DETAIL KOLEKSI

Pelanggaran asas duty of care yang mengakibatkan kepailitan perseroan


Oleh : Ibrahim Aulia Akbar

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Arif Wicaksana

Kata Kunci : Limited Liability Company, Board of Directors, Duty of Care, Bankruptcy, Director’s Liability.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200239_Halaman-Judul.pdf 9
2. 2026_SK_SHK_010002200239_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200239_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200239_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200239_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200239_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200239_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200239_Bab-1.pdf 20
9. 2026_SK_SHK_010002200239_Bab-2.pdf 34
10. 2026_SK_SHK_010002200239_Bab-3.pdf 17
11. 2026_SK_SHK_010002200239_Bab-4.pdf 23
12. 2026_SK_SHK_010002200239_Bab-5.pdf 3
13. 2026_SK_SHK_010002200239_Daftar-Pustaka.pdf 4
14. 2026_SK_SHK_010002200239_Lampiran.pdf 3

D Direksi sebagai organ perseroan dalam menjalankan fungsi kepengurusannya dituntut untuk memiliki kepedulian terhadap setiap keadaan yang menimpa perseroan dengan tingkat kehati-hatian sebagai perwujudan asas duty of care, khususnya dalam pengelolaan kewajiban pembayaran utang. dalam hukum kepailitan di indonesia, kepailitan perseroan tidak selalu disebabkan oleh kondisi ketidakmampuan membayar, melainkan dapat terjadi akibat kelalaian direksi dalam menjalankan asas duty of care. putusan pengadilan niaga nomor 2/pdt.sus-pailit/2024/pn niaga smg menunjukkan adanya indikasi tindakan pengabaian pembayaran utang oleh direksi sehingga perseroan dinyatakan pailit, meskipun pada dasarnya perseroan masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajibannya. penelitian ini bertujuan menganalisis apakah tindakan direksi yang mengabaikan utang sehingga perseroan dinyatakan pailit merupakan kesalahan atau kelalaian yang melanggar asas duty of care serta bagaimana bentuk pertanggungjawaban hukum yang dapat dikenakan terhadap direksi. penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang dianalisis secara kualitatif serta penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan direksi merupakan pelanggaran terhadap asas duty of care sebagaimana diatur dalam pasal 97 ayat (2) uupt. selain itu, tindakan direksi juga memenuhi unsur perbuatan melawan hukum sehingga pihak yang dirugikan yakni pemegang saham dapat mengajukan gugatan perdata terhadap direksi berdasarkan pasal 61 ayat (1) uupt jo. pasal 1365 jo. pasal 1366 kuhperdata. pasal 104 ayat (2) juga membuka kemungkinan pertanggungjawaban pribadi direksi apabila harta pailit perseroan tidak mencukupi untuk melunasi seluruh kewajibannya.

T The board of directors, as a corporate organ in carrying out its management function, is required to exercise due regard for every circumstance affecting the company with an appropriate standard of care as a manifestation of the duty of care principle, particularly in managing the company’s debt payment obligations. under indonesian bankruptcy law, corporate bankruptcy is not always caused by the company’s inability to pay; rather, it may also result from the negligence of the board of directors in discharging its duty of care. commercial court decision number 2/pdt.sus-pailit/2024/pn niaga smg indicates that the board of directors neglected the payment of debts, resulting in the company being declared bankrupt, despite the fact that the company essentially remained capable of fulfilling its obligations. this research aims to analyze whether the board of directors’ omission in paying debts, which resulted in the company being declared bankrupt, constitutes an act or omission that breaches the duty of care, and to examine the forms of legal liability that may be imposed upon the board of directors. this research employs a descriptive normative legal research method using secondary data, which are analyzed qualitatively, with conclusions drawn through a deductive approach. the findings indicate that the actions of the board of directors constitute a breach of the duty of care as stipulated under article 97 paragraph (2) of the company law. furthermore, the actions of the board of directors also satisfy the elements of a tortious act (unlawful act), thereby entitling the injured party, namely the shareholders, to file a civil claim against the board of directors pursuant to article 61 paragraph (1) of the company law in conjunction with article 1365 and article 1366 of the indonesian civil code. article 104 paragraph (2) of the company law also provides for the possibility of the personal liability of the board of directors where the company’s bankruptcy estate is insufficient to satisfy all of its obligations.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?