DETAIL KOLEKSI

Tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen obat sirup beracun (studi putusan nomor 94/pdt/2025/pt dki)


Oleh : Reyhan Denlie Ramiro

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2025

Pembimbing 1 : Siti Nurbaiti

Subyek : Consumer protection - Law and legislation

Kata Kunci : liability , business actor, consumer, consumer protection, syrup-based medicine

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2025_SK_SHK_010001900516_Halaman-Judul.pdf 8
2. 2025_SK_SHK_010001900516_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2025_SK_SHK_010001900516_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2025_SK_SHK_010001900516_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2025_SK_SHK_010001900516_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2025_SK_SHK_010001900516_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2025_SK_SHK_010001900516_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 2
8. 2025_SK_SHK_010001900516_Bab-1.pdf 21
9. 2025_SK_SHK_010001900516_Bab-2.pdf 15
10. 2025_SK_SHK_010001900516_Bab-3.pdf
11. 2025_SK_SHK_010001900516_Bab-4.pdf 4
12. 2025_SK_SHK_010001900516_Bab-5.pdf 2
13. 2025_SK_SHK_010001900516_Daftar-Pustaka.pdf 4
14. 2025_SK_SHK_010001900516_Lampiran.pdf

P Perlindungan konsumen terkait hak-hak nya dalam industri farmasi menjadi sangat penting, mengingat industri farmasi sangat dibutuhkan bagi masyarakat di segala umur, akan tetapi dalam praktiknya, masih kerap ditemui pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha industri farmasi di indonesia, salah satu contohnya adalah kasus obat sirup beracun yang mengakibatkan gangguan ginjal akut progresif atipikal (ggapa) dan kematian bagi ratusan anak di indonesia. bagaimana tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen obat sirup beracun berdasarkan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan apakah putusan pengadilan nomor 94/pdt/2025/pt dki telah sesuai dengan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen merupakan pokok permasalahan yang dibahas. penelitian ini menggunakan metode hukum normatif yang bersifat deskriptif, dengan bersumber pada data sekunder yang dianalisis secara kualitatif dan penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menggambarkan bahwa pelaku usaha telah lalai dan tidak bertanggung jawab terhadap konsumen dalam menjalankan kewajibannya sebagaimana yang ditentukan dalam undang-undang perlindungan konsumen dan putusan hakim nomor 94/pdt/2025/pt dki tidak diputuskan secara cermat dan objektif, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum pada konsumen untuk mendapatkan perlindungan hukum.

C Consumer protection regarding their rights in the pharmaceutical industry is very important, considering that the pharmaceutical industry is very much needed by people of all ages, however in practice, violations are still often found by pharmaceutical industry business actors in indonesia, one example is the case of toxic syrup drugs that resulted in atypical acute progressive kidney disorders (ggapa) and the death of hundreds of children in indonesia. how are business actors\\\' responsibilities towards consumers of toxic syrup drugs based on law number 8 of 1999 concerning consumer protection and whether court decision number 94 / pdt / 2025 / pt dki is in accordance with law number 8 of 1999 concerning consumer protection is the main problem discussed. this study uses a descriptive normative legal method, sourced from secondary data that is analyzed qualitatively and deductively drawn conclusions. the results of the study illustrate that business actors have been negligent and irresponsible towards consumers in carrying out their obligations as stipulated in the consumer protection law and the judge\\\'s decision number 94/pdt/2025/pt dki was not decided carefully and objectively, thus creating legal uncertainty for consumers in obtaining legal protection.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?