Usulan penerapan six sigma dengan metode define-measure-analyze-improve-control (DMAIC) pada proses perakitan PCB X08 kenwood di PT. Honoris Perdana Industry
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2001
Pembimbing 1 : Docki Saraswati
Subyek : Six sigma (Quality control standard);Product - Quality control
Kata Kunci : six sigma, define-measure-analyze-improve-control (DMAIC) method, assembly process, PCB X08 kenwood,
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2001_TA_STI_06397162_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2001_TA_STI_06397162_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2001_TA_STI_06397162_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2001_TA_STI_06397162_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2001_TA_STI_06397162_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2001_TA_STI_06397162_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2001_TA_STI_06397162_Bab-5_Pengolahan-Data-dan-Analisa.pdf |
|
|
| 8. | 2001_TA_STI_06397162_Bab-6_Implementasi-dan-Analisa.pdf |
|
|
| 9. | 2001_TA_STI_06397162_Bab7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2001_TA_STI_06397162_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2001_TA_STI_06397162_Lampiran.pdf |
|
P PT. Honoris Perdana Industri merupakan sebuah industri manufaktur berbasis job order yang merakit home audio dan car audio yang jenis produknya sangat bervariasi. Untuk saat ini PT Honoris Perdana Industri bekerja sama dengan perusahaan Kenwood-Malaysia dan Philips-Hongkong. Kerja sama yang dilakukan berdasarkan sistem kontrak. Untuk dapat terus mempertahankan kerja sama dan memperpanjang kontrak maka PT Honoris Perdana Industri merasa perlu berusaha untuk meningkatkan kualitas di seluruh bagian yang ada. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas serta meningkatkan kualitas produk, variasi yang terjadi hams dapat dikurangi. Variasi yang dimaksud di sini dapat berupa variasi dari produk yang dihasilkan maupun variasi yang terjadi dalam suatu proses. Variasi selalu ada dalam setiap proses, baik dalam proses manufaktur maupun non-manufaktur. Untuk mengendalikan variasi hares dimulai dengan memahami penyebabnya. Untuk mengetahui dan menganalisa penyebab variasi yang terjadi selama ini serta melakukan usaha dalam meningkatkan kapabilitas proses maka perusahaan mencoba menerapkan program peningkatan kualitas yang berkesinambungan. Salah sate program peningkatan kualitas dan perbaikan yang berkesinambungan adalah program Six Sigma. Six Sigma merupakan program kualitas yang merupakan perkembangan dari studi kemampuan proses (process capability study) yang pertama kali diperkenalkan dan diterapkan oleh Motorola di akhir 80-an. Penulis memulai penelitian dengan melakukan pengumpulan data yang diperlukan, kemudian dilakukan pengolahan data dan analisa. Pengolahan data yang dilakukan merupakan pengolahan data kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan tools yang terintegrasi ke dalam metodologi Six Sigma yaitu Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC). Tools yang dipakai sebagian besar merupakan tools Statistical Process Control ditambah dengan Failure Mode and Effect Analysis. Dari pengolahan data yang dilakukan diketahui bahwa jumlah karakteristik yg critical to quality sebanyak 9 karakteristik. Dari perhitungan Defect Per Million Opportunities (DPMO) diketahui bahwa proses PCB X08 Kenwood di PT. HPI berada pada tingkat 4.3 sigma. Untuk memprioritaskan perbaikan terhadap cacat yang terjadi maka dibuat diagram Pareto. Berdasarkan diagram Pareto diketahui bahwa jumlah 80% cacat yang terjadi adalah akibat cacat missing, city solder, short solder dan tilled. Penelitian dilanjutkan dengan menganalisa penyebab cacat yang terjadi dan kemudian penulis memberikan usulan perbaikan. Melalui implementasi usulan yang diberikan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa proporsi total cacat sesudah implementasi lebih kecil dibandingkan dengan proporsi cacat sebelum implementasi, demikian pula halnya dengan proporsi cacat missing dan basil solderan tidak sempurna. Untuk proporsi cacat tilted, tidak ditemukan perbedaan yang nyata antara proporsi cacat sebelum dan sesudah implementasi
P PT. Honoris Perdana Industri is a job-order-based manufacturing industry that assembles home audio and car audio with a wide variety of products. Currently, PT Honoris Perdana Industri collaborates with Kenwood-Malaysia and Philips-Hong Kong. The collaboration is carried out based on a contract system. To be able to continue the collaboration and extend the contract, PT Honoris Perdana Industri feels the need to strive to improve quality in all existing parts. To produce quality products and improve product quality, the variation that occurs must be able to be reduced. The variation referred to here can be variation in the resulting product or variation that occurs within a process. Variation always exists in every process, both in manufacturing and non-manufacturing processes. To control variation must begin with understanding its causes. To identify and analyze the causes of variation that has occurred so far and make efforts to improve process capabilities, the company tries to implement a continuous quality improvement program. One of the quality improvement and continuous improvement programs is the Six Sigma program. Six Sigma is a quality program that is an evolution of the process capability study first introduced and implemented by Motorola in the late 80s. The author began the research by collecting the necessary data, then data processing and analysis were carried out. The data processing carried out was quantitative and qualitative data processing carried out using tools integrated into the Six Sigma methodology, namely Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC). The tools used were mostly Statistical Process Control tools plus Failure Mode and Effect Analysis. From the data processing carried out, it was found that the number of characteristics that were critical to quality was 9 characteristics. From the calculation of Defects Per Million Opportunities (DPMO), it was known that the X08 Kenwood PCB process at PT. HPI was at the 4.3 sigma level. To prioritize improvements to the defects that occurred, a Pareto diagram was created. Based on the Pareto diagram, it was known that 80% of the defects that occurred were due to missing defects, city solder, short solder, and tilled. The research continued by analyzing the causes of the defects that occurred and then the author provided improvement suggestions. Through the implementation of the suggestions given, it can be concluded that the proportion of total defects after implementation was smaller than the proportion of defects before implementation, as well as the proportion of missing defects and imperfect soldering results. For the proportion of tilted defects, no significant difference was found between the proportion of defects before and after implementation.