Studi geologi dan karakteristik unsur tanah jarang pada batuan granitoid formasi embuoi di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat
Penerbit : FTKE - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Mira Meirawaty
Pembimbing 2 : Ramadhan Adhitama
Subyek : Formations (Geology)
Kata Kunci : Sanggau, granitoid, Embuoi Formation, rare earth elements, mylonite
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_STG_072002100017_Halaman-Judul.pdf | 15 | |
| 2. | 2026_SK_STG_072002100017_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_STG_072002100017_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_STG_072002100017_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_STG_072002100017_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_STG_072002100017_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | ||
| 7. | 2026_SK_STG_072002100017_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_STG_072002100017_Bab-1.pdf | 4 | |
| 9. | 2026_SK_STG_072002100017_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_STG_072002100017_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_STG_072002100017_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_STG_072002100017_Bab-5.pdf | 2 | |
| 13. | 2026_SK_STG_072002100017_Daftar-Pustaka.pdf | 2 | |
| 14. | 2026_SK_STG_072002100017_Lampiran.pdf |
|
D Daerah penelitian terletak di kabupaten sanggau, kalimantan barat, yang merupakan bagian dari blok kalimantan barat. penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi geologi serta karakteristik unsur tanah jarang (utj) pada batuan granitoid melalui pemetaan lapangan, analisis geomorfologi, petrografi, serta geokimia (xrf dan icp-ms). secara geomorfologi, daerah ini terbagi menjadi satuan perbukitan intrusi (v1), satuan perbukitan sisa (d1), dan satuan dataran denudasional (d2). stratigrafi daerah penelitian disusun oleh satuan batuan metamorf filit-sabak, satuan batuan intrusi (monzogranit mika, monzogranit amfibol-mika, dan granitoid rich kuarsa), serta satuan batupasir sisipan lempung yang dibatasi oleh hubungan tidak selaras. struktur geologi yang berkembang meliputi deformasi ductile berupa shear zone dan milonit, serta deformasi brittle berupa shear fracture dan gash fracture dengan tegasan utama berarah barat laut–tenggara. analisis geokimia menunjukkan batuan granitoid mengalami evolusi dari fase granodiorit menuju granit dengan kadar sio$_2$ 63,4–71,2% (seri high-k calc-alkaline). mineral pembawa utj yang teridentifikasi secara petrografi adalah zirkon (2–7%), sphene (4%), dan apatit (1–2%). berdasarkan icp-ms, utj didominasi oleh kelompok light rare earth elements (lree) seperti ce (22–70 ppm), la (11–39 ppm), nd (13–36 ppm), nb (23–63 ppm), dan y (13–48 ppm), sedangkan heavy rare earth elements (hree) berkisar 0,5–5,7 ppm. pengayaan utj tertinggi ditemukan pada monzogranit amfibol-mika dengan tekstur pegmatit. kehadiran struktur milonit mengindikasikan pembentukan granitoid pada zona transisi kerak tengah hingga bawah yang mengontrol distribusi mineralisasi di daerah penelitian.
T The research area is located in sanggau regency, west kalimantan, within the west borneo block. this study examines the geological conditions and rare earth element (ree) characteristics of granitoid rocks using field mapping, geomorphological analysis, petrography, and geochemistry (xrf and icp-ms). geomorphologically, the area consists of the intrusion hill unit (v1), residual hill unit (d1), and denudational plain unit (d2). the stratigraphy comprises the phyllite-slate metamorphic unit, intrusion units (mica monzogranite, amphibole-mica monzogranite, and quartz-rich granitoid), and the sandstone with clay interbeds unit, separated by unconformities. geological structures include ductile deformation (shear zones and mylonites) and brittle deformation (shear and gash fractures) with a northwest-southeast principal stress. geochemical analysis shows that the granitoids evolved from granodiorite to granite with sio$_2$ content of 63.4–71.2% (high-k calc-alkaline series). ree-bearing minerals identified via petrography include zircon (2–7%), sphene (4%), and apatite (1–2%). icp-ms analysis indicates a dominance of light rare earth elements (lree) such as ce (22–70 ppm), la (11–39 ppm), nd (13–36 ppm), nb (23–63 ppm), and y (13–48 ppm), while heavy rare earth elements (hree) range from 0.5–5.7 ppm. the highest ree enrichment occurs in the amphibole-mica monzogranite with pegmatitic textures. the presence of mylonite structures suggests granitoid formation in the mid-to-lower crustal transition zone, controlling the mineralization distribution in the study area.