DETAIL KOLEKSI

Perbandingan kinerja algoritma svm dan naÏve bayes dalam analisis sentimen terhadap putusan mahkamah konstitusi nomor 60/puu-xxii/2024 tentang pilkada dki jakarta di twitter (x)


Oleh : Alfando Reinhard Halatu

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2025

Pembimbing 1 : Binti Solihah

Pembimbing 2 : Gatot Budi Santoso

Subyek : System analysis--Computer programs

Kata Kunci : Sentiment analysis, Constitutional Court, Support Vector Machine, Naïve Bayes , Twitter (X) , Jakar

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2025_SK_STF_064001800023_Halaman-Judul.pdf 13
2. 2025_SK_STF_064001800023_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2025_SK_STF_064001800023_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2025_SK_STF_064001800023_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2025_SK_STF_064001800023_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2025_SK_STF_064001800023_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2025_SK_STF_064001800023_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2025_SK_STF_064001800023_Bab-1-Pendahuluan.pdf 5
9. 2025_SK_STF_064001800023_Bab-2-Landasan-Teori.pdf
10. 2025_SK_STF_064001800023_Bab-3-Metodologi-Penelitian.pdf 6
11. 2025_SK_STF_064001800023_Bab-4-Analisis-dan-Pembahasan.pdf
12. 2025_SK_STF_064001800023_Bab-5-Kesimpulan-dan-Saran.pdf 1
13. 2025_SK_STF_064001800023_Daftar-Pustaka.pdf 2
14. 2025_SK_STF_064001800023_Lampiran.pdf 1

P Putusan mahkamah konstitusi nomor 60/puu-xxii/2024 mengenai perubahan syarat pengusungan pasangan calon dalam pilkada dki jakarta telah memicu berbagai tanggapan publik di media sosial, khususnya di platform twitter (x). tanggapan-tanggapan tersebut mengandung beragam sentimen yang penting untuk dianalisis dalam rangka memahami persepsi masyarakat terhadap kebijakan tersebut. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap putusan tersebut dengan membandingkan kinerja dua algoritma klasifikasi, yaitu support vector machine (svm) dan naïve bayes. data dikumpulkan dari twitter (x) dan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sentimen: positif, negatif, dan netral. evaluasi kinerja algoritma dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan f1-score. hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma svm memberikan performa yang lebih unggul dan seimbang dibandingkan naïve bayes. svm mencatat akurasi sebesar 0.75, dengan f1-score 0.81 untuk sentimen positif dan 0.68 untuk sentimen negatif. sebaliknya, naïve bayes mencatat akurasi 0.69, namun menunjukkan ketidakseimbangan performa, terutama pada sentimen negatif yang hanya memiliki recall sebesar 0.26 dan f1-score sebesar 0.40, meskipun memiliki recall tinggi (0.98) pada sentimen positif dengan f1-score 0.79. berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa algoritma svm lebih efektif dan andal dalam mengklasifikasikan sentimen publik secara seimbang. penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemilihan metode klasifikasi teks yang tepat untuk analisis sentimen di media sosial, serta dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam memahami opini publik terhadap isu-isu politik.kata kunci: analisis sentimen, putusan mahkamah konstitusi, support vector machine, naïve bayes, twitter (x), pilkada dki jakarta.

T The constitutional court decision number 60/puu-xxii/2024 regarding changes to the requirements for nominating candidate pairs in the jakarta regional election (pilkada dki jakarta) has sparked various public responses on social media, particularly on the twitter (x) platform. these responses contain diverse sentiments that are important to analyze in order to understand public perception of the policy. this study aims to analyze public sentiment towards the decision by comparing the performance of two text classification algorithms, namely support vector machine (svm) and naïve bayes. data was collected from twitter (x) and classified into three sentiment categories: positive, negative, and neutral. the performance of the algorithms was evaluated using accuracy, precision, recall, and f1-score metrics. the results show that the svm algorithm delivers superior and more balanced performance compared to naïve bayes. svm recorded an accuracy of 0.75, with an f1-score of 0.81 for positive sentiment and 0.68 for negative sentiment. in contrast, naïve bayes achieved an accuracy of 0.69 but showed performance imbalance, particularly on negative sentiment with a recall of only 0.26 and an f1-score of 0.40, despite a high recall (0.98) on positive sentiment with an f1-score of 0.79. based on these findings, it can be concluded that the svm algorithm is more effective and reliable for classifying public sentiment in a balanced manner. this study contributes to the selection of appropriate text classification methods for sentiment analysis on social media and can serve as a reference for policymakers in understanding public opinion on political issues.keywords: sentiment analysis, constitutional court, support vector machine, naïve bayes , twitter (x) , jakarta regional election.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?