DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan metode kerja pengemasan untuk meningkatkanefisiensi dept. packing PT. Delident Chemical Industry


Oleh : Edward Cesario

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2002

Pembimbing 1 : Nora Azmi

Subyek : Human engineering;Industrial management;Manufacturing industries

Kata Kunci : packaging work method, efficiency, packing department, PT Delident Chemical Industry

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2002_TA_STI_06398188_Halaman-Judul.pdf
2. 2002_TA_STI_06398188_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2002_TA_STI_06398188_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2002_TA_STI_06398188_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2002_TA_STI_06398188_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2002_TA_STI_06398188_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2002_TA_STI_06398188_Bab-5_Analisa-Stasiun-Lama.pdf
8. 2002_TA_STI_06398188_Bab-6_Usulan-Stasiun-Kerja-Baru-dan-Alat-Bantu-Kerja.pdf
9. 2002_TA_STI_06398188_Bab-7_Implementasi-Stasiun-Kerja-Usulan-dan-Alat-Bantu.pdf
10. 2002_TA_STI_06398188_Bab-8_Analisa-Perbandingan-Stasiun-Kerja-Lama-Terhadap-Stasiun--Kerja-Usulan.pdf
11. 2002_TA_STI_06398188_Bab-9_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
12. 2002_TA_STI_06398188_Daftar-Pustaka.pdf
13. 2002_TA_STI_06398188_Lampiran.pdf

P PT. Delident Chemical Industry adalah suatu perusahaan manufaktur yang memproduksi pasta gigi. Selama ini bagian produksi merasa bahwa produksi pasta gigi selama ini kurang optimal, karena kemampuan dari proses filling sebenamya mampu menghasilkan lebih banyak pasta gigi yakni sebanyak 262 box/hari/lini namun proses pengepakan tidak mampu menyamakan kecepatan produksi tersebut. Untuk itu diperlukan analisa sistem ketja proses pengepakan pada PT. Delident Chemical Industry. Berdasarkan hasil kajian terhadap sistem kerja perusahaan untuk produk pasta gigi ini menunjukkan lemahnya sistem kerja pada bagian pengemasan karena adanya ketidakseimbangan kecepatan kerja antara bagian pengepakan dengan bagian sebelumnya, selain itu juga terdapat gerakan-gerakan dari operator yang kurang efisien dan masih tidak sesuai dengan prinsip-prinsip studi gerakan. Dari hasil perhitungan waktu yang dilakukan terhadap operator pada sistem kerja yang ada, diketahui Waktu baku untuk menghasilkan satu produk ( 1 box ) adalah 132,54 detik sehingga kapasitas produksi per bad pada satu lini yang dapat dihasilkan oleh perusahaan adalah 190 box, waktu menganggur 322,23 detik, kesimbangan waktu senggang 40,52 detik, efisiensi lini 59,48 %, indeks kelancaran relatif 151,26 dengan produktivitas pekerja sebesar 1,36Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka diusulkan perbaikan terhadap sistem kerja yang ada dengan cara memperbaiki elemen-elemen gerakan yang ada pada setiap stasiun kerja untuk menghilangkan waktu menganggur dari pekerja dan menghilangkan gerakan-gerakan kerja yang tidak efisien. Usulan perbaikan terdiri dari tiga altematif, dirnana altematif pertama mengubah jumlah tenaga kerja namun masih menggunakan waktu lembur, altematif kedua menambah jumlah pekerja, dan alternatif ketiga menggunakan alat bantu. Usulan perbaikan pada altematif pertama dan altematif kedua tidak dilakukan implementasi. Usulan altematif ketiga dilakukan implementasi untuk melihat keberhasilan perbaikan sistem kerja. Dari ketiga usulan diperoleh basil peningkatan kapasitas, efisiensi lini serta produktivitas pekerja dan bekurangnya waktu menganggur dan indeks kelancaran relatif yang paling baik adalah altematif ketiga dengan peningkatan kapasitas menjadi 267 box/hari, waktu menganggur 24,19 detik, kesimbangan waktu senggang 6,41 detik, efisiensi lini 93,59 %, indeks kelancaran relatif 19,15 dengan pro duktivitas pekerja sebesar 2,72. Untuk mempermudah perusahaan dalam memilih alternatif yang diusulkan dilakukan perhitungan biaya tenaga kerja untuk masing-masing altematif. Berdasarkan perhitungan pada alternatif ketiga, perusahaan dapat menghemat biaya tenaga kerja yang semulaRp.18.280.000,- menjadi Rp 8.271.512,55 Dari hal-hal tersebut diatas terlihat bahwa perbaikan sistem kerja terhadap bagian pengemasan akan menghasilkan basil kerja yang lebih baik dan dapat membuat perusahaan mampu memproduksi pasta gigi dengan lebih optimal.

P PT. Delident Chemical Industry is a manufacturing company that produces toothpaste. The production department has felt that toothpaste production is currently suboptimal; while the filling process is capable of producing 262 boxes per line per day, the packaging process cannot match that production speed. Therefore, an analysis of the packaging process work system at PT. Delident Chemical Industry is required. An assessment of the company's work system for this toothpaste product revealed weaknesses in the packaging section due to a speed imbalance between the packaging stage and the preceding stage; additionally, operator movements were inefficient and inconsistent with motion study principles. Time calculations for operators within the existing system established a standard time of 132.54 seconds to produce one unit (one box). Consequently, the company's production capacity per line is 190 boxes, with an idle time of 322.23 seconds, an allowance time balance of 40.52 seconds, a line efficiency of 59.48%, a relative smoothness index of 151.26, and a worker productivity of 1.36. Based on this analysis, improvements to the existing work system were proposed by refining motion elements at each workstation to eliminate worker idle time and inefficient work movements. Three improvement alternatives were proposed: the first involved adjusting the workforce size while still utilizing overtime; the second involved increasing the number of workers; and the third involved using assistive tools. The first and second alternatives were not implemented, whereas the third alternative was implemented to evaluate the success of the work system improvements. Among the three proposed alternatives, the third option yielded the best results in terms of increased capacity, line efficiency, and worker productivity, as well as reduced idle time and an improved relative smoothness index. This alternative achieved a capacity of 267 boxes/day, idle time of 24.19 seconds, a balance delay of 6.41 seconds, line efficiency of 93.59%, a relative smoothness index of 19.15, and worker productivity of 2.72. To assist the company in selecting the best proposal, labor costs were calculated for each alternative; the third alternative demonstrated a potential reduction in labor costs from the original Rp18,280,000 to Rp8,271,512.55. These findings indicate that improving the work system in the packaging department leads to superior performance and enables the company to produce toothpaste more optimally.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?