Pengukuran dan analisa produktivitas tenaga kerja di PT. Telkom Tangerang dengan metode nilai tambah
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Hamzah Yunuzir
Subyek : Employees - Rating of;Industrial management;Personal Management;Human engineering
Kata Kunci : labor productivity at PT. Telkom Tangerang using the value-added method
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300063_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300063_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300063_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300063_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300063_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300063_Bab-4_Pe-Dan-Pengolahan-Datangumpulan.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300063_Bab-5_Analisa-Hasil-Pengukuran.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300063_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06300063_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300063_Lampiran.pdf |
|
P PT. Telkom Tangerang adalah bagian dari PT. Telkom Indonesia Tbk. yaitu salah satu perusahaan jasa telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Dimana bentuk dari perusahaan ini adalah Badan Usaha Milik Negara BUMN ). Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi komunikasi yang sangat cepat dan persaingan usaha yang sangat ketat, maka PT. Telkom Tangerang berusaha untuk ikut serta dan menjadi perusahaan yang mampu memenangkan persaingan tersebut. Tujuan dari PT. Telkom Tangerang dalam memenangkan persaingan adalah untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Dalam hal ini PT. Telkom Tangerang berusaha dengan cara meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya. Oleh karena itu PT. Telkom Tangerang melakukan perhitungan produktivitas tenaga kerja sehingga dapat diketahui besarnya tingkat produktivitas tenaga kerja di dalam perusahaan dan perusahaan dapat mengambil tindakan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya. Berdasarkan basil pengamatan dan penelitian serta data — data yang tersedia pada perusahaan, maka metode yang digunakan untuk mengukur produktivitas tenaga kerja dari PT. Telkom Tangerang adalah dengan menggunakan metode Nilai Tambah. Dimana perhitungan dilakukan mulai periode bulan Januari 2004 sampai dengan periode Agustus 2004. Data — data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara dan meminta data —data keuangan yang tersedia. Saat ini PT. Telkom Tangerang memiliki pangsa pasar sebesar 80 % untuk Indonesia. Dengan metode Nilai Tambah maka dapat dilakukan perhitungan rasio nilai tambah per tenaga kerja total sehingga dapat diketahui tingkat produktivitas tenaga kerja. Pada periode awal yaitu bulan Januari 2004 rasio nilai tambah per tenaga kerja total adalah sebesar Rp. 46,187,660. Kemudian untuk periode selanjutnya yaitu bulan Februari 2004 mengalami penurunan yang cukup drastis dengan rasio nilai tambah per tenaga kerja total sebesar Rp. 39,143,301. Sedangkan untuk periode bulan Maret 2004 mengalami peningkatan dengan nilai sebesar Rp. 44,018,093. Pada periode bulan April 2004, rasio nilai tambah per tenaga kerja total kembali mengalami penurunan, dimana nilai pada periode ini adalah sebesar Rp. 43,276,268. Rasio nilai tambah per tenaga kerja total kembali mengalami peningkatan pada periode bulan Mei 2004 dengan nilai sebesar Rp. 45,647,632. Peningkatan ini terus berlanjut sampai periode bulan Juni 2004 dengan nilai sebesar Rp.46,473,114. Pada periode bulan Juli 2004 rasio nilai tambah per tenaga kerja total kembali mengalami penurunan sehingga nilai yang diperoleh pada periode ini adalah sebesar Rp. 44,992,315. Pada periode bulan Agustus 2004 rasio nilai tambah per tenaga kerja total kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari periode sebelumnya yaitu dengan nilai sebesar Rp. 51,836,847. Dalam hal ini perusahaan perlu melakukan beberapa tindakan, antara lain meningkatkan program pemasaran, memperhatikan kesejahteraan para karyawannya, membina hubungan yang baik antara pekerja dengan pimpinan perusahaan serta mengadakan program — program lain yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya. Selain itu perusahaan juga perlu mengadakan evaluasi dan pengukuran produktivitas tenaga kerjanya secara rutin.
P PT Telkom Tangerang is a division of PT Telkom Indonesia Tbk, one of the leading telecommunication service companies in Indonesia, which operates as a state-owned enterprise (BUMN). In light of rapid advancements in communication technology and intense business competition, PT Telkom Tangerang strives to remain competitive and emerge as a leader in the market. The company’s objective in navigating this competitive landscape is to increase its profitability, which it pursues by enhancing the productivity of its workforce. To this end, PT Telkom Tangerang calculates labor productivity to determine current levels and identify necessary measures for further improvement. Based on observations, research, and available company data, the "Value Added" method was employed to measure labor productivity at PT Telkom Tangerang for the period from January 2004 to August 2004. Data were gathered through interviews and the collection of existing financial records. Currently, PT Telkom Tangerang holds an 80% market share in Indonesia. Using the Value Added method, the ratio of value added per total employee was calculated to assess labor productivity. In the initial period—January 2004—the value-added-per-total-employee ratio stood at IDR 46,187,660. This was followed by a significant decline in February 2004, with the ratio dropping to IDR 39,143,301. Subsequently, in March 2004, the figure showed an increase, reaching IDR 44,018,093. In April 2004, the ratio of value added per total worker declined again, reaching a value of Rp 43,276,268. This ratio rose in May 2004 to Rp 45,647,632 and continued to increase in June 2004, reaching Rp 46,473,114. In July 2004, the ratio declined once more, resulting in a value of Rp 44,992,315. However, in August 2004, the ratio experienced a significant increase compared to the previous period, reaching Rp 51,836,847. Consequently, the company needs to take several measures, such as enhancing marketing programs, prioritizing employee welfare, fostering good relations between workers and management, and implementing other initiatives to boost workforce productivity. Additionally, the company should regularly evaluate and measure its workforce productivity.