DETAIL KOLEKSI

Karakteristik sedimen karbonat laut dalam di palung jawa berdasarkan nanofosil gampingan


Oleh : Shallom Imanuela Angel

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Rendy

Kata Kunci : Carbonate Compensation Depth, calcareous nannofossils, Java Trench, deep-marine sediments

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_STG_072002100011_Halaman-Judul.pdf 14
2. 2026_SK_STG_072002100011_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_STG_072002100011_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_STG_072002100011_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_STG_072002100011_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_STG_072002100011_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_STG_072002100011_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_STG_072002100011_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_STG_072002100011_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_STG_072002100011_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_STG_072002100011_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_STG_072002100011_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_STG_072002100011_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_STG_072002100011_Lampiran.pdf

P Palung jawa merupakan hasil dari subduksi antara lempeng indo-australia dan eurasia, memiliki kedalaman mencapai 7.000 meter. hal ini menciptakan lingkungan laut dalam kompleks dengan proses sedimentasi maupun dinamika tektonik, serta suplai biogenik. penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasikan sedimen laut dalam di palung jawa dengan nanofosil gampingan sebagai indikator utama untuk mengetahui kondisi lingkungan pengendapan dan perubahan kedalaman carbonate compensation depth (ccd) sampel penelitian diperoleh dari ekspedisi penyelaman gabungan palung jawa china-indonesia dibawah pengawasan brin dan idsse. pengambilan dilakukan dibeberapa titik sepanjang palung jawa menggunakan metode gravity core. metode penelitian meliputi preparasi smear slide, identifikasi morfologi nanofosil menggunakan mikroskop polarisasi dengan perbesaran 1.500x, serta kuantifikasi sedikitnya 200 spesimen per sampel. analisis dilakukan untuk menentukan kelimpahan, keanekaragaman, dan tingkat preservasi nanofosil. teridentifikasi 25 genus nanofosil dengan terdiri dari 64 species. hasil analisis dari setiap interval kedalaman memperlihatkan variasi kelimpahan dan keterdapatan taksa yang cukup jelas dari umur cretaceous, paleogen, hingga neogen. karena banyaknya fosil reworked, digunakan pendekatan dengan metode oppel dan didapatkan zona umur nn14-nn16 atau pliosen awal dengan discoaster brouweri dan discoaster surculus sebagai keyspecies. ditemukan sejumlah species reworked berumur tua yang mencerminkan proses pengendapan ulang akibat proses sedimentasi massa seperti turbidit dan aktivitas tektonik. menunjukan bahwa karakteristik sedimen laut dalam pada palung jawa dicerminkan oleh aktivitas tektonik pada zona subduksi, dinamika oseanografi, dan proses sedimentasi biogenik.

T The java trench is the product of subduction between the indo-australian and eurasian plates and reaches depths of up to 7,000 m. this setting creates a complex deep-sea environment shaped by tectonic dynamics, sedimentary processes, and biogenic supply. this study aims to characterize deep-sea sediments of the java trench using calcareous nannofossils as the primary proxy to infer depositional conditions and changes in the carbonate compensation depth (ccd). sampels were obtained during the china–indonesia joint java trench deep-sea expedition under the supervision of brin and idsse. sampling was carried out at multiple sites along the trench using gravity coring. methods included smear-slide preparation, morphological identification of nannofossils under a polarizing microscope at 1,500× magnification, and quantitative counts of at least 200 specimens per sampel. analyses focused on abundance, diversity, and preservation of nannofossils. a total of 25 genus and 64 species were identified. depth-interval analyses reveal distinct variations in abundance and taxonomic composition spanning the cretaceous, paleogene, and neogene. because reworked specimens are abundant, the oppel method was applied to interpret bioevents; the assemblages indicate biozones nn14–nn16 (early pliocene), with discoaster brouweri and discoaster surculus recognized as key species. numerous older reworked taxa were also recorded, reflecting redeposition by mass-flow processes (e.g., turbidites) and tectonic activity. these results indicate that deep-sea sediment characteristics in the java trench are governed by the interplay of subduction-zone tectonics, oceanographic dynamics, and biogenic sedimentation. the presence and preservation of calcareous nannofossils below the regional ccd reflect rapid sediment supply and complex depositional processes that permit partial carbonate preservation in the deep marine.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?