DETAIL KOLEKSI

Pengukuran learning organization dan learning disability untuk mengetahui tingkatlearning organization di PT. Kimus Bina Tadzkia


Oleh : Hani Yudianti

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Didien Suhardini

Subyek : Organizational change;Corporate culture;Industrial management

Kata Kunci : learning organization, learning disability, PT Kimus Bina Tadzkia

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_STI_06399125_Halaman-Judul.pdf
2. 2004_TA_STI_06399125_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2004_TA_STI_06399125_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_STI_06399125_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2004_TA_STI_06399125_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2004_TA_STI_06399125_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2004_TA_STI_06399125_Bab-5_Analisa-dan-Usulan.pdf
8. 2004_TA_STI_06399125_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
9. 2004_TA_STI_06399125_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2004_TA_STI_06399125_Lampiran.pdf

B Beredarnya berbagai media cetak seperti koran, tabloid, dan majalah saat ini menimbulkan persaingan yang ketat antar perusahaan penerbitan pers. Agar mampu bersaing, sebuah media cetak harus menampilkan informasi-informasi yang aktual, dan bagi kalangan pembaca tertentu seperti akademisi dan profesional, media cetak juga hams memiliki muatan informasi yang mencerdaskan pembacanya. Pemberitaan yang informatif dan edukatif tidak dapat dilakukan tanpa sumber daya manusia yang berkualitas. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di dalam perusahaan penerbitan pers perlu dilakukan secara terus menerus. Bentuk peningkatan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan cara melakukan pembelajaran secara continous, dan pembelajaran tersebut dilakukan bersama-sama oleh semua personil di dalam perusahaan. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan pers adalah PT KIMUS Bina Tadzkia. Perusahaan ini merupakan penerbit majalah Ummi dan Annida. Agar mampu bertahan claim persaingan media yang cukup ketat, maka PT KIMUS Bina Tadzkia perlu menyadari adanya kondisi Learning Organization. Dengan menerapkan lima dimensi Learning Organization, perusahaan diharapkan mampu melakukan pembelajaran secara terus menerus oleh semua personil, balk bagian redaksi ataupun bagian non redaksi. Hal lain yang dapat menjadi kelebihan dari suatu perusahaan apabila menerapkan Learning Organization adalah komitmen karyawannya untuk bekerja secara optimal, dikarenakan adanya dorongan untuk mencapai visi perusahaan yang juga menjadi visi karyawan. Penerapan learning Organization dalam suatu perusahaan akan terhambat apabila terdapat Learning Disability. Terdapat beberapa indikasi adanya Learning Disability dalam suatu organisasi. Indikasi tersebut hendaknya diketahui oleh perusahaan, agar dapat diatasi. Penelitian mengenai Learning Organization bertujuan mengukur sejauh mana tingkat Learning Organization dan Learning Disability di Redaksi Annida, Redaksi Ummi, dan Non Redaksi pada PT KIMUS Bina Tadzkia. Penelitian dilakukan dengan cara pengisian kuisioner oleh seluruh karyawan PT KIMUS Bina Tadzkia. Kuisioner yang digunakan dibuat berdasarkan konsep Learning Organization Fifth Discipline dan Learning Disability (Peter Senge, 1990). Selain dari kuisioner, informasi mengenai kondisi perusahaan diperoleh dari wawancara. Hasil penelitian menunjukkan tingkat Learning Organization Redaksi Annida adalah 4.4, Redaksi Ummi 4.34, dan non redaksi 4.5. Pengukuran tersebut dapat diinterpretasikan bahwa karyawan di ketiga bagian PT KIMUS Bina Tadzkia menilai bahwa kondisi Learning Organization sering terjadi di dalam perusahaan. Sedangkan untuk Learning Disability, hasil pengukuran di Redaksi Annida adalah 2.49, Redaksi Ummi 2.66, dan bagian Non Redaksi 2.5. Pengukuran Learning Disability dapat diinterpretasikan bahwa karyawan di ketiga bagian PT KIMUS Bina Tadzkia menilai bahwa kondisi yang tidak menjadi indikasi Learning Disability sering terjadi di dalam perusahaan. Selain itu, basil penelitian juga menunjukkan adanya korelasi negatif sangat kuat antara Learning Organization dan Learning Disability, dengan nilai koefisien korelasi Spearman -0.821. Learning Disability juga memiliki hubungan negatif yang sangat kuat dengan dimensi system thinking, dengan koefisien korelasi -0.827 Dengan tingkat Learning Organization dan Learning Disability tersebut, maka PT KIMUS Bina Tadzkia sebaiknya tetap mengupayakan peningkatan Learning Organization semua level organi sasi.

T The current proliferation of various print media—such as newspapers, tabloids, and magazines—has created intense competition among press publishing companies. To remain competitive, print media must present up-to-date information; furthermore, for specific audiences like academics and professionals, the content should also be intellectually enriching. Delivering informative and educational content requires high-quality human resources. Consequently, the development of human capital within a press publishing company must be an ongoing process, involving continuous learning shared by all personnel across the organization. One such company is PT KIMUS Bina Tadzkia, the publisher of *Ummi* and *Annida* magazines. To survive in this highly competitive media landscape, PT KIMUS Bina Tadzkia needs to embrace the concept of a "Learning Organization." By implementing the five dimensions of a Learning Organization, the company can foster continuous learning among all staff—both within the editorial and non-editorial departments. Another advantage of becoming a Learning Organization is that employees become more committed to working optimally, driven by a shared vision—where the company’s vision aligns with their own personal goals. Conversely, the implementation of a Learning Organization can be hindered by "Learning Disabilities." Since there are several indicators of such disabilities, it is essential for the company to identify and address them. This research aims to assess the extent to which the principles of a Learning Organization—and the presence of Learning Disabilities—exist within the *Annida* editorial team, the *Ummi* editorial team, and the non-editorial departments at PT KIMUS Bina Tadzkia. The study was conducted by having all employees complete a questionnaire based on Peter Senge’s (1990) concepts of the "Fifth Discipline" (Learning Organization) and "Learning Disabilities." In addition to the questionnaires, information regarding the company’s internal state was gathered through interviews. The research results indicate that the level of "Learning Organization" is 4.4 for the Annida editorial team, 4.34 for the Ummi editorial team, and 4.5 for the non-editorial division. This suggests that employees across all three departments at PT KIMUS Bina Tadzkia perceive the characteristics of a "Learning Organization" to be frequently present within the company. Regarding "Learning Disability," the scores are 2.49 for the Annida editorial team, 2.66 for the Ummi editorial team, and 2.5 for the non-editorial division; this implies that employees in these departments perceive conditions indicative of "Learning Disability" to be largely absent—or, conversely, that the conditions which *do not* indicate a "Learning Disability" occur frequently within the company. Furthermore, the study reveals a very strong negative correlation between "Learning Organization" and "Learning Disability," with a Spearman correlation coefficient of -0.821. "Learning Disability" also shows a very strong negative relationship with the "systems thinking" dimension, with a correlation coefficient of -0.827. Given these findings, PT KIMUS Bina Tadzkia should continue its efforts to strengthen the "Learning Organization" across all levels of the organization.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?