Evaluasi penyebab dan penanggulangan loss circulation pada sumur a, b, dan c di lapangan x
Penerbit : FTKE - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Apriandi Rizkina Rangga Wastu
Pembimbing 2 : Andry Prima
Kata Kunci : calcium carbonate; cavernous formations; LCM injection; loss circulation; natural fractures.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_STP_071002200040_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_STP_071002200040_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_STP_071002200040_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_STP_071002200040_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_STP_071002200040_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_STP_071002200040_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_STP_071002200040_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_STP_071002200040_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_STP_071002200040_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_STP_071002200040_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_STP_071002200040_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_STP_071002200040_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_STP_071002200040_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_STP_071002200040_Lampiran.pdf |
|
L Loss circulation merupakan salah satu kejadian yang sering dialami ketika operasi pengeboran berlangsung, yang mengakibatkan hilangnya sebagian atau seluruhnya fluida pengeboran ke dalam formasi sehingga dapat menyebabkan peningkatan biaya operasi, non-productive time (npt), serta masalah lainnya yang dapat mengganggu kelancaran operasi pengeboran. kejadian loss circulation ini biasanya terjadi saat tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh lumpur melebihi tekanan rekah yang dimiliki oleh formasi yang dapat menjadi jalur aliran fluida pengeboran masuk ke dalam formasi. loss circulation juga dapat disebabkan oleh faktor alami yang dimiliki oleh formasi, seperti terdapatnya rekahan alami (natural fractures), gua yang dimiliki oleh formasi (cavernous), serta porositas dan permeabilitas yang tinggi. metode penanggulangan loss circulation yang paling umum adalah dengan menggunakan injeksi loss circulation material (lcm) atau cement squeeze yang berfungsi untuk menutup jalur kehilangan fluida pada formasi. pada penelitian ini akan membahas mengenai sumur a, sumur b, dan sumur c pada lapangan x yang diketahui menembus zona yang memiliki karakteristik porositas tinggi serta memiliki celah rekah alami pada formasinya. berdasarkan kondisi tersebut, akan dilakukan identifikasi mengenai penyebab terjadinya loss circulation, serta menilai efektivitas metode penanggulangan yang diterapkan pada sumur-sumur tersebut.evaluasi kejadian loss circulation yang dilakukan pada sumur a, sumur b, dan sumur c lapangan x menggunakan data yang diperoleh dari laporan harian pengeboran seperti daily drilling report (ddr), daily mud report (dmr), drilling procedure, drilling proposal, serta mud logging data. evaluasi ini membutuhkan parameter data seperti kedalaman kejadian loss circulation, besar laju kehilangan, laju alir pompa sirkulasi, rheology lumpur, jenis formasi, serta metode penanggulangan yang digunakan. data tersebut diolah dan dievaluasi untuk mengetahui penyebab terjadinya loss circulation serta efektivitas metode penanggulangan yang dilakukan pada sumur yang dievaluasi.hasil evaluasi menunjukkan kejadian loss circulation pada sumur a yang terjadi pada trayek 7 inci pada interval kedalaman antara 1505 ftmd hingga 4084 ftmd dengan interval laju kehilangan sebesar 24 bph hingga 890 bph, pada sumur b yang terjadi pada trayek 7 inci pada interval kedalaman antara 3842 ftmd hingga 4020 ftmd dengan interval laju kehilangan sebesar 12 bph hingga 360 bph, dan pada sumur c yang terjadi pada trayek 7 inci pada interval kedalaman 3622 ftmd hingga 3746 ftmd dengan interval laju kehilangan sebesar 100 bph hingga 600 bph serta pada trayek open hole 6,125 inci pada interval kedalaman 4244 ftmd hingga 4325 ftmd dengan interval laju kehilangan sebesar 24 bph hingga 260 bph, menunjukkan hasil evaluasi tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh lumpur pengeboran pada masing-masing sumur masih berada di bawah tekanan rekah formasinya. berdasarkan hasil evaluasi ini dapat diartikan bahwa kejadian loss circulation pada sumur a, sumur b, dan sumur c lapangan x tidak disebabkan oleh hasil perbedaan tekanan, namun terdapat faktor lain yaitu faktor formasi batuan yang ditembus oleh masing-masing sumur seperti pada sumur a yang didominasi oleh batu pasir (sandstone) dan batu lempung (shale), pada sumur b didominasi oleh batu bara (coal) dan shale, sedangkan pada sumur c didominasi oleh batu gamping (limestone), shale, serta batu pasir. formasi tersebut memiliki celah rekah alami serta porositas yang tinggi sehingga dapat menyebabkan fluida pemboran menembus celah rekah dan pori formasi yang mengakibatkan terjadinya loss circulation. metode penanggulangan pada masing-masing sumur menggunakan injeksi lcm dengan penambahan caco3 namun terdapat penambahan metode pada sumur a dilakukan cement squeeze dan pada sumur c dilakukan cement plugging sehingga celah rekah yang terdapat pada sumur tersebut dapat ditutup secara permanen dan fluida pemboran tidak dapat masuk ke dalam celah formasi batuan tersebut.keberhasilan penggunaan lcm pill dengan penambahan caco3, cement squeeze, serta cement plug yang sesuai dengan kondisi formasi pada masing masing sumur dapat menjadi solusi yang efektif dalam menanggulangi kejadian loss circulation dan menjaga keberhasilan operasi pengeboran pada formasi yang memiliki celah rekah alami.
L Loss circulation is one of the most common problems encountered during drilling operations, resulting in the partial or complete loss of drilling fluid into the formation. this condition can lead to increased operational costs, non-productive time (npt), and various other complications that may disrupt drilling activities. loss circulation generally occurs when the hydrostatic pressure exerted by the drilling mud exceeds the formation fracture pressure, creating pathways through which drilling fluid can enter the formation. in addition, loss circulation may be caused by inherent geological characteristics, such as natural fractures, cavernous zones, and formations with high porosity and permeability. the most widely applied mitigation methods include the injection of loss circulation materials (lcm) and cement squeeze treatments to seal fluid-loss pathways within the formation. this study investigates well a, well b, and well c in field x, all of which penetrated formations characterized by high porosity and the presence of natural fractures. the objectives of this study are to identify the causes of loss circulation and evaluate the effectiveness of the mitigation methods applied in these wells.the evaluation was conducted using drilling operational data obtained from daily drilling reports (ddr), daily mud reports (dmr), drilling procedures, drilling proposals, and mud logging records. the analysis incorporated parameters such as the depth of loss circulation events, loss rates, circulation pump rates, mud rheological properties, formation types, and the mitigation methods employed. these data were processed and analyzed to determine the causes of loss circulation and assess the effectiveness of the applied treatments.the results indicate that loss circulation in well a occurred within the 7-inch hole section at depths ranging from 1,505 ftmd to 4,084 ftmd, with loss rates varying between 24 and 890 bph. in well b, losses occurred within the 7-inch hole section between 3,842 ftmd and 4,020 ftmd, with loss rates ranging from 12 to 360 bph. in well c, loss circulation was observed within the 7-inch hole section at depths of 3,622–3,746 ftmd, with loss rates between 100 and 600 bph, and within the 6.125-inch open-hole section at depths of 4,244–4,325 ftmd, with loss rates ranging from 24 to 260 bph. hydrostatic pressure calculations showed that the mud pressure in all three wells remained below the corresponding formation fracture pressure. these findings indicate that the loss circulation events were not primarily caused by pressure-induced formation fracturing but rather by geological factors associated with the penetrated formations. well a predominantly encountered sandstone and shale formations, well b was dominated by coal and shale, while well c mainly penetrated limestone, shale, and sandstone formations. these formations contain natural fractures and exhibit relatively high porosity, allowing drilling fluid to migrate into fracture networks and pore spaces, thereby causing fluid losses. mitigation efforts in all wells involved lcm pill treatments supplemented with calcium carbonate (caco₃). additional remedial actions included a cement squeeze treatment in well a and cement plugging in well c, which successfully provided a more permanent seal of the fracture pathways and prevented further fluid invasion into the formation.the successful application of lcm pills containing calcium carbonate, combined with cement squeeze and cement plug treatments tailored to the specific formation conditions of each well, proved to be an effective approach for mitigating loss circulation and supporting successful drilling operations in naturally fractured formations.