DETAIL KOLEKSI

Penerapan programa dinamis dalam pengembangan model pengendalian persediaan untuk menentukan komposisi optimum jumlah pembelian produk-produk minuman ultra jaya yang di distribusikan oleh PT. Pasific Indah Cabang Sorong untuk periode tahun 1993


Oleh : Hendri Chandra

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1993

Pembimbing 1 : Hamzah Yunuzir

Pembimbing 2 : Monica A. Kappiantari

Subyek : Industrial management;Materials handling

Kata Kunci : inventory control, product purchasing, ultra jaya, PT. Pasific Indah, Sorong branch, 1993

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 1993_TA_STI_06388105_Halaman-Judul.pdf 11
2. 1993_TA_STI_06388105_Lembar-Pengesahan.pdf 1
3. 1993_TA_STI_06388105_Bab_1_Pendahuluan.pdf 7
4. 1993_TA_STI_06388105_Bab_2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 1993_TA_STI_06388105_Bab_3_Metodologi-Pemecahan-Masalah.pdf
6. 1993_TA_STI_06388105_Bab_4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 1993_TA_STI_06388105_Bab_5_Analisa-Pengolahan-Data.pdf
8. 1993_TA_STI_06388105_Bab_6_Kesimpulan-Dan-Saran.pdf 3
9. 1993_TA_STI_06388105_Daftar-Pustaka.pdf
10. 1993_TA_STI_06388105_Lampiran.pdf

D Dalam tnelaksanakan kegiatan usahanya, suatu perusahaan yang bergerak dibidang distributor atau sebagai agen penjualan sangat membutuhkan pengendalian persediaan yang balk ; meskipun terdapat beberapa keterbatasari-keterbatmn yang dialami perusahaan. Sehingga diperlukan sebuah sister]] pengendalian persediaan yang sesuai agar rods kegiatan usahanya dapat terns berputar dengan lancar. Derrakian pula hal lid juga dlinginkan oleh PT PACIFIC lliDAH yang bergerak dalam bidang penjualan produk-produk minuman produksi ULTRA JAYA, dimana perusahaan merupakan agen untuk daerah distribusi Irian Jaya. Dan pada studi ini, penulis mengambil daerah penelitian pada perusahaan dengan daerah kegiatan cabang Sorong. Dalam Studi ini daembangkan suatu model pengendalian persediaan produk minuman produksi ULTRA JAY A, yang mana jumlah itemnya dibatasi dengan analisa metode ABC dengan kebijak.s.anaan 85% dari ornzet penjualan total selunih produk-produk minuman produksi ULTRA JAYA (hanya item-item minuman yang persen kumulatif penjualanya samapi dengan 85% dari total). Pengembangan model ini dimaksudkan agar .perusahaan dapat mengatur komposisi pembelian taip jenis produk minuman dengan dana yang tersedia pada setiap periode pemesananipembelian_ Solusi model yang mengbasilan komposisi pembelian tiap jenis produk minuman lin didapat dengan menggunakan programa dinamis, dimana fungsi tujuannya adalah minirnasi total on.Ocos persediaan. Dalam pelaksanaannya, solusi model dibantu oleh program komputer dalam bahasa Pascal. Tujuan penggunaan komputer dalam mendapatkan solusi model karena banyaknya iterasi yang hams dilakukan. Pembelian produk minuman diprioritaskan pada produk minuman yang nienduduki peringkat pertama dalam analisa metode ABC. Dengan model ini pula dapat ditentukan besarnya dana yang sebaiknya dialokasikan untuk pembelian produk minuman dalam satu periode pengadaan. Hal ini dilakukan dengan analisa sensitivitas pada besarnya ongkos kekurangan persediaan per unit Alokasi dana yang sebaiknya dilakukan pada pada daerah dimana terdapat titik minimum total ongkos persediaan dan sekaligus rnerupakan daerah dimana besarnya ongkos kekurangan persediaan per unit relatif tidal( berpengaruh terhadap besarnya total ongkos persediaan pada tingkat dana yang yang sama_ Sehingga dengan model ini dapat diberikan usulan berapa basal' dana yang sebaiknya dialokasikan. Uji Coba terhadap model lin dengan menggunakan data yang diperoleh dari perusahaan maka didapat komposisi optimum jumlah produk yang hams dibeli adalah sebagai berikut : Teh Kotak (25 x 200m1) sebanyak 4.820 karton: Gogo Orange (25 x200 ml) sebanyak 1.455 kartory, dan Teh Kotak (25 x 250 ml) sebanyak 507 karton. Dimana dana yang dialokasikan sebesar Rp.50.000.000 untuk satu periode pemesanan. Pada analisa sensitivitas terhadap nilai ongkos kekurangan persediaan per unit, maka keluaran yang didapat adalah alokasi dana sebaiknya pada daerah Rp.52.000.000 sampai dengan RP.53.000.000.

I In carrying out its business activities, a company engaged in distribution or as a sales agent really needs good inventory control; although there are several limitations experienced by the company. So it is necessary to have an appropriate inventory control system so that the business activities can continue to run smoothly. This is also desired by PT PACIFIC LLIDAH which is engaged in the sale of beverage products produced by ULTRA JAYA, where the company is an agent for the Irian Jaya distribution area. And in this study, the author took the research area at the company with the Sorong branch activity area. In this study, an inventory control model for beverage products produced by ULTRA JAYA was developed, where the number of items was limited by the ABC method analysis with a policy of 85% of the total sales amount of all beverage products produced by ULTRA JAYA (only beverage items whose cumulative sales percentage reached 85% of the total). The development of this model is intended so that the company can manage the composition of purchases of various types of beverage products with the funds available in each purchase order period. The model solution that produces the composition of purchases of each type of beverage product is obtained using dynamic programming, where the objective function is to minimize the total inventory costs. In its implementation, the model solution is assisted by a computer program in the Pascal language. The purpose of using a computer in obtaining a model solution is because of the many iterations that must be carried out. Purchases of beverage products are prioritized on beverage products that occupy the first rank in the ABC method analysis. With this model, it can also be determined the amount of funds that should be allocated for the purchase of beverage products in one procurement period. This is done by sensitivity analysis on the amount of inventory shortage cost per unit. The allocation of funds should be done in the area where there is a minimum point of total inventory costs and at the same time is an area where the amount of inventory shortage cost per unit is relatively insignificant (influencing the total inventory costs at the same level of funds). So with this model, a suggestion can be given on how much basic funds should be allocated. Trials of the lin model using data obtained from the company obtained the optimum composition of the number of products that must be purchased as follows: Teh Kotak (25 x 200m1) as many as 4,820 cartons: Gogo Orange (25 x 200 ml) as many as 1,455 cartons, and Teh Kotak (25 x 250 ml) as many as 507 cartons. Where the allocated funds are Rp. 50,000,000 for one ordering period. In the sensitivity analysis on the value of inventory shortage cost per unit, the output obtained is the allocation of funds should be in the area of ​​Rp. 52,000,000 to Rp. 53,000,000.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?