Tinjauan yuridis penetapan nilai pabean atas penolakan nilai transaksi sebagai dasar penghitungan bea masuk (studi putusan pengadilan pajak nomor put-0038886.19/2024/pp/m.xviia tahun 2025)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Reni Dwi Purnomowati
Kata Kunci : State Finance Law; Directorate General of Customs and Excise; Import Duty; Customs; Tax Dispute.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010001900089_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010001900089_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010001900089_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010001900089_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010001900089_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010001900089_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010001900089_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010001900089_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010001900089_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010001900089_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010001900089_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010001900089_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010001900089_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010001900089_Lampiran.pdf |
|
P Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menggambarkan sistematikapenetapan nilai pabean sebagai dasar penghitungan bea masuk menurutundang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan, sertamenganalisis hambatan dan kendala yang dihadapi direktorat jenderalbea dan cukai dalam penetapan tersebut beserta implikasinya terhadaptimbulnya sengketa kepabeanan menurut undang-undang nomor 17tahun 2006 tentang kepabeanan dan peraturan menteri keuangannomor 144/pmk.04/2022 tentang nilai pabean untuk penghitungan beamasuk, dengan putusan pengadilan pajak nomor put-003886.19/2024/pp/m.xviia tahun 2025 sebagai studi kasus. penelitianmenggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus,didukung data sekunder berupa bahan hukum primer dan bahan hukumsekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan serta dianalisis secarakualitatif. hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan nilai pabeanmenempatkan nilai transaksi sebagai dasar utama sebagaimana diaturdalam pasal 15 sampai dengan pasal 17 undang-undang nomor 17tahun 2006 dan dijabarkan dalam peraturan menteri keuangan nomor144/pmk.04/2022, dengan penerapan metode penilaian secaraberjenjang, sehingga penggunaan metode alternatif hingga metodepengulangan (fallback) hanya dapat dibenarkan apabila penolakan nilaitransaksi didasarkan pada alasan yang objektif. hambatan dan kendaladalam penetapannya bersumber dari perbedaan penilaian terhadapkeabsahan nilai transaksi, persoalan pembuktian dokumen danpembayaran, penggunaan data pembanding, hubungan istimewa, sertaketerbatasan transparansi dalam penggunaan metode alternatif, yangseluruhnya berimplikasi pada timbulnya sengketa kepabeanansebagaimana tampak dalam putusan yang mengabulkan seluruhpermohonan banding importir.
T This study aims to analyze and describe the legal framework governing the determination of customs value as the basis for calculating import duty under law number 17 of 2006 concerning customs, as well as to examine the obstacles and challenges encountered by the directorate general of customs and excise in determining customs value and their implications for the emergence of customs disputes under law number 17 of 2006 concerning customs and the minister of finance regulation number 144/pmk.04/2022 concerning customs value for the calculation of import duty, using tax court decision number put-003886.19/2024/pp/m.xviia of 2025 as a case study. this research employs a normative legal research method with a descriptive-analytical approach, applying both the statutory approach and the case approach. the study is supported by secondary data consisting of primary and secondary legal materials obtained through library research and analyzed qualitatively. the findings indicate that the determination of customs value places the transaction value as the primary basis for customs valuation, as stipulated in articles 15 to 17 of law number 17 of 2006 and further elaborated in minister of finance regulation number 144/pmk.04/2022, through the sequential application of customs valuation methods. accordingly, the use of alternative valuation methods, including the fallback method, is only justified where the rejection of the transaction value is based on objective and legally justifiable grounds. the obstacles and challenges in determining customs value arise from differences in the assessment of the validity of the transaction value, issues concerning documentary and payment verification, the use of comparison data, special relationships between the parties, and the limited transparency in the application of alternative valuation methods. these factors ultimately contribute to the emergence of customs disputes, as reflected in the tax court decision, which granted the importer\\\'s appeal in its entirety.