DETAIL KOLEKSI

Perancangan tata letak lantai produksi dengan pendekatan manual dan dengan menggunakan program factory R.4.5 untuk meningkatkan kapasitas produksi di PT. Mitra Karya Jaya


Oleh : Denis Christian

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2000

Pembimbing 1 : Nora Azmi

Subyek : Industrial management;Inventory control;Factory management;Plant layout

Kata Kunci : design, layout, production floor, manual approach, factory program R.4.5, production capacity, PT. M

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2000_TA_STI_06396072_Halaman-Judul.pdf
2. 2000_TA_STI_06396072_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2000_TA_STI_06396072_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2000_TA_STI_06396072_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2000_TA_STI_06396072_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2000_TA_STI_06396072_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 2000_TA_STI_06396072_Bab-5_Pengolahan-Data-dan-Analisa.pdf
8. 2000_TA_STI_06396072_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
9. 2000_TA_STI_06396072_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2000_TA_STI_06396072_Lampiran.pdf

P PT. Mitra Karya Jaya (PT. TIJ) merupakan perusahaan berkembang yang bergerak dalam pembuatan hanger kayu. Menghadapi kondisi persaingan yang ketat, PT. MKJ terus berusaha untuk meningkatkan mutu produknya dan citra perusahaan dengan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumennya. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan adalah perusahaan ingin meningkatkan kapasitas produksinya dengan batasan waktu lembur selama satu jam tiap hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah mesin, luas area produksi yang dibutuhkan untuk memenuhi kapasitas yang diinginkan dan untuk memberikan usulan tata letak lantai produksi dengan jumlah mesin yang sudah disesuaikan. Hal ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam melanjutkan kontrak penyewaan lantai produksinya yang akan habis pada bulan Februari 2001 mendatang. Penelitian diawali dengan pengumpulan data yang diperlukan, perhitungan waktu baku, pembuatan peta proses operasi dan peta rakitan, pembuatan Routing Sheet untuk mengetahui jumlah kebutuhan mesin teoritis, menghitung jumlah kebutuhan mesin sebenarnya, menghitung Luas Lantai Produksi yang diperlukan, dan menghitung biaya penanganan material (MHPS). Dari MHPS dibuat peta dari-ke biaya / From to Chart (FTC) biaya yang menjadi dasar pembuatan FTC Inflow dan FTC Outflow, kemudian disusun skala prioritas Inflow dan Outflow berdasarkan FTC Inflow dan Outflow. Berdasarkan data pada Skala Prioritas kemudian dibuat Diagram Keterkaitan Kegiatan / Activity Relationship Diagram (ARD) untuk In dan Outflow. Pembuatan ARD ini menggunakan dua metode yaitu perhitungan secara manual dan menggunakan bantuan dari program Factory R4.5. Setelah itu diambil ARD terbaik dari masing-masing metode berdasarkan perhitungan kesalahan yang telah ditentukan sebelumnya. ARD terbaik dari masing-masing metode akan digunakan sebagai acuan untuk penggambaran tata letak usulan. Penggambaran tata letak sekarang dan usulan dilakukan dengan software AutoCAD R.14. Setelah dilakukan penggarnbaran kemudian dilakukan analisa jarak perpindahan, waktu perpindahan dan biaya penanganan material dengan actual path dimana aliran digambar dan diukur secara langsung dengan tujuan agar mendekati kenyataan yang ada. Setelah dilakukan analisa terhadap masing-masing tata letak kemudian dilakukan analisa perbandingan antara tata letak sekarang dan tata letak usulan dari kedua metode tersebut. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa perusahaan perlu menambahkan sebanyak 12 mesin dan 24 operator. Penambahan ini dilakukan untuk jenis mesin. Luas lantai produksi yang diperlukan adalah sebesar 758,21 m2. Dari basil analisa tata letak sekarang diperoleh biaya material handling yang diperlukan adalah sebesar Rp. 65,24 per unit per bulan. Untuk tata letak usulan 1 dengan menggunakan perhitungan secara manual diperoleh biaya material handling sebesar Rp. 50,73 per unit per bulan. Sedangkan untuk tata letak usulan 2 dengan memanfaatkan penggunaan program Factory R.4.5. biaya material handling yang diperlukan adalah sebesar Rp. 49,68 per unit per bulan. Ini menunjukkan bahwa tata letak usulan khususnya usulan 2 mempunyai peletakan yang lebih teratur dengan pemanfaatan area produksi yang optimum sehingga biaya yang dikeluarkan lebih rendah.

P PT. Mitra Karya Jaya (PT. TIJ) is a growing company engaged in the manufacture of wooden hangers. Facing tight competition, PT. MKJ continues to strive to improve the quality of its products and the company's image by providing satisfactory service to its customers. The problem faced by the company is that the company wants to increase its production capacity with a limit of one hour of overtime per day. The purpose of this study is to determine the number of machines, the area of ​​production area needed to meet the desired capacity and to provide a proposed layout of the production floor with the adjusted number of machines. This will later be used as a consideration by the company in continuing its production floor rental contract which will expire in February 2001. The study began with collecting the necessary data, calculating standard time, creating an operation process map and assembly map, creating a Routing Sheet to determine the number of theoretical machine requirements, calculating the actual number of machine requirements, calculating the required Production Floor Area, and calculating the material handling costs (MHPS). From the MHPS, a From-to-Cost Chart (FTC) was created which became the basis for creating FTC Inflow and FTC Outflow, then a priority scale of Inflow and Outflow was compiled based on FTC Inflow and Outflow. Based on the data on the Priority Scale, an Activity Relationship Diagram (ARD) for In and Outflow was created. This ARD was created using two methods: manual calculation and assistance from the Factory R4.5 program. The best ARD from each method was then taken based on predetermined error calculations. The best ARD from each method will be used as a reference for the proposed layout drawing. The current and proposed layout drawing was done using AutoCAD R.14 software. After the drawing, an analysis of the movement distance, movement time, and material handling costs was carried out with the actual path where the flow was drawn and measured directly with the aim of approaching the existing reality. After analyzing each layout, a comparative analysis was carried out between the current layout and the proposed layout from both methods. From the calculation results, it was found that the company needed to add 12 machines and 24 operators. This addition was made for the type of machine. The required production floor area was 758.21 m2. From the results of the current layout analysis, the required material handling costs were Rp. 65.24 per unit per month. For proposed layout 1 using manual calculations, the material handling cost is Rp. 50.73 per unit per month. Meanwhile, for proposed layout 2 using the Factory R.4.5 program, the required material handling cost is Rp. 49.68 per unit per month. This shows that the proposed layout, especially proposal 2, has a more orderly placement with optimum utilization of the production area so that the costs incurred are lower.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?