Analisa sistem perawatan pencegahan pada mesin kritis dan usulan sistem databaseuntuk sistem perawatan mesin pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1999
Pembimbing 1 : Dorina Hetharia
Subyek : Machinery in the workplace - Maintenance and repair;Data processing
Kata Kunci : maintenance system, prevention, critical machines, database system, machine maintenance system, PT.
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1999_TA_STI_06395208_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 1999_TA_STI_06395208_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 1999_TA_STI_06395208_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 1999_TA_STI_06395208_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 1999_TA_STI_06395208_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 1999_TA_STI_06395208_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 1999_TA_STI_06395208_Bab-5_Analisa.pdf |
|
|
| 8. | 1999_TA_STI_06395208_Bab-6_Usulan-Sistem-Database.pdf |
|
|
| 9. | 1999_TA_STI_06395208_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 1999_TA_STI_06395208_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 1999_TA_STI_06395208_Lampiran.pdf |
|
D Dalam produksi, kelancaran produksi merupakan hal yang penting. Produksi akan berjalan dengan lancar apabila didukung oleh suatu sistem perawatan, khususnya perawatan pencegahan. Dengan sistem perawatan pencegahan yang telah terencana dengan baik maka diharapkan dapat memperkecil downtime pada mesin produksi. Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk. dan berbagai mesin yang ada, terdapat beberapa mesin yang masih mempunyai downtime yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mesin lainnya. Untuk itu pada tugas akhir ini dilakukan analisa terhadap sistem perawatan pencegahan mesin khususnya mesin kritis. Salah satu analisa yang dilakukan adalah menentukan apakah diperlukan adanya penggantian pencegahan komponen berdasarkan data aktual yang didapatkan di lapangan, sehingga diharapkan dapat menurunkan downtime yang terjadi. Selain itu juga dilakukan perhitungan frekuensi pemeriksaan optimal. Model yang digunakan untuk perhitungan penggantian pencegahan dan frekuensi pemeriksaan optimal adalah model yang dikemukakan oleh AKS Jardine, yaitu metode perawatan pencegahan dengan meminimasi total downtime. Dan basil laporan downtime bulanan dan diagram pareto diketahui bahwa mesin kritis adalah mesin Fryer dengan komponen lcritisnya adalah limit switch. Dari data yang didapat dilakukan uji Jumlah Peringkat Wilcoxon dan uji Bartlett maka diketahui bahwa data berasal dan populasi yang sama, setelah dihitung parameter data untuk 4 distribusi, yaitu Weibull, Eksponensial, Lognormal, dan Normal. Berdasarkan nilai r sebesar 0.976241 dan nilai r2 sebesar 0.953047, maka disimpulkan bahwa data berdistribusi eksponensial. Juga didukung dengan perhitungan confidence interval untuk parameter bentuk (13 / b) distribusi Weibull didapat bA > 1, bB < 1 dan b > 1, dapat diketahui bahwa ternyata komponen memang berada dalam keadaan normal. Dengan kondisi komponen yang normal, maka diketahui laju kerusakannya konstan. Oleh karena itu berdasarkan syarat diadakannya preventive replacement, pada suatu komponen yang mempunyai laju kerusakan yang konstan akan terjadi pemborosan saja, apabila dilakukan preventive replacement, karena probabilitas terjadinya kerusakan tidak akan terpengaruh karena adanya penggantian pencegahan Maka tindakan yang dilakukan oleh pihak departemen teknik dalam melakukan perawatan mesin dengan tidak melakukan penggantian komponen sebelum rusak adalah benar. Dengan tidak diperlukannya penggantian pencegahan, maka frekuensi inspeksi yang teratur memegang peranan yang besar dalam mencegah terjadinya kerusakan. Frekuensi pemeriksaan optimal komponen kritis ini sebaiknya dilakukan 2 kali seminggu, agar nilai downtime yang diperoleh adalah sebesar 0.00225 dan nilai availability-nya adalah 0.99775. Jadi sebaiknya pemeriksaan dilakukan oleh operator yang tiap hari memegang mesin Fryer. Pembuatan suatu database untuk pencatatan data kerusakan dan pembuatan laporan akan pencatatan dapat bersifat sistematis dan mempercepat pembuatan laporan bulanan dan dapat dengan mudah diaksds.
I In production, smooth production is crucial. Production will run smoothly if supported by a maintenance system, especially preventive maintenance. With a well-planned preventive maintenance system, it is expected to minimize downtime on production machines. At PT Indofood Sukses Makmur Tbk. and various existing machines, there are several machines that still have a much higher downtime compared to other machines. Therefore, in this final project, an analysis of the preventive maintenance system of machines, especially critical machines, is carried out. One of the analyses carried out is to determine whether preventive component replacement is necessary based on actual data obtained in the field, so that it is expected to reduce downtime that occurs. In addition, the optimal inspection frequency calculation is also carried out. The model used for calculating preventive replacement and optimal inspection frequency is the model proposed by AKS Jardine, namely the preventive maintenance method by minimizing total downtime. And the results of the monthly downtime report and the Pareto diagram are known that the critical machine is the Fryer machine with the limit switch as its critical component. From the data obtained, the Wilcoxon Rank Sum test and the Bartlett test were performed, it was found that the data came from the same population, after calculating the data parameters for 4 distributions, namely Weibull, Exponential, Lognormal, and Normal. Based on the r value of 0.976241 and the r2 value of 0.953047, it was concluded that the data was distributed exponentially. Also supported by the calculation of the confidence interval for the shape parameter (13 / b) of the Weibull distribution, bA> 1, bB <1 and b> 1 were obtained, it can be seen that the component is indeed in a normal condition. With normal component conditions, it is known that the damage rate is constant. Therefore, based on the conditions for preventive replacement, a component that has a constant damage rate will only result in waste, if preventive replacement is carried out, because the probability of damage will not be affected due to preventive replacement. Therefore, the actions taken by the engineering department in carrying out machine maintenance by not replacing components before they are damaged are correct. With no need for preventive replacement, regular inspection frequency plays a major role in preventing damage. The optimal frequency for inspecting this critical component is twice a week, achieving a downtime value of 0.00225 and an availability value of 0.99775. Therefore, inspections should be performed by an operator who operates the Fryer machine daily. Creating a database for recording damage data and generating reports can be systematic, expediting monthly reporting, and making it easily accessible.