DETAIL KOLEKSI

Usulan perancangan tata letak gudang dan perhitungan luas gudang bahan baku dan produk jadi di PT. Tunggal Majuasri Glass


Oleh : Lylyana Natalia Liu

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1999

Pembimbing 1 : Didien Suhardini

Subyek : Warehouses - design and plans;Industrial management

Kata Kunci : design, layout, warehouse, area calculation, raw materials, finished products, PT. Tunggal Majuasri

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 1999_TA_STI_06395189_Halaman-Judul.pdf
2. 1999_TA_STI_06395189_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 1999_TA_STI_06395189_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 1999_TA_STI_06395189_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 1999_TA_STI_06395189_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 1999_TA_STI_06395189_Bab-4_-Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 1999_TA_STI_06395189_Bab-5_Usulan-Perancangan-Tata-Letak-Gudang-Dan-Perhitungan-Luas-Gedung.pdf
8. 1999_TA_STI_06395189_Bab-6_Analisa.pdf
9. 1999_TA_STI_06395189_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 1999_TA_STI_06395189_Daftar-Pustaka.pdf
11. 1999_TA_STI_06395189_Lampiran.pdf

D Di era krisis ini, perusahaan harus mampu menjalankan usahanya secara efektif dan efisien. Setiap modal yang dimiliki harus dapat digunakan untuk memperoleh hasil yang optimal. Gudang merupakan salah satu aset perusahaan yang penting. Oleh sebab itu, investasi yang dialokasikan untuk membangun gudang haruslah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Gudang secara umum dapat didefinisikan sebagai tempat untuk menyimpan barang, baik berupa bahan baku, barang setengah jadi, maupun produk jadi. Konsep modern memandang gudang sebagai fungsi penyimpanan bagi suatu barang sebelum barang didistribusikan lebih lanjut kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Dalam membangun suatu gudang, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah pengaturan tata letak gudang karena tata letak gudang sangat mempengaruhi kemudahan pengaksesan barang yang menunjang kelancaran produksi. Jadi, gudang yang dibangun sebaiknya memiliki. luas yang minimal tanpa mengabaikan kemudahan pengaksesan barang. PT. Tunggal Majuasri Glass adalah perusahaan yang bergerak di bidang mangfakturing kaca. Terjadinya peningkatan penjualan kaca laminasi yang cukup tinggi sejak bulan November 1998 mengakibatkan daerah pienyimpanan bahan baku dan produk jadi kaca laminasi tidak mampu lagi menampung secara optimal. Hal inilah yang menyebabkan pembangunan gudang baru di PT. Tunggal Majuasri Glass. Berdasarkan penelitian awal, diketahui pengaturan tata letak gudang sekarang masih belum baik. Hal ini dapat dilihat dari prosedur pengambilan barang yang dibutuhkan. Untuk mengambil barang tertentu yang dibutuhkan, banyak barang yang terlebih dahulu harus dikeluarkan karena barang harus diambil berdasarkan sistem FIFO dan hanya dapat diakses dari satu arah. Dad kenyataan ini, usulan perancangan tata letak gudang yang diajukan adalah menyediakan pengaksesan barang dari dua arah. Selanjutnya perancangan tata letak gudang dan perhitungan luas gudang dilakukan berdasarkan dua metode, yaitu metode randomized storage dan metode dedicated storage. Dari analisa perbandingan terhadap kedua metode ini, dapat dilihat bahwa metode randomized storage memiliki efisiensi penggunaan ruang sebesar 46.9 % dan memiliki luas bangunan sebesar 2256 m2 sedangkan metode dedicated storage memiliki efisiensi penggunaan ruang sebesar 45.19 % dan memiliki luas bangunan sebesar 2538 m2. Dad hal-hal di atas, dapat disimpulkan bahwa usulan perancangan tata letak gudang dan perhitungan luas gudang bahan baku dan produk jadi di PT. Tunggal Majuasri Glass lebih baik menerapkan metode randomized storage.

I In this era of crisis, companies must be able to run their businesses effectively and efficiently. Every available capital must be used to obtain optimal results. Warehouses are one of the company's important assets. Therefore, investments allocated to build warehouses must be utilized optimally. A warehouse can generally be defined as a place to store goods, whether in the form of raw materials, semi-finished goods, or finished products. The modern concept views warehouses as a storage function for goods before the goods are further distributed to the parties in need. In building a warehouse, one factor that must be considered is the arrangement of the warehouse layout because the warehouse layout greatly affects the ease of access to goods that support smooth production. Therefore, the warehouse built should have a minimum area without neglecting ease of access to goods. PT. Tunggal Majuasri Glass is a company engaged in the field of glass manufacturing. The significant increase in laminated glass sales since November 1998 has resulted in the storage area for raw materials and finished laminated glass products being unable to accommodate optimally. This is what led to the construction of a new warehouse at PT. Tunggal Majuasri Glass. Based on preliminary research, it is known that the current warehouse layout is still not optimal. This can be seen from the procedure for picking required goods. To pick certain required goods, many items must first be removed because the goods must be picked using the FIFO system and can only be accessed from one direction. From this fact, the proposed warehouse layout design is to provide access to goods from two directions. Furthermore, the warehouse layout design and warehouse area calculation are carried out based on two methods, namely the randomized storage method and the dedicated storage method. From a comparative analysis of these two methods, it can be seen that the randomized storage method has a space usage efficiency of 46.9% and has a building area of ​​​​2256 m2, while the dedicated storage method has a space usage efficiency of 45.19% and has a building area of ​​​​2538 m2. From the above, it can be concluded that the proposed warehouse layout design and calculation of the warehouse area for raw materials and finished products at PT. Tunggal Majuasri Glass is better to apply the randomized storage method.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?