DETAIL KOLEKSI

Perlindungan konsumen atas kerugianpenyelenggara jasa perkawinan oleh wedding


Oleh : Raden Sulthan Muhammad Faishal

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Anna Maria Tri Anggraini

Kata Kunci : Consumer Protection Rights, wedding organizer, breach of contract, legal remedies, Consumer Protecti

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002000417_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002000417_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002000417_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002000417_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002000417_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002000417_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002000417_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002000417_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002000417_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002000417_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002000417_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002000417_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002000417_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002000417_Lampiran.pdf

M Meningkatnya penggunaan jasa wedding organizer juga diikuti dengan munculnya berbagai masalah yang merugikan konsumen, salah satunya pada kasus wedding organizer ayu puspita. rumusan masalah bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen atas kerugian pelaksanaan jasa perkawinan oleh wedding organizer ayu puspita menurut undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan perundang-undangan terkait? apa bentuk upaya hukum yang dapat ditempuh oleh konsumen atas kerugian pelaksanaan jasa perkawinan oleh wedding organizer ayu puspita? penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara, analisis data metode kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perlindungan hukum terhadap konsumen yang mengalami kerugian akibat pelaksanaan jasa perkawinan oleh wedding organizer ayu puspita berdasarkan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan perundang-undangan terkait, serta menggambarkan bentuk upaya hukum yang dapat ditempuh oleh konsumen. kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa hubungan hukum antara konsumen dan wedding organizer ayu puspita lahir dari perjanjian yang mengikat para pihak sehingga pelaku usaha wajib memenuhi seluruh prestasi yang diperjanjikan. upaya hukum yang dapat ditempuh konsumen meliputi penyelesaian sengketa melalui jalur non-litigasi, yaitu musyawarah dan badan penyelesaian sengketa konsumen (bpsk), maupun jalur litigasi.

T The increasing use of wedding organizer services has been accompanied by the emergence of various issues that result in consumer losses, as seen in the case of ayu puspita wedding organizer. the research questions of this study are, how is legal protection provided to consumers for losses incurred in the execution of wedding services by ayu puspita wedding organizer under law number 8 of 1999 concerning consumer protection and related regulations, what forms of legal remedies can consumers pursue for losses caused by the execution of wedding services by ayu puspita wedding organizer. this study is a descriptive normative legal research. data collection was conducted through literature studies and interviews, and the data was analyzed using qualitative methods with deductive reasoning. this study aims to describe the legal protection for consumers suffering losses due to the performance of wedding services by ayu puspita wedding organizer based on law number 8 of 1999 concerning consumer protection and related legislation, as well as to outline the legal remedies available to consumers. the findings of this study indicate that the legal relationship between consumers and ayu puspita wedding organizer arises from a contract that binds both parties, thereby obligating the business entity to fulfill all agreed-upon performance (prestasi). legal remedies available to consumers include dispute resolution through non-litigation channels namely deliberation for consensus (musyawarah) and badan penyelesaian sengketa konsumen (bpsk) as well as litigation channels.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?