Usulan penerapan sistem kanban untuk gudang bahan baku dan bagian preparation pada proses produksi di PT. Sango Ceramics Indonesia
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1999
Pembimbing 1 : Tri Wulandari SD
Pembimbing 2 : Sumiharni Batubara
Subyek : Industrial management;Production process;Materials handling
Kata Kunci : kanban system, warehouse, raw materials, preparation, production process, PT. Sango Ceramics Indones
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1999_TA_STI_06395146_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 1999_TA_STI_06395146_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 1999_TA_STI_06395146_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 1999_TA_STI_06395146_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 1999_TA_STI_06395146_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 1999_TA_STI_06395146_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 1999_TA_STI_06395146_Bab-5_Usulan-Perancangan-Sistem-Kanban.pdf |
|
|
| 8. | 1999_TA_STI_06395146_Bab-6_Analisa.pdf |
|
|
| 9. | 1999_TA_STI_06395146_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 1999_TA_STI_06395146_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 1999_TA_STI_06395146_Lampiran.pdf |
|
B Barang-barang keramik semakin akrab dengan kehidupan manusia dan menjangkau semua lapisan masyarakat di dunia baik golongan bawah, menengah maupun atas, dari segi pemakaiannya sebagai peralatan rumah tangga, hotel dan restauran maupun perhiasan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia yang cukup mendasar ini dengan harga terjangkau, mengingat situasi krisis moneter dewasa ini, PT. Sango Ceramics Indonesia sebagai salah satu produsen keramik di Indonesia berusaha untuk memperbaiki sistem produksinya dengan tujuan mengurangi pemborosan dari segi operasional. Oleh karena itu perlu diadakan perbaikan dalam sistem produksi dan sistem pengendalian persediaan bahan bakunya. Setelah melakukan penelitian pendahuluan maka diusulkan penerapan Sistem Produksi Tepat Waktu/ Just-In-Time di PT. Sango Ceramics Indonesia. Dari hasil penelitian pendahuluan dapat diidentifikasikan beberapa pokok permasalahan, yaitu penumpukan bahan baku yang berlebihan dan sistem informasi yang kurang cepat dalam menanggapi tuntutan perubahan dalam jadwal produksi, menumpuknya work-in-proces serta lamanya pengambilan bahan baku dari gudang. Untuk itu maka data yang dibutuhkan diidentifikasi. Data tersebut meliputi keadaan bahan baku, keadaan tempat bahan baku, metode pengendalian persediaan bahan baku saat ini, jumlah permintaan bahan baku dan prosedur proses produksi. Usulan untuk pengendalian persediaan bahan baku supaya tidak menumpuk dan makan tempat adalah menggunakan sistem Kanban dengan menerapkan prinsip sistem tank. Perbaikan juga dilakukan dengan merancang bentuk kartu Kanban, perancangan Kanban Ekspres untuk mengantisipasi kekurangan bahan dan perancangan peraturan sistem Kanban. Di bagian proses produksi, permasalahan yang terjadi adalah sistem informasi yang kurang cepat dalam menanggapi tuntutan perubahan dalam jadwal produksi, menumpuknya work-in-proces dan lamanya pengambilan bahan balm dari gudang. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, diusulkan rancangan mekanisme Kanban khusus pada bagian Preparation. Selanjutnya rancangan tersebut dianalisa dan dibandingkan dengan sistem yang lama. Hal-hal yang dianalisa antara lain berkurangnya jumlah persediaan maksimum dan ruangan yang dibutuhkan untuk menyimpan bahan baku, kecepatan menanggapi perubahan jadwal produksi, kecepatan pelayanan pegawai gudang, kebutuhan ruangan produksi dan kecepatan penyiapan pemesanan kepada pemasok/supplier. Usulan penerapan sistem Kanban diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah yang ada. Dengan penerapan sistem Kanban juga dimungkinkan pengurangan pemborosan dalam perusahaan dari segi operasional. Hasil analisa menunjukkan bahwa penerapan sistem Kanban dalam pengendalian persediaan bahan baku dapat mengurangi jumlah persediaan maksimum sebesar 75% dan penghematan tempat penyimpanan bahan baku sehingga gudang penyimpanan menjadi teratur rapi, kondisi ini mendukung kecepatan pelayanan gudang dan kecepatan penyiapan pemesanan bahan baku yang hampir habis kepada supplier. Di bagian proses produksi juga menunjukkan adanya perbaikan dalam menanggapi perubahan jadwal produksi dan ruangan produksi menjadi lega karena tidak dipenuhi bahan work-in-proces yang berlebihan.
C Ceramic goods are increasingly familiar to human life and reach all levels of society in the world, both lower, middle and upper classes, in terms of their use as household appliances, hotels and restaurants as well as jewelry. In order to meet this fairly basic human need at an affordable price, considering the current monetary crisis situation, PT. Sango Ceramics Indonesia as one of the ceramic producers in Indonesia is trying to improve its production system with the aim of reducing waste from an operational perspective. Therefore, improvements are needed in the production system and the raw material inventory control system. After conducting preliminary research, it is proposed to implement a Just-In-Time Production System at PT. Sango Ceramics Indonesia. From the results of the preliminary research, several main problems can be identified, namely excessive accumulation of raw materials and an information system that is not fast enough to respond to demands for changes in the production schedule, the accumulation of work-in-process and the lengthy time to retrieve raw materials from the warehouse. For this reason, the required data is identified. The data includes the condition of raw materials, the condition of the raw material location, the current method of controlling raw material inventory, the amount of raw material requests and production process procedures. The proposal to control raw material inventory so that it does not pile up and take up space is to use a Kanban system by applying the principle of a tank system. Improvements were also made by designing the Kanban card format, designing Express Kanban to anticipate material shortages, and designing Kanban system regulations. In the production process, problems that occurred were the information system that was slow to respond to demands for changes in the production schedule, the accumulation of work-in-process and the long time to retrieve balm materials from the warehouse. To overcome these problems, a special Kanban mechanism was proposed for the Preparation section. Next, the design was analyzed and compared with the old system. Things analyzed included reducing the maximum amount of inventory and space needed to store raw materials, the speed of responding to changes in the production schedule, the speed of warehouse employee service, production space requirements and the speed of preparing orders to suppliers. The proposed implementation of the Kanban system is expected to overcome existing problems. With the implementation of the Kanban system, it is also possible to reduce waste in the company from an operational perspective. The analysis results show that the application of the Kanban system in raw material inventory control can reduce the maximum amount of inventory by 75% and save raw material storage space so that the storage warehouse is neat and orderly. This condition supports the speed of warehouse service and the speed of preparing orders for raw materials that are almost out of stock to suppliers. In the production process section, there are also improvements in responding to changes in production schedules and the production room has become more spacious because it is not filled with excessive work-in-process materials.