DETAIL KOLEKSI

Perbandingan tata cara jual beli tanah di negara indonesia dan negara jerman


Oleh : Khansa Fatimah Sulistya

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Sri Untari Indah Artati

Kata Kunci : Comparative Law; Land Purchase; Land Registration; Indonesia; Germany

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200247_Halaman-Judul.pdf 9
2. 2026_SK_SHK_010002200247_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200247_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200247_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200247_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200247_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200247_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200247_Bab-1.pdf 16
9. 2026_SK_SHK_010002200247_Bab-2.pdf 27
10. 2026_SK_SHK_010002200247_Bab-3.pdf 17
11. 2026_SK_SHK_010002200247_Bab-4.pdf 19
12. 2026_SK_SHK_010002200247_Bab-5.pdf 4
13. 2026_SK_SHK_010002200247_Daftar-Pustaka.pdf 7
14. 2026_SK_SHK_010002200247_Lampiran.pdf 1

T Tanah memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat sehingga setiap peralihan hak atas tanah memerlukan pengaturan yang menjamin kepastian hukum. di indonesia, jual beli dan pendaftaran tanah diatur dalam undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria dan peraturan pemerintah nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah, sedangkan di jerman diatur dalam bürgerliches gesetzbuch (bgb) dan grundbuchordnung(gbo). penelitian ini membahas persamaan dan perbedaan tata cara jual beli tanah di indonesia dan jerman serta kelebihan dan kelemahan sistem yang berlaku di kedua negara. penelitian bertujuan menganalisis perbandingan pengaturan tersebut sebagai bahan kajian dalam pengembangan hukum pertanahan. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. penarikan kesimpulan dilakukan secara deduktif.hasil penelitian menunjukkan bahwa indonesia dan jerman sama-sama mewajibkan keterlibatan pejabat umum dan pendaftaran peralihan hak atas tanah untuk mewujudkan kepastian hukum. perbedaannya terletak pada sistem publikasi yang digunakan. indonesia menerapkan sistem publikasi negatif bertendensi positif sehingga lebih mudah diakses masyarakat, namun kepastian hukumnya belum mutlak. sebaliknya, jerman menerapkan sistem publikasi positif melalui grundbuch yang memberikan kepastian hukum lebih tinggi, tetapi prosesnya lebih formal dan berbiaya lebih besar. oleh karena itu, penguatan unsur publikasi positif dalam sistem pendaftaran tanah indonesia dapat dipertimbangkan sebagai salah satu arah reformasi hukum pertanahan nasional.

L Land plays an important role in the lives of society; therefore, every transfer of land rights requires regulations that ensure legal certainty. in indonesia, land sale and purchase and land registration are regulated under law number 5 of 1960 concerning basic agrarian principles and government regulation number 24 of 1997 concerning land registration, while in germany, they are regulated under the bürgerliches gesetzbuch (bgb) and the grundbuchordnung (gbo). this research examines the similarities and differences in the procedures for land sale and purchase in indonesia and germany, as well as the advantages and disadvantages of the systems applicable in both countries. the purpose of this research is to analyze the comparative regulations as a reference for the development of land law. the research employs a normative legal research method with a descriptive approach, using secondary data consisting of primary and secondary legal materials. the conclusions are drawn deductively. the results of the research indicate that indonesia and germany both require the involvement of public officials and the registration of transfers of land rights in order to ensure legal certainty. the difference lies in the publication system applied. indonesia adopts a negative publication system with positive tendencies, which makes the system more accessible to the public; however, the legal certainty provided is not absolute. in contrast, germany applies a positive publication system through the grundbuch, which provides a higher degree of legal certainty, although the process is more formal and entails greater costs. therefore, strengthening the elements of positive publication within indonesia’s land registration system may be considered as one possible direction for the reform of national land law.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?