Perancangan game berbasis visual novel untuk pelestarian budaya cerita rakyat sunda ciung wanara
Penerbit : FSRD - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : D Adikara Rachman
Pembimbing 2 : Akkapurlaura
Kata Kunci : Ciung Wanara, Sundanese Folklore, Visual Novel, Game, Fantasy
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SDK_091302200010_Halaman-Judul.pdf |
|
|
| 2. | 2026_SK_SDK_091302200010_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SDK_091302200010_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SDK_091302200010_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SDK_091302200010_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SDK_091302200010_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SDK_091302200010_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SDK_091302200010_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SDK_091302200010_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SDK_091302200010_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SDK_091302200010_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SDK_091302200010_Bab-5.pdf |
|
|
| 13. | 2026_SK_SDK_091302200010_Bab-6.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SDK_091302200010_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 15. | 2026_SK_SDK_091302200010_Lampiran.pdf |
|
R Rendahnya budaya literasi di kalangan generasi muda indonesia berdampak pada penurunan pengetahuan terhadap cerita rakyat lokal, salah satunya adalah kisah ciung wanara dari kebudayaan sunda. di sisi lain, industri game digital dalam negeri mengalami perkembangan yang sangat pesat. penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah game interaktif berbasis visual novel dengan pendekatan fantasi sebagai media alternatif yang menarik untuk melestarikan cerita rakyat ciung wanara. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan analisis konten terhadap struktur naratif novel ciung wanara karya ajip rosidi, serta analisis karakter menggunakan teori arketipe jungian. kerangka kerja mechanics, dynamics, dan aesthetics (mda) serta teori flow diterapkan untuk menyusun interaksi permainan yang berimbang. hasil perancangan menunjukkan bahwa struktur cerita ciung wanara sangat adaptif untuk diterapkan ke dalam sistem narasi bercabang (branching narrative) dengan dua pilihan akhir cerita (ending) yang berbeda. desain visual karakter diwujudkan melalui gaya anime semi-realistic yang merepresentasikan simbol budaya serta arketipe psikologis masing-masing tokoh. evaluasi rancangan menyimpulkan bahwa pengemasan ulang cerita rakyat tradisional ke dalam format visual novel yang modern mampu memberikan pengalaman imersif yang relevan bagi preferensi generasi muda di era digital.
T The low level of literacy culture among the indonesian younger generation has led to a decline in knowledge regarding local folklore, one of which is the sundanese cultural story of ciung wanara. on the other hand, the domestic digital game industry is experiencing rapid growth. this study aims to design an interactive visual novel-based game with a fantasy approach as an engaging alternative medium to preserve the folklore of ciung wanara. the research method utilized is a qualitative approach by performing a content analysis on the narrative structure of the ciung wanara novel by ajip rosidi, alongside a character analysis based on the jungian archetype theory. the mechanics, dynamics, and aesthetics (mda) framework and flow theory are implemented to establish a balanced game interaction. the design outcomes demonstrate that the narrative structure of ciung wanara is highly adaptive for integration into a branching narrative system featuring two distinct alternative endings. the character visual design is realized through a semi-realistic anime style that represents the cultural symbols and psychological archetypes of each figure. the design evaluation concludes that repackaging traditional folklore into a modern visual novel format successfully delivers an immersive experience that is relevant to the preferences of the younger generation in the digital era.