DETAIL KOLEKSI

Kewenangan peradilan umum dalam memeriksa dan membatalkan perkara yang sudah diputus oleh badan arbitrase nasional indonesia: studi kasus putusan no. 941b/pdt.sus-arb/2024


Oleh : Jessica Nathania Tedjanegara

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Ning Adiasih

Pembimbing 2 : Maya Indrasti Notoprayitno

Subyek : Arbitration (Administrative law);Courts

Kata Kunci : Civil Procedural Law, Arbitration, General Courts, Arbitration Clause, Final and Binding

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002100559_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002100559_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002100559_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002100559_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002100559_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002100559_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002100559_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002100559_Bab-1.pdf 4
9. 2026_SK_SHK_010002100559_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002100559_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002100559_Bab-4.pdf 40
12. 2026_SK_SHK_010002100559_Bab-5.pdf 3
13. 2026_SK_SHK_010002100559_Daftar-Pustaka.pdf 3
14. 2026_SK_SHK_010002100559_Lampiran.pdf

A Arbitrase merupakan mekanisme penyelesaian sengketa perdata di luar pengadilan yang didasarkan pada kesepakatan para pihak danmot and bertujuan memberikan kepastian hukum melalui putusan yang bersifat final and binding. prinsip tersebut kerap tereduksi oleh intervensi pengadilan umum, khususnya melalui pemeriksaan dan pembatalan putusan arbitrase. fenomena ini tercermin dalam putusan mahkamah agung nomor 941b/pdt.sus-arb/2024, di mana pengadilan umum tidak hanya mengadili perkara yang telah diputus oleh bani tetapi juga membatalkan putusan arbitrase dengan alasan-alasan yang tidak memenuhi ketentuan limitatif sebagaimana diatur dalam pasal 70 undang-undang nomor 30 tahun 1999. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis batas kewenangan peradilan umum terhadap sengketa yang telah terikat klausula arbitrase serta mengkaji penerapandan pembuktian alasan pembatalan putusan arbitrase dalam putusan tersebut. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang menggunakan data sekunder. data sekunder tersebut diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan bahan hukum primer, yang meliputi peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. data tersebut dianalisis secara kualitatif untuk menilai konsistensi antara ketentuan normatif dan pertimbangan hukum dalam praktik peradilan dan kesimpulan diambil secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadilan umum telah melampaui kompetensinya dengan mengadili dan membatalkan putusan bani tanpa terpenuhinya unsur- unsur pasal 70 undang-undang nomor 30 tahun 1999, serta tanpa didahului pembuktian melalui putusan pengadilan sebagaimanadipersyaratkan undang-undang. praktiktersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum, melemahkan prinsip kompetensiabsolut arbitrase, dan mengaburkan finalitas putusan arbitrase.

A Arbitration is a mechanism for resolving civil disputes outside the court system, based on the agreement of the parties, and is intended to provide legal certainty through decisions that are final and binding. however, this principle is often undermined by the intervention of general courts, particularly through the examination and annulment of arbitral awards. this phenomenon is reflected in the supreme court decision number 941b/pdt.sus-arb/2024, in which the general court not only adjudicated a dispute that had already been decided by bani, but also annulled the arbitral award on grounds that do not satisfy the limitative provisions set forth in article 70 of law number 30 of 1999.this study aims to analyze the limits of the authority of general courts over disputes that are bound by arbitration clauses, as well as to examine the application and evidentiary requirements for the annulment of arbitral awards in the aforementioned decision. the research method employed is normative juridical legal research with a descriptive-analytical approach, utilizing secondary data. the secondary data are obtained from books, academic journals, and primary legal materials, including statutory regulations and court decisions. the data are analyzed qualitatively to assess the consistency between normative provisions and legal reasoning in judicial practice, and conclusions are drawn deductively.the results of this study indicate that the general courts have exceeded their jurisdiction by adjudicating and annulling a bani award without fulfilling the elements stipulated in article 70 of law number 30 of 1999, and without prior evidentiary proof through a court decision as required by law. such practices have the potential to create legal uncertainty, weaken the principle of the absolute competence of arbitration, and obscure the finality of arbitral awards.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?