DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan lini perakitan produk ups ica di PT. Indodaya Cipta Lestari


Oleh : Tony Wijaya

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1999

Pembimbing 1 : Dadan Umar Daihani

Pembimbing 2 : Sucipto Adisuwiryo

Subyek : Inventory control;Industrial management;Production control

Kata Kunci : line repair, product assembly, UPS ICA, PT. Indodaya Cipta Lestari

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 1999_TA_STI_06395302_Halaman-Judul.pdf
2. 1999_TA_STI_06395302_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 1999_TA_STI_06395302_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 1999_TA_STI_06395302_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 1999_TA_STI_06395302_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 1999_TA_STI_06395302_Bab-4_Pengumpulan-Dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 1999_TA_STI_06395302_Bab-5_Analisa-Dan-Usulan-Perbaikan.pdf
8. 1999_TA_STI_06395302_Bab-6_Kesimpulan-Dan-Saran.pdf
9. 1999_TA_STI_06395302_Daftar-Pustaka.pdf 3
10. 1999_TA_STI_06395302_Lampiran.pdf

D Dalam menyongsong era globalisasi dunia, dimana arcs teknologi informasi (11) berkembang sangat cepat, mak-a penggunaan peralatan elektronika dalam kehidupan sehari-hari telah menjadi kebutuhan yang sangat penting. Penggunaan peralatan elektronika dapat terhambat jika cumber listrik mati atau jika terjadi tegangan listrik yang berubah-ubah, sehingga peralatan elektronika tersebut tidak dapat digunakan. Perkembangan teknologi yang terns menerus dengan melakukan R & D, telah menciptakan suatu alat yang dapat mencegah hambatan tersebut, yaitu UPS ( Uninten-wmtible Power Supply) yang merupakan suatu alat yang dapat mencegah terhentinya penggunaan peralatan elektronika pada saat listrik putus mendadak. Sehingga penggunaan peralatan elektronika tersebut tetap dapat berjalan tanpa terhambat akibat terputusnya aliran listrik. PT. ENTDODAYA CIPTA LESTARI merupakan perusahaan lokal yang memproduksi UPS. Sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang perakitan elektronika, khususnya UPS. PT. ]NDODAYA CIPTA LESTARI berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja dalam lini perakitannya, sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas produksinya. Pada saat sekarang ini jumlah produk yang dihasilkan oleh pihak perusahaan belumlah maksimal. Hal ini disebabkan karena belum terwujudnya keseimbangan beban kerja pada setiap stasiun kerja dalam lini perakitannya. Adanya ketidakseimbangan beban kerja pada setiap stasiun kerja pada lini perakitan ini mengakibatkan setiap stasiun kerja mempunyai kecepatan produksi yang berbeda-beda sehingga akan menimbulkan waktu menganggur ( idle time) dan penumpukan produk setengah jadi ( bottle neckl) pada stasiun kerja-stasiun kerja tertentu dalam lini perakitannya. Hal ini dapat memperlambat waktu siklus dan menurunkan efisiensi kerja pada lini perakitan, sehingga akan menurunkan kapasitas produksi dan produktivitas kerja yang ada, Dengan menggunakan metode Heuristik, maka beban kerja yang ada dapat dialokasikan pada setiap stasiun kerja-stasiun kerja sehingga dicapai waktu perakitan yang seimbang antar stasiun kerja dalam lini perakitannya Dengan tercapainya keseimbangan beban kerja pada lini perakitan ini, maka tidak akan terjadi penumpuk-an produk setengah jadi ( bottle neck ) dan setiap stasiun kerja akan mempunyai kecepatan produksi yang seimbang serta waktu menganggur ( idle tine) yang kecil. Jumlah waktu menganggur ( total idle time) pada lini perakitannya berkurang dart 1275.26 detik menjadi 74.98 - 143.32 detik.Dengan kecepatan produksi yang seimbang dan waktu menganggur yang kecil antar stasiun kerja, maka akan meningkatkan efisiensi lini perakitan dan mengurangi waktu siklus perakitan. Efisiensi lini perakitan ( total line efficiency) meningkat dari 73.39 % menjadi 96.04 % - 97.89 %, dan waktu siklus perakitan ( cycle time) berkurang dari 958.69 detik menjadi 591.69 -603.08 detik. Serta jumlah produk yang dihasilkan meningkat dari 30 unit I hari menjadi 47 - 48 unit I hari. Dan dengan menggunakan dan mengoptimalkan 6 stasiun kerja yang ada pada lini perakitannya, maka produktivitas kerja ( labor productivity) jugs meningkat dari 0.75 unit / man-hours menjadi 0.98 - 1 unit / man-hours.

I In welcoming the era of globalization, where information technology arcs (11) are developing very rapidly, the use of electronic equipment in everyday life has become a very important need. The use of electronic equipment can be hampered if the power source goes out or if there is a change in the electrical voltage, so that the electronic equipment cannot be used. Continuous technological developments through R & D have created a tool that can prevent these obstacles, namely UPS (Uninterruptible Power Supply) which is a tool that can prevent the cessation of the use of electronic equipment when the power goes out suddenly. So that the use of electronic equipment can continue without being hampered by a power outage. PT. ENTDODAYA ​​CIPTA LESTARI is a local company that produces UPS. As a company engaged in the field of electronic assembly, especially UPS. PT. ENTDODAYA ​​CIPTA LESTARI strives to increase the efficiency and productivity of work in its assembly line, so that it can increase its production capacity. At present, the number of products produced by the company is not yet optimal. This is because the workload balance has not been realized at each work station in the assembly line. The imbalance of the workload at each work station in this assembly line causes each work station to have different production speeds so that it will cause idle time and accumulation of semi-finished products (bottle neck) at certain work stations in the assembly line. This can slow down the cycle time and reduce work efficiency on the assembly line, thereby reducing the production capacity and existing work productivity. By using the Heuristic method, the existing workload can be allocated to each work station so that a balanced assembly time is achieved between work stations in the assembly line. By achieving a balanced workload on this assembly line, there will be no accumulation of semi-finished products (bottle neck) and each work station will have a balanced production speed and small idle time. The total idle time on the assembly line decreased from 1275.26 seconds to 74.98 - 143.32 seconds. With a balanced production speed and small idle time between work stations, it will increase assembly line efficiency and reduce assembly cycle time. Assembly line efficiency (total line efficiency) increased from 73.39% to 96.04% - 97.89%, and assembly cycle time (cycle time) decreased from 958.69 seconds to 591.69 - 603.08 seconds. And the number of products produced increased from 30 units / day to 47 - 48 units / day. And by using and optimizing the 6 work stations on the assembly line, labor productivity also increased from 0.75 units / man-hours to 0.98 - 1 unit / man-hours.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?