DETAIL KOLEKSI

Usulan penerapan metode taguchi dalam penentuan setting pada proses produksi air mineral dalam usaha peningkatan kapabilitas proses di PT. Duta Putra Lexindo


Oleh : Riana

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Subyek : Taguchi methods (Quality control)

Kata Kunci : taguchi method, setting determination, production process, mineral water, improvement efforts, proce

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06399341_Halaman-Judul.pdf
2. 2003_TA_STI_06399341_Lembaran-Pengesahan.pdf
3. 2003_TA_STI_06399341_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06399341_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2003_TA_STI_06399341_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06399341_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06399341_Bab-5_Analisa-Data.pdf
8. 2003_TA_STI_06399341_Bab-6_Implementasi-Usulan.pdf
9. 2003_TA_STI_06399341_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 2003_TA_STI_06399341_Daftar-Pustaka.pdf
11. 2003_TA_STI_06399341_Lampiran.pdf

K Kebutuhan akan air minum yang sehat dan higenis adalah suatu hal yang mutlak saat ini. Tuntutan ini dirasakan makin meningkat karena makin kritisnya opini masyarakat terhadap kebutuhan air bersih, terutama untuk kebutuhan air minum. Bagi masyarakat pulau Bangka, hal ini masih menjadi kendala karena keterbatasan perekonomian. Melihat kondisi inilah, maka PT. Duta Putra Lexindo berusaha terus menerus untuk menyajikan produksi air mineral dalam kemasan yang sehat, higenis dan ekonomis bagi masyarakat.Dalam usahanya untuk meningkatkan usahanya, maka perusahaan merasa perlu untuk terus menerus mengadakan perbaikan kualitas di segala segi produksi sehingga dapat meningkatkan kapabilitas proses perusahaan pada tingkat yang diinginkan. Dengan perbaikan ini maka diharapkan perusahaan akan menghasilkan produk dengan kualitas yang terus membaik di kemudian hari. Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2002 sampai bulan Febuari 2003. Pertama-tama penulis melakukan pengamatan pada proses produksi perusahaan dan mencari karakteristik kualitas kritis dari proses produksi ini. Setelah itu penulis menetapkan untuk mengamati dan mengukur kapabilitas proses dari karakteristik kualitas PH, Kesadahan, dan Kadar Besi. Kemudian penelitian dilanjutkan dengan mengumpulkan data dengan jalan melakukan pengamatan dan percobaan. Pengolahan data ,penganalisaan, dan pengimplementasian dilakukan dengan menggunakan tools, antara lain adalah peta kendali,studi kemampuan proses,diagaram sebab akibat dan perancangan eksperimen. Dan basil pengolahan datadiketahui bahwa kapabilitas proses untuk karakteristik ph masih sangat rendah yaitu 0.61, sehingga karakteristik kualitas inilah yang dipilih untuk dianalisa lebih lanjut. Sedangkan untuk kapabilitas proses karakteristik kualitas kesadahan adalah 1.225, dan kadar besi 2,008, dan kedua kapabilitas proses ini sudah dinilai baik dan memuaskan.Penganalisaan dilakukan dengan cara mencari sumber dari variasi ph pada air mineral ini. Faktor-faktor yang berpengaruh ini didapatkan dari hasil brainstorming dengan pihak perusahaan, dan diketahui bahwa faktor-faktor yang berpengaruh adalah : Reverse Osmosis System Pressure, Temperarur reverse Osmosis, Total dissolved Solid, dan Kadar Sodium Bikarbonat yang ditambahkan. Kemudian dilakukan perancangan eksperimen dengan metode taguchi terhadap keempat faktor tersebut dengan 2 faktor interaksi. Dan hasil eksperimen ini didapatkan setting barn yang diharapakan dapat meningkatkan kapabilitas proses untuk karakteristik kualitas PH air mineral tadi. Setting barn tersebut adalah Reverse osmosis system pressure 250 Psi, Temperatur reverse osmosis 25°C, TDS 2 ppm, dan kadar sodium bikarbonat 8,5 mg/l. Dari hasil implementasi setting barn tersebut pada bulan Febuari 2003 dapat diketahui bahwa kapabilitas proses untuk karakteristik kualitas PH air mineral meningkat dari 0,61 menjadi 1,22. Hasil ini menunjukkan bahwa kapabilitas proses untuk karakteristik kualitas PH air mineral sesudah implementasi jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

T The need for healthy and hygienic drinking water is an absolute necessity today. This demand is felt to be increasing due to the increasingly critical public opinion regarding the need for clean water, especially for drinking water. For the people of Bangka Island, this remains a constraint due to economic limitations. Seeing this condition, PT. Duta Putra Lexindo continuously strives to provide healthy, hygienic and economical bottled mineral water production for the community. In its efforts to grow its business, the company feels the need to continuously make quality improvements in all aspects of production so that it can increase the company's process capabilities to the desired level. With these improvements, it is hoped that the company will produce products with continuously improving quality in the future. This research was conducted from November 2002 to February 2003. First, the author conducted observations on the company's production process and sought critical quality characteristics of this production process. After that, the author decided to observe and measure the process capabilities of the quality characteristics of pH, Hardness, and Iron Content. Then the research continued by collecting data through observation and experiments. Data processing, analysis, and implementation were carried out using tools, including control charts, process capability studies, cause and effect diagrams, and experimental design. The results of data processing revealed that the process capability for pH characteristics was still very low, namely 0.61, so this quality characteristic was chosen for further analysis. Meanwhile, for the process capability, the hardness quality characteristic was 1.225, and the iron content was 2.008, and both of these process capabilities were considered good and satisfactory. The analysis was carried out by finding the source of pH variations in this mineral water. These influencing factors were obtained from brainstorming with the company, and it was found that the influencing factors were: Reverse Osmosis System Pressure, Reverse Osmosis Temperature, Total Dissolved Solid, and Added Sodium Bicarbonate Level. Then, an experimental design was carried out using the Taguchi method for these four factors with 2 interaction factors. The results of this experiment obtained a new setting that was expected to improve the process capability for the pH quality characteristics of the mineral water. The new settings are Reverse osmosis system pressure 250 Psi, Reverse osmosis temperature 25°C, TDS 2 ppm, and sodium bicarbonate content 8.5 mg/l. From the results of the implementation of the new settings in February 2003, it can be seen that the process capability for the quality characteristics of mineral water PH increased from 0.61 to 1.22. These results indicate that the process capability for the quality characteristics of mineral water PH after implementation is much better than before.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?