DETAIL KOLEKSI

Hubungan pembukaan mulut maksimum dengan gejala temporomandibular disorder pada kelompok usia dewasa muda(kajian pada mahasiswa fkg usakti usia 19-21 tahun)


Oleh : Indira Sukmadewi Arifah

Info Katalog

Nomor Panggil : 611 IND h

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Wita Anggraini

Subyek : Anatomy

Kata Kunci : maximum mouth opening (MMO), temporomandibular disorder (TMD), young adulthood

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SIG_040002200050_Halaman-Judul.pdf 10
2. 2026_SK_SIG_040002200050_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SIG_040002200050_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SIG_040002200050_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SIG_040002200050_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SIG_040002200050_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SIG_040002200050_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SIG_040002200050_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SIG_040002200050_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SIG_040002200050_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SIG_040002200050_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SIG_040002200050_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SIG_040002200050_Bab-6.pdf
14. 2026_SK_SIG_040002200050_Bab-7.pdf
15. 2026_SK_SIG_040002200050_Daftar-Pustaka.pdf
16. 2026_SK_SIG_040002200050_Lampiran.pdf

L Latar belakang: temporomandibular disorder (tmd) adalah kondisi yang mencakup kelainan pada temporomandibular joint (tmj) dan otot mastikasi yang berpotensi mengganggu fungsi pembukaan mulut. salah satu parameter klinis yang jumum digunakan untuk menilai fungsi tersebut adalah pembukaan mulut maksimum (maximum mouth opening/mmo).tujuan: mengetahui keterkaitan antara tingkat keparahan gejala tmd dengan pembukaan mulut maksimum pada mahasiswa fakultas kedokteran gigi univesitas trisakti usia 19-21 tahun.metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan responden yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. gejala tmd di nilai menggunakan kuesioner 5ts, sedangkan pembukaan mulut maksimum diukur secara lansung. uji reabilitas pengukuran dilakukan menggunakan interclass correlation coefficient (icc) dan analisis hubungan antara variabel dilakukan menggunakan uji korelasi spearman.hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara nilai pembukaan mulut maksimum dan keluhan tmd. tidak ditemukannya hubungan yang bermakna ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti adaptasi neuromuskular, perbedaan aktivitas otot mastikasi, serta adanya faktor lain di luar tmd, termasuk tingkat stres dan kebiasaan parafungsional, yang tidak dievaluasi secara langsung dalam penelitian ini.kesimpulan: penilaian pada pembukaan mulut maksimum belum dapat merepresentasikan kompleksitas kondisi tmd. oleh karena itu, penelitian di masa mendatang dianjurkan untuk memasukkan faktor psikososial serta kebiasaan parafungsional sebagai variabel tambahan agar dapat diperoleh gambaran yang lebih menyeluruh.

B Background: temporomandibular disorder (tmd) is a condition involving abnormalities of the temporomandibular joint (tmj) and masticatory muscles that may interfere with mandibular function, particularly mouth opening. one commonly used clinical parameter to assess this function is maximum mouth opening (mmo).objective: to determine the association between the severity of tmd symptoms and maximum mouth opening among students of the faculty of dentistry, universitas trisakti, aged 19–21 years.methods: this study employed an analytic cross-sectional design and involved respondents who met the inclusion and exclusion criteria. tmd symptoms were assessed using the 5ts questionnaire, while maximum mouth opening was measured directly. measurement reliability was evaluated using the intraclass correlation coefficient (icc), and the association between variables was analyzed using spearman’s correlation test.results: the findings showed no statistically significant association between maximum mouth opening and tmd complaints. the absence of a significant relationship may be influenced by several factors, including neuromuscular adaptation, variations in masticatory muscle activity, and other factors beyond tmd, such as stress levels and parafunctional habits, which were not directly assessed in this study.conclusion: assessment of maximum mouth opening alone is insufficient to represent the complexity of tmd conditions. therefore, future studies are recommended to include psychosocial factors and parafunctional habits as additional variables to obtain a more comprehensive understanding of tmd.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?