Analisis komparatif kewenangan penuntut umum dalam proses penyidikan tindak pidana pembunuhan indonesia dan korea selatan
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Dwi Alfianto
Kata Kunci : Public Prosecutor, Criminal Investigation, Murder, Comparative Law, Indonesia, South Korea
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200090_Halaman-Judul.pdf | 8 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200090_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200090_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200090_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200090_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200090_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200090_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200090_Bab-1.pdf | 15 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200090_Bab-2.pdf | 50 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200090_Bab-3.pdf | 14 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200090_Bab-4.pdf | 16 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200090_Bab-5.pdf | 8 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200090_Daftar-Pustaka.pdf | 9 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200090_Lampiran.pdf | 45 |
|
P Penelitian ini membahas kewenangan penuntut umum dalam proses penyidikan tindak pidana pembunuhan di indonesia dan korea selatan. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan dan penerapan kewenangan penuntut umum dalam proses penyidikan tindak pidana pembunuhan indonesia dan korea selatan? metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perbandingan hukum, bersifat deskriptif analitis, menggunakan penalaran deduktif, serta didukung data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. kesimpulan penelitian ini menunjukkan kewenangan penuntut umum dalam penyidikan tindak pidana pembunuhan di korea selatan lebih luas karena jaksa dapat terlibat sejak tahap awal penyidikan, sehingga proses penanganan perkara menjadi lebih efektif dan terarah. namun, luasnya kewenangan tersebut berpotensi menimbulkan konsentrasi kekuasaan yang berlebihan serta risiko penyalahgunaan kewenangan. sementara itu, kewenangan penuntut umum di indonesia terbatas pada tahap prapenuntutan sebagaimana diatur dalam kitab undang-undang hukum acara pidana, yang mencerminkan adanya pemisahan kewenangan dan mekanisme pengawasan yang lebih kuat, tetapi di sisi lain dapat mengurangi efektivitas penanganan perkara karena keterbatasan keterlibatan penuntut umum pada tahap awal penyidikan.
T This research examines the authority of the public prosecutor in the criminal investigation process of murder cases in indonesia and south korea. the research problem focuses on how the regulation and implementation of the public prosecutor’s authority in the investigation of murder cases are arranged and applied in indonesia and south korea. the research method employed is normative legal research using a comparative law approach, with a descriptive-analytical nature, deductive reasoning, and supported by secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. the conclusion of this research indicates that the authority of the public prosecutor in the investigation of murder cases in south korea is broader, as prosecutors may be involved from the early stages of the investigation, making the case-handling process more effective and directed. however, such broad authority potentially leads to excessive concentration of power and the risk of abuse of authority. meanwhile, the authority of the public prosecutor in indonesia is limited to the pre-prosecution stage as regulated in the criminal procedure code, reflecting a separation of powers and stronger oversight mechanisms; however, this limitation may reduce the effectiveness of case handling due to the restricted involvement of the public prosecutor at the early stage of investigation.