Pengukuran kepuasan kerja matahari departement store pasar baru
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Tri Wulandari Sd
Pembimbing 2 : Pudji Astuti
Subyek : Consumer satisfaction;Customer services - Quality control;Job satisfaction;Personnel management
Kata Kunci : job satisfaction, Matahari, department store, Pasar Baru
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300085_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300085_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300085_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300085_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300085_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300085_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300085_Bab-5_Analisa.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300085_Bab-6_Usulan.pdf |
|
|
| 9. | 2004_TA_STI_06300085_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300085_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2004_TA_STI_06300085_Lampiran.pdf |
|
M Matahari Department Store Pasar barn adalah sebuah depat tment store yang bergerak di bidang jasa dalam bidang penjualan retail barang-barang keperluan sehari-hari yang lebih difokuskan pada pakaian dan peralatan kecantikan. Dilihat dan jenis barang, merk yang terdapat pada Matahari tidak jauh berbeda dari department store lainnya. Untuk perusahaan jasa seperti Matahari, pemberian jasa adalah hal yang penting seperti pelayanan customer, dan untuk hal ini diperlukan peran dan partisipasi dari pekerja yang ada karena itu aspek pekerja hams diperhatikan. Demonstrasi pekerja yang terjadi pada tahun 1998 mengindikasikan adanya ketidakpuasan pekerja terhadap pekerjaan mereka. Penelitian ini mencoba mengangkat aspek kepuasan pekerja terhadap pekerjaan mereka dan terhadap perusahaan. Penelitian dilakukan untuk pekerja yang telah bekerja lebih dari 1 tahun di Matahari dan memang seluruh pekerja telah bekerja lebih dan 1 tahun. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepuasan kerja yang diambil dari MSQ (Minnesota Satisfaction Questionnaire), dengan pengukuran tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan pekerja. Data yang diperoleh dari kuesioner diuji dengan menggunakan perhitungan statistik mean, uji kebebasan. Dari hasil perhitungan rata-rata tingkat kepuasan telah berada diatas level cukup yaitu dengan tingkat kepuasan yang cukup tinggi sebesar 3.4. Urutan atribut-atribut kepuasan kerja dari yang memiliki rata-rata terkecil sampai terbesar adalah kompensasi, promosi dan kemajuan, pengakuan, otoritas, status sosial, prestasi, penerapan kebijakan perusahaan, kreatifitas, variasi, penggunaan kemampuan, hubungan dengan atasan, kemampuan atasan, kondisi kerja, nilai moral, keaktifan bekerja, pelayanan sosial, tanggung jawab, kemandirian dalam bekerja, teman kerja dan kemanan. Faktor jenis kelamin hanya memiliki hubungan dengan faktor kompensasi, faktor usia memiliki hubungan dengan faktor nilai moral dan status sosial, lama kerja memiliki hubungan dengan nilai moral, status sosial dan variasi, bidang pekerjaan memiliki hubungan dengan penggunaan kemampuan, promosi dan kemajuan, kreatifitas, nilai moral, pelayanan sosial, status sosial, hubungan dengan atasan, kemampuan atasan, variasi dan kondisi kerja. Analisa dilakukan dengan membandingkan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan dalam kuadran. Dari analisa kuadran dapat dilihat tiap-tiap atribut yang bermasalah dalam tiap-tiap bidang pekerjaan dan juga atribut-atribut yang telah cukup baik dan perlu dipertahankan untuk masing-masing bidang pekerjaan tersebut. Usulan yang diambil didasarkan pada analisa kuadran untuk kuadran II yang bermasalah untuk tiap-tiap atribut dan tiap-tiap bidang pekerjaan. Kepuasan kerja yang ada telah cukup baik dan perlu dipertahankan, hanya perlu diperhatikan lebih atribut kompensasi dan promosi, serta bidang pekerjaan karyawati perlu mendapat perhatian lebih. Usulan mengenai kompensasi disusun suatu sistem kompensasi dengan memperhatikan: job description, job evaluation (sistem FES), market pay, penyusunan pay struktur desain. Usulan untuk sistem promosi dilakukan dengan menaikkan berdasarkan nilai FES, memberikan tes awal yang cukup objektif untuk pekerja, membantu pekerja dengan memberikan relocation services dan outplacement services. Untuk usulan lainnya dapat dilihat pada Bab VI dan kesimpulan usulan bab
M Matahari Department Store in Pasar Baru is a retail establishment specializing in daily necessities, with a primary focus on apparel and beauty products. In terms of the types of goods and brands offered, it is similar to other department stores. For a service-oriented company like Matahari, the quality of service—including customer care—is paramount; this necessitates the active participation of its workforce, making the human element a critical area of ​​focus. A labor demonstration that took place in 1998 indicated a level of employee dissatisfaction. This study explores the extent of employee satisfaction with both their specific roles and the company as a whole. The research focuses on employees who have been with Matahari for more than one year—a criterion met by the entire workforce. Data were collected via a job satisfaction questionnaire based on the Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), measuring both the perceived importance of various job aspects and the level of satisfaction with them. The collected data were analyzed using statistical methods, including the calculation of means and tests of independence. The results indicate an overall satisfaction level above the "moderate" threshold, with a relatively high mean score of 3.4. Ranked from the lowest to the highest mean satisfaction score, the job attributes are: compensation, promotion and advancement, recognition, authority, social status, achievement, implementation of company policy, creativity, variety, utilization of skills, relationship with supervisors, supervisory competence, working conditions, moral values, work engagement, social services, responsibility, autonomy, relationships with coworkers, and job security. Gender was found to be associated only with compensation; age was linked to moral values ​​and social status; length of service was associated with moral values, social status, and variety; and the specific job function was linked to the utilization of skills, promotion and advancement, creativity, moral values, social services, social status, relationships with supervisors, supervisory competence, variety, and working conditions. The analysis is conducted by comparing the level of importance and the level of satisfaction within a quadrant framework. This quadrant analysis identifies specific attributes that are problematic within each functional area, as well as attributes that are performing well and should be maintained. Recommendations are derived based on the quadrant analysis—specifically focusing on "Quadrant II" (areas of concern) for each attribute and functional area. While overall job satisfaction is currently at a satisfactory level and should be sustained, greater attention is required regarding compensation and promotion, with particular focus on the roles held by female employees. Regarding compensation, a system is proposed that incorporates job descriptions, job evaluation (using the FES system), market pay benchmarks, and the development of a pay structure. Proposals for the promotion system include basing advancements on FES scores, implementing objective preliminary assessments for employees, and providing support through relocation and outplacement services. Further recommendations can be found in Chapter VI, along with the concluding remarks regarding these proposals.