibidang industri makanan yang mengkhususkan pada jenis biskuit dan craker. Produk-produk yang dihasilkan ternyata cukup diminati oleh konsumen baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini terbukti dengan cukup besarnya tingkat permintaan yang datang, yang hampir diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin variatifnya produk yang dihasilkan. Kepuasan konsumen tentunya harus menjadi prioritas pihak manajemen dalam menjamin tersediannya permintaan dengan kualitas yang terjamin. Pihak-pihak terkait dalam hal ini seperti staff PPIC dan staff Marketing hendaknya memiliki koordinasi yang baik agar konsumen tidak kehilangan kepercayaan mereka. Hal pokok yang hams menjadi perhatian dari pihak manajemen perusahaan adalah menjamin ketersediaan produk sesuai dengan permintaan tanpa adanya keterlambatan pengiriman. Namun pada kenyataannya, dalam memenuhi pesanan dari konsumen sering terjadi keterlambatan. Keterlambatan ini disebabkan karena pihak produksi belum dapat memproduksi produk sesuai dengan pesanan dari konsumen. Hal ini disebabkan karena pihak perusahaan memiliki kebijakan tersendiri mengenai sequence pengerjaan job khususnya untuk proses produksi di lini 1. Dalam jangka 1 bulan yang terdiri dan 4 minggu pihak perusahaan menetapkan urutan pengerjaan produk yang dimulai dengan produk Ritz Crackers selama 1 minggu penuh. Minggu kedua untuk Produk Ritz Sandwich Cheese yang dikerjakan selama 2 minggu dan untuk 1 minggu selanjutnya untuk pengerjaan produk-produk lainnya seperti Ritz Vanilla dll. Akibatnya banyak permintaan secara mingguan dari konsumen tidak terpenuhi. Dengan mengacu pada sistem produksi flowshop yang bersifat statis maka dikembangkan suatu sistem penjadwalan yang dapat mengatasi permasalahan diatas, dengan meminimasi makespan untuk pengerjaan produk yang ada. Berdasarkan model Algoritma Stinson-Smith dikembangkan sistem penjadwalan dengan kriteria meminimasi makespan , dengan menentukan sequence pengerjaan job yang tepat, yang dapat memberikan total waktu pengerjaan job paling minimasi. Untuk data permintaan Bulan Maret 2003 yang dijadwalkan dengan menggunakan Algoritma Stinson-Smith memberikan hasil sequence job dengan total makespan = 3462.49 menit. Sequence pengerjaan job ini dapat menghemat waktu 17,97 menit dan sequence yang ditetapkan perusahaan dengan makespan = 3480,46 menit. Validasi dan verifikasi yang dilakukan antara hasil perhitungan manula dan hasil output rancangan dan program menunjukkan hasil yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa perhitungan telah valid. Sistem penjadwalan yang dikembangkan ini merupakan sistem penjadwalan maju (forward shedulling) untuk kedatangan job secara statis pada lantai produksi flowshop. Untuk tahap implementasi selanjutnya dirancang de dalam suatu program komputer menggunakan Operating System Windows XP. Program menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 yang didukung dengan sistem database Microsoft Access XP . Implementasi program penjadwalan yang dilakukan adalah implementasi penjadwalan untuk data permintaan Bulan April 2003. Hasil output program memberikan sequence pengerjaan job dengan total makespan = 1995,01 menit. Dibandingkan dengan sequence yang ditetapkan oleh pihak perusahaan denan total makespan = 2047,78 menit. Sequence pengerjaan job ini hasil perhitungan Algoritma Stinson-Smith dapat menghemat waktu 52,77 menit.Berikut meruapakan beberapa alternatif sequence lain hasil perhitungan algoritma Stinson-Smith : • 3-4-2-1-5 ( Ritz Vanilla — Ritz Pizza — Ritz Cheese — Ritz Crackers — Ritz Peanut ) • 2-1-5-3-4 ( Ritz Cheese — Ritz Crakers — Ritz Peanut — Ritz Vanilla — Ritz Pizza ) • 1-5-3-4-2 ( Ritz Crackers — Ritz Peanut — Ritz Vanilla — Ritz Pizza — Ritz Cheese ) • 5-3-4-2-1 ( Ritz Peanut — Ritz Vanilla — Ritz Pizza — Ritz Cheese — Ritz Crackers ) Dengan menetapkan program penjadwalan ini, dihasilkan suatu sequence pengerjaan job yang lebih efesien dengan mengacu pada minimasi makespan dari urutan pengerjaan job. Informasi alternatif sequence lain juga dapat diperoleh dari program yang ditampilkan dalam bentuk Gantt Chart.
P PT. Kraft Nabisco Foods is a company operating in the food industry, specializing in biscuits and crackers. Its products enjoy significant popularity among both domestic and international consumers, evidenced by high demand levels that are projected to rise further as the product range expands. Naturally, management must prioritize consumer satisfaction by ensuring that demand is met with guaranteed product quality. Relevant departments—such as PPIC and Marketing—must coordinate effectively to maintain consumer trust. A key management priority is ensuring product availability matches demand without delivery delays; however, delays frequently occur when fulfilling consumer orders. These delays arise because the production team is unable to manufacture products in exact alignment with consumer orders, largely due to the company's specific job sequencing policy, particularly for Line 1 production. The company operates on a four-week monthly cycle: the first week is dedicated to Ritz Crackers; the second and third weeks are allocated to Ritz Sandwich Cheese; and the final week is reserved for other products, such as Ritz Vanilla. Consequently, many weekly consumer orders go unfulfilled. To address this issue, a scheduling system based on a static flow-shop production model was developed to minimize the makespan for the products involved. Utilizing the Stinson-Smith algorithm, a scheduling system was created with the objective of minimizing the makespan by determining the optimal job sequence that yields the shortest total processing time. Scheduling the demand data for March 2003 using the Stinson-Smith algorithm yielded a job sequence with a total makespan of 3,462.49 minutes. This sequence offers a time saving of 17.97 minutes compared to the sequence established by the company, which had a makespan of 3,480.46 minutes. Validation and verification comparing manual calculations with the system's output confirmed consistent results, thereby validating the calculations. The developed scheduling system employs forward scheduling for static job arrivals within a flow-shop production environment. For the subsequent implementation phase, a computer program was designed for the Windows XP operating system using Visual Basic 6.0, supported by a Microsoft Access XP database. The program was implemented to schedule demand data for April 2003, producing a job sequence with a total makespan of 1,995.01 minutes, compared to the company-established sequence's total makespan of 2,047.78 minutes. The job processing sequence derived from the Stinson-Smith algorithm calculation yields a time saving of 52.77 minutes. The following are other alternative sequences calculated using the Stinson-Smith algorithm: • 3-4-2-1-5 (Ritz Vanilla — Ritz Pizza — Ritz Cheese — Ritz Crackers — Ritz Peanut) • 2-1-5-3-4 (Ritz Cheese — Ritz Crackers — Ritz Peanut — Ritz Vanilla — Ritz Pizza) • 1-5-3-4-2 (Ritz Crackers — Ritz Peanut — Ritz Vanilla — Ritz Pizza — Ritz Cheese) • 5-3-4-2-1 (Ritz Peanut — Ritz Vanilla — Ritz Pizza — Ritz Cheese — Ritz Crackers). Implementing this scheduling program results in a more efficient job processing sequence by minimizing the makespan. Information regarding other alternative sequences can also be obtained from the program, which displays the data in the form of a Gantt chart.