Usulan perencanaan produksi dan perencanaan kebutuhan bahan berdasarkan kapasitas yang tersedia di PT. XYZ
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1997
Pembimbing 1 : Sumiharni Batubara
Subyek : Production planning;Production standards;Materials handling;Industrial engineering
Kata Kunci : production planning, planning, requirements, materials, PT XYZ
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1997_TA_STI_06391189_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 1997_TA_STI_06391189_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 1997_TA_STI_06391189_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 1997_TA_STI_06391189_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 1997_TA_STI_06391189_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 1997_TA_STI_06391189_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 1997_TA_STI_06391189_Bab-5_Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 8. | 1997_TA_STI_06391189_Bab-6_Analisis-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 9. | 1997_TA_STI_06391189_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 1997_TA_STI_06391189_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 1997_TA_STI_06391189_Lampiran.pdf |
|
P PT. XYZ adalah peru.sahaart yang memproduksi baterai untulc.kendaraan atau . • dikenal dengan Alii. Dalam penelitian ini penulis meneliti baterai yang digunalcan untuk • kendaraati. roda empat. yang merupakan. jenis baterai dengan permintaan tertinggi dari berbagai macam Aid. yang diproduksl. P.ennasalahan yang dialami olei). PT. XYZ adalah. ketidakmampuan •pemenuhan kebutuhan-pasar dan adanya penumpukan bahan produksi . • di gudang yang diakibatkan .karena petusahaan ihi beliun memperhatikan secara rinci akan kebutuhan bahan produksi. 'Hal ini tentu saja merugikan perusahaan. karena dengan. adanya penumpukan itu menyebabkan ada.nya modal yang menganggUr. . . Masalah yang dialami oleh PT. XYZ ini dapat diatasi dengan melakukan perencanaan produksi . Perencanaan produksi ini dimulai dengan melakukan peramalan akan. permintaan baterai untuk jenis. NS-40, N-50, . NS-70 dan N-70 •derigan mernakai data perrriintaan masa lalu mulai dari bulan Mei .1995 hingga bulan Oktober 1997. Untuk seluruh tipe .baterai- tersebut diatas • metode peramalan yang . sesuai • adalah Siklus Konstan. -Pemilihan metode peramalan ini, berdaSarkan dari hasil perhitungan MSE yang terkecil dari seluruh alternatif metode peramalan. . . Hasil. peramalan merupakaii masukan bagi . perencanaan agregat. Perencanaan agregat dilakukan untuk empat periode kedepan yaitu bulan Nopember 1997; bulan Desember .1997, bula Januari 1998 dan: bulan Pebruari 1998, Masing-masing sebesar, 119005, 118945, 118858, 118754 dengan biaya sebesar Rp..17.615.767.839,00 • Setelah melakukan perenCanaan agregat maka diteruskan .dengan disagregasi, yang menghasilkan Jadwat Induk Produksi (iP). Untuk memeriksa kelayikan jadwal ini dilakukan perhitungan Rough. Cut Capacity Planning (RCCP) .dengan memalcai. bill of • labour.. Dari hasil perhitungan ini dapat disirnpulkan bahwa Jadwal Induk Produksi tidak melebihi kapasitas yang tersedia. Pembuatan perencanaan bahan dibtiat. setelah JIP valid, karena AP. merupakan masukan :bagi Perencanaan Kebutuhan Bahan • yang dilakukan Untuk empat periode. Hasil dari .perencanaan kebutuhan bahan . adalah diketahuinya jumlah bahan dan waktu pemesanan dad masing-masing .bahan. Perencanaan kebUtUhan bahan yang sudah didapat diteliti kembali untuk dibandingkan dengan kapasitas yang tersedia di setiap stasiun kerja atau dikenal dengan Capacity Requirement Planning (CRP). Hasil. dari CRP ini menunjukan bahwa stasiun kerja yang ada mampu untuk.menienuhi. permintaan.
P PT. XYZ is a company that manufactures vehicle batteries. This study focuses on batteries for four-wheeled vehicles, which represent the product type with the highest demand among the various batteries manufactured by the company. PT. XYZ faces issues regarding its inability to meet market demand and an accumulation of production materials in the warehouse—a result of the company failing to analyze material requirements in detail. This situation causes financial loss to the company, as the material buildup ties up capital that would otherwise be productive. These issues can be resolved through production planning. The planning process begins with forecasting demand for battery types NS-40, N-50, NS-70, and N-70, utilizing historical demand data from May 1995 to October 1997. The Constant Cycle method was determined to be the most suitable forecasting approach for all these battery types, selected based on it yielding the lowest Mean Squared Error (MSE) among the various forecasting alternatives. The forecast results serve as input for aggregate planning. Aggregate planning was conducted for the upcoming four periods—November 1997, December 1997, January 1998, and February 1998—projecting volumes of 119,005, 118,945, 118,858, and 118,754 units, respectively, at a total cost of Rp17,615,767,839.00. Following aggregate planning, the process proceeds to disaggregation, resulting in the Master Production Schedule (MPS). To verify the feasibility of this schedule, a Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) calculation was performed using a bill of labor. The results indicate that the Master Production Schedule (MPS) does not exceed available capacity. Material planning was conducted once the MPS was validated, as the MPS serves as an input for Material Requirements Planning (MRP), which covers four periods. The MRP process determines the required quantities and ordering times for each material. The resulting material plan was then analyzed against the capacity available at each workstation—a process known as Capacity Requirements Planning (CRP). The CRP results demonstrate that the existing workstations are capable of meeting demand.