Analisis formil pertimbangan hakim dalam memilih danmengesampingkan dakwaan alternatif ditinjau dariprinsip pertimbangan hukum yang cukup (studi putusannomor 1145/pid.sus/2021/pn.tng)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Ramadhana Anindyajati
Kata Kunci : A FORMAL ANALYSIS OF JUDICIAL REASONING IN SELECTING AND DISREGARDING ALTERNATIVE CHARGES FROM THE P
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200056_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200056_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200056_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200056_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200056_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200056_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200056_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200056_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200056_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200056_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200056_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200056_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200056_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200056_Lampiran.pdf |
|
P Perkara pidana dengan surat dakwaan alternatif memerlukanketepatan jaksa penuntut umum dalam menentukan bentuk dakwaanberdasarkan hasil penyidikan, alat bukti, dan kemungkinanterpenuhinya lebih dari satu ketentuan pidana. penelitian ini bertujuanmenganalisis pertimbangan jaksa penuntut umum dalammenggunakan surat dakwaan alternatif serta pertimbangan hakimdalam memilih dan mengesampingkan dakwaan alternatif padaputusan nomor 1145/pid.sus/2021/pn.tng ditinjau dari prinsippertimbangan hukum yang cukup. penelitian menggunakan metodehukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan,konseptual, dan kasus. bahan hukum primer, sekunder, dan tersierdianalisis secara kualitatif. hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan surat dakwaan alternatif oleh jaksa penuntut umumtelah sesuai dengan hasil penyidikan, alat bukti, serta ketentuan pasal143 ayat (2) kitab undang-undang hukum acara pidana. sementaraitu, hakim menetapkan dakwaan alternatif kedua berdasarkan pasal296 kitab undang-undang hukum pidana karena didukung faktapersidangan dan alat bukti yang sah. namun, pertimbangan hakimdalam mengesampingkan dakwaan alternatif lainnya belum diuraikansecara komprehensif sehingga belum sepenuhnya mencerminkanprinsip pertimbangan hukum yang cukup.
C Criminal cases involving alternative indictments require the public prosecutor to exercise precision in determining the appropriate form of indictment based on the results of the investigation, the available evidence, and the possibility that more than one criminal provision may be fulfilled. this study aims to analyse the considerations of the public prosecutor in employing an alternative indictment, as well as the considerations of the court in selecting and setting aside alternative indictments in decision number 1145/pid.sus/2021/pn.tng, viewed from the perspective of the principle of adequate legal reasoning.this research employs a normative legal research method using statutory, conceptual, and case approaches. primary, secondary, and tertiary legal materials were analysed qualitatively.the findings indicate that the public prosecutor\\\'s use of an alternative indictment was consistent with the results of the investigation, the available evidence, and the provisions of article 143 paragraph (2) of the indonesian criminal procedure code. the court subsequently convicted the defendant under the second alternative indictment pursuant to article 296 of the indonesian criminal code, as it was supported by the facts established during the trial and admissible evidence. nevertheless, the court did not comprehensively explain its reasons for setting aside the other alternative indictments. consequently, the judgment does not fully reflect the principle of adequate legal reasoning.