DETAIL KOLEKSI

Usulan penerapan sikap kerja 5S dan penanggulangan pemborosan pada PT. Balindo Jaya Sejahtera


Oleh : Julius

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2000

Pembimbing 1 : Inten Tejaasih

Subyek : Factory management;Service industries - Quality control;Office management

Kata Kunci : work attitude, 5S, waste, PT. Balindo Jaya Sejahtera

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2001_TA_STI_06397159_Halaman-Judul.pdf
2. 2001_TA_STI_06397159_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2001_TA_STI_06397159_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2001_TA_STI_06397159_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2001_TA_STI_06397159_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2001_TA_STI_06397159_Bab-4_Pengumpulan-Data-Dan-Analisis-Kondisi-Awal.pdf
7. 2001_TA_STI_06397159_Bab-5_Usulan-Perbaikan.pdf
8. 2001_TA_STI_06397159_Bab-6_Analisis-Usulan-Perbaikan.pdf
9. 2001_TA_STI_06397159_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 2001_TA_STI_06397159_Daftar-Pustaka.pdf
11. 2001_TA_STI_06397159_Lampiran.pdf

P PT. Balindo Jaya Sejahtera adalah sebuah industri kaus kaki yang berusaha untuk memenuhi permintaan dan dalam dan luar negeri. Keadaan lingkungan kerja PT. Balindo Jaya Sejahtera sangat kotor dan peralatan serta barang-barang sangat berantakan. Selain itu juga kurangnya kesadaran pekerja untuk memelihara keteraturan dan kebersihan tempat kerja. Hal itu menyebabkan para pekerja harus mencari barang-barang terlebih dahulu untuk digunakan sehingga efisiensi kerja pekerja belumlah optimal. Selain itu, kurangnya keteraturan .dan kebersihan akan dapat mempengaruhi kualitas produk dan dapat menyebabkan kecelakaan. Setelah dilakukan pengamatan pada pabrik, dapat diketahui bahwa masih terjadi pemborosan dalam pabrik. Hal ini tentu saja sangat merugikan pihak pabrik yang berusaha untuk mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha penanggulangan terhadap pemborosan yang terjadi sehingga material, mesin, dan tenaga kerja digunakan untuk kegiatan produksi yang mempunyai nilai tambah. Untuk memecahkan permasalahan yang timbul, maka penulis melakukan pendekatan teoritis mengenai sikap kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso„S'eik-etsu, dan Shitsuke) dan penanggulangan pemborosan (muda) untuk dapat mengusulkan pengaturan tempat kerja dan penanggulangan pemborosan kepada pihak pabrik. Usulan pengaturan tempat kerja dan penanggulangan pemborosan dilakukan setelah melakukan diskusi terlebih dahulu dengan pihak pabrik. Usulan-usulan yang dapat diberikan pada pihak pabrik adalah sebagai berikut : • Usulan penerapan sikap kerja 5S yang meliputi pemilahan barang-barang; penataan tempat kerja; pernbagian area tanggung jawab dan pembersihan secara menyeluruh; penggunaan manajemen warna dan visual; dan pembiasaan untuk melakukan sikap kerja 5S dengan balk. • Usulan penanggulangan pemborosan yang terjadi dalam pabrik dengan mengatur kembali sta.siun kerja„ penataan barang-barang yang digunakan, penentuan jumlah pekerja optimal pada stasiun packing, dan penentuan jumlah penanganan mesin oleh seorang pekerja. Dengan usulan penerapan sikap kerja 5S ini maka lingkungan tempat kerja pada pabrik akan tertata rapi, bersih, dan teratur sehingga memudahkan dalam pengambilan dan penyimpanan barang. Di samping itu juga menghasilkan efisiensi kerja yang tinggi serta mengurangi resiko kecelakaan pada pekerja. Usulan penanggulangan pemborosan mengakibatkan material, mesin dan tenaga kerja akan digunakan hanya untuk yang menghasilkan nilai tambah keperluan produksi. Maka dilakukan usulan perbaikan yaitu : • Usulan penanggulangan pemborosan pada waktu tunggu/penundaan dilakukan dengan penentuan jumlah penanganan mesin oleh seorang pekerja, yang menyebabkan kenaikan persentase waktu kerja operator sebesar 43.64%. • Usulan penanggulangan pemborosan pada transportasi dilakukan dengan mengatur kembali stasiun kerja, sehingga mengurangi jarak transportasi sebesar lebih dari 40%. • Usulan penanggulangan pemborosan pada pemrosesan dilakukan dengan penghapusan gudang barang setengah jadi yang diantisipasi dengan penentuan jumlah optimal pekerja pada stasiun packing sebesar 4 orang. • Usulan penanggulangan pemborosan pada gerak kerja dilakukan dengan menata barang-barang yang digunakan sesuai dengan usulan penataan pada sikap kerja 5S.

P PT. Balindo Jaya Sejahtera is a sock industry that strives to meet domestic and international demand. The work environment at PT. Balindo Jaya Sejahtera is very dirty, with equipment and goods very messy. Furthermore, there is a lack of worker awareness to maintain order and cleanliness in the workplace. This causes workers to have to search for items first to use, so that worker efficiency is not optimal. In addition, a lack of order and cleanliness will affect product quality and can cause accidents. After observing the factory, it was discovered that waste still occurs in the factory. This is certainly very detrimental to the factory that is trying to achieve optimal results. Therefore, an effort is needed to overcome this waste so that materials, machines, and labor are used for production activities that have added value. To solve the problems that arise, the author takes a theoretical approach regarding the 5S work attitude (Seiri, Seiton, Seiso„S'eik-etsu, and Shitsuke) and waste management (muda) to be able to propose workplace arrangements and waste management to the factory. The proposal for workplace arrangements and waste management is made after conducting prior discussions with the factory. The proposals that can be given to the factory are as follows: • Proposal for the implementation of the 5S work attitude which includes sorting goods; organizing the workplace; dividing the area of ​​responsibility and thorough cleaning; using color and visual management; and getting used to carrying out the 5S work attitude properly. • Proposal for the management of waste that occurs in the factory by rearranging the work stations„ arrangement of the goods used, determining the optimal number of workers at the packing station, and determining the number of machine handlers by one worker. With the proposal for the implementation of the 5S work attitude, the workplace environment in the factory will be neat, clean, and orderly, making it easier to retrieval and storage of goods. In addition, it also produces high work efficiency and reduces the risk of accidents for workers. The proposed waste management results in materials, machines and labor being used only for those that produce added value for production needs. Therefore, improvements are proposed, namely: • The proposed waste management in waiting/delay time is carried out by determining the number of machine handlers by one worker, which causes an increase in the percentage of operator work time by 43.64%. • The proposed waste management in transportation is carried out by rearranging work stations, thereby reducing transportation distances by more than 40%. • The proposed waste management in processing is carried out by eliminating the warehouse of semi-finished goods which is anticipated by determining the optimal number of workers at the packing station of 4 people. • The proposed waste management in work movements is carried out by arranging the goods used in accordance with the proposed arrangement in the 5S work attitude.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?