Kewenangan antara kepolisian republik indonesia dengan dinas perhubungan kota bekasi terhadap penindakan langsung parkir di dalam ruang milik jalan sesuai aturan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Reni Dwi Purnomowati
Kata Kunci : Direct Enforcement, Parking on the Road, Indonesian National Police, Bekasi City Transportation Agen
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002100212_Halaman-Judul.pdf | 12 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002100212_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002100212_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | ||
| 4. | 2026_SK_SHK_010002100212_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002100212_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 6. | 2026_SK_SHK_010002100212_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002100212_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | ||
| 8. | 2026_SK_SHK_010002100212_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002100212_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002100212_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002100212_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002100212_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010002100212_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002100212_Lampiran.pdf |
|
P Penelitian ini membahas fenomena parkir liar di ruang milik jalan yang marak ditemui di wilayah kota bekasi yang disebabkan oleh adanya tumpang tindih kewenangan, perbedaan penafsiran terhadap dasarhukum penindakan, serta kurangnya koordinasi yang terstruktur antara kepolisian dan dinas perhubungan di lapangan. permasalahannya adalah bagaimana pembagian kewenangan dan upaya harmonisasi peraturan hukum kepolisian republik indonesia dan dinas perhubungan kota bekasi dalam penindakan langsung parkir di ruang milik jalan berdasarkan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. metode yangdigunakan adalah metode penelitian hukum normatif, bersifat deskriptif analitis, menggunakan data sekunder yang didukung data primer, teknik pengumpulan datanya melalui studi kepustakaan,dianalisis secara kualitatif, dan disimpulkan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara normatif, kepolisian dan dinas perhubungan kota bekasi telah memiliki kewenangan masing-masing dalam penindakan parkir di ruang milik jalan, dalam pelaksanaannya di lapangan belum berjalan secara optimal. penindakan masih bersifat situasional, adanya tumpang tindih kewenangan yang belum jelas sehingga menyebabkan koordinasi antarinstansi melemah dan tidak terkoordinir dengan baik. adapun upaya harmonisasi peraturan hukum keduanya belum berjalan secara berkelanjutan dan belum menimbulkan efek jera bagi para pelanggar.
T This study examines the widespread phenomenon of illegal on-street parking in bekasi city, caused by overlapping authority, differing interpretations of the legal basis for enforcement, and a lack of structured coordination between the police and the bekasi city transportation agency in the field. the issue concerns the division of authority and efforts to harmonize legal regulations between the indonesian national police and the bekasi city transportation agency regarding direct enforcement of on-street parking, based on law number 22 of 2009 concerning road traffic and transportation. the method used is a normative legal research method, descriptive and analytical, utilizing secondary data supported by primary data. the data collection technique is literature review, qualitative analysis, and deductive conclusions are drawn. the results indicate that although normatively, the police and the bekasi city transportation agency have their respective authorities to enforce on-street parking, their implementation in the field has not been optimal. enforcement remains situational, and unclear overlapping authority leads to weak and poorly coordinated inter-agency coordination. efforts to harmonize the legal regulations of both have not been carried out sustainably and have not had a deterrent effect on violators.