Perancangan museum majapahit dengan pendekatan arsitektur kontekstual di trowulan mojokerto, jawa timur sebagai heritage destination
Penerbit : FTSP - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Tulus Widiarso
Pembimbing 2 : Tulus Widiarso
Kata Kunci : Majapahit Museum, contextual architecture, cultural preservation, spatial narrative.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SAR_052002200053_Halaman-Judul.pdf | 11 | |
| 2. | 2026_SK_SAR_052002200053_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SAR_052002200053_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SAR_052002200053_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SAR_052002200053_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SAR_052002200053_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SAR_052002200053_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SAR_052002200053_Bab-1.pdf | 11 | |
| 9. | 2026_SK_SAR_052002200053_Bab-2.pdf | 41 |
|
| 10. | 2026_SK_SAR_052002200053_Bab-3.pdf | 50 |
|
| 11. | 2026_SK_SAR_052002200053_Bab-4.pdf | 59 |
|
| 12. | 2026_SK_SAR_052002200053_Bab-5.pdf | 28 | |
| 13. | 2026_SK_SAR_052002200053_Daftar-Pustaka.pdf | 2 | |
| 14. | 2026_SK_SAR_052002200053_Lampiran.pdf | 15 |
|
A Abstraktrowulan merupakan kawasan bersejarah yang dipercaya sebagai pusat kerajaan majapahit, yang menyimpan tinggalan arkeologis, tradisi budaya, dan lanskap historis yang masih hidup hingga kini. kawasan ini memiliki potensi penting sebagai pusat edukasi, penelitian, dan pengembangan pariwisata budaya nasional. namun, kondisi museum eksisting dan penataan kawasan saat ini masih belum mampu sepenuhnya merepresentasikan narasi sejarah majapahit secara utuh, baik dari segi tata ruang, pengelolaan koleksi, maupun pengalaman pengunjung. selain itu, keberadaan situs arkeologi yang sebagian masih terkubur menuntut pendekatan perancangan yang berhati-hati, adaptif, dan berorientasi pada konservasi.penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep perancangan museum majapahit yang dapat mengintegrasikan pelestarian warisan budaya dengan fungsi edukatif dan ruang publik yang inklusif, melalui pendekatan narasi ruang: uncover the past, understand the present, shape the future. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, analisis konteks tapak, kajian tipologi museum, serta studi preseden. hasil penelitian menunjukkan bahwa museum yang dirancang perlu menerapkan strategi intervensi minimal pada tapak, penguatan pengalaman naratif perjalanan ruang, serta pemberdayaan masyarakat lokal dalam aktivitas budaya dan ekonomi kreatif. dengan demikian, museum tidak hanya berperan sebagai pusat penyimpanan artefak, tetapi sebagai ruang hidup yang menghubungkan sejarah, masyarakat, dan masa depan kawasan trowulan.
T Trowulan is recognized as the historical center of the majapahit kingdom, containing archaeological remains, cultural traditions, and a living historical landscape that continues to shape the daily life of local communities. the area holds significant potential as a national center for education, research, and cultural tourism. however, the existing museum facilities and spatial arrangements have not yet been able to fully represent the historical narrative of majapahit, either in terms of spatial storytelling, collection management, or visitor experience. furthermore, the presence of archaeological layers that remain buried requires a careful, adaptive, and conservation-oriented design approach.this study aims to formulate a design concept for the new majapahit museum that integrates cultural heritage preservation with educational and inclusive public functions through a spatial narrative approach: uncover the past, understand the present, shape the future. the research employs a descriptive qualitative method, including literature review, site context analysis, museum typology studies, and precedent analysis. the results indicate that the proposed museum must adopt a minimal-intervention strategy on the archaeological site, strengthen the experiential sequence of spatial narration, and empower local communities through cultural and creative economy activities. thus, the museum is envisioned not merely as a repository of artifacts, but as a living cultural environment that connects history, contemporary society, and future development of the trowulan area.