Usulan peningkatan kepuasan kerja dalam kaitannya dengan motivasi kerja di CV. Gunung Mulia Indah
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Hidayat Ardiniwata
Pembimbing 2 : Cynthia Widiyanti
Subyek : Consumer satisfaction;Customer services - Quality control
Kata Kunci : job satisfaction, work motivation, CV. Gunung Mulia Indah
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300081_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300081_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300081_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300081_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300081_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300081_Bab-4_Pengnumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300081_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300081_Bab-6_Usulan-Perbaikan.pdf |
|
|
| 9. | 2004_TA_STI_06300081_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300081_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2004_TA_STI_06300081_Lampiran.pdf |
|
C CV. Gunung Mulia Indah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi plastik. Persaingan yang ketat antara perusahaan-perusahaan sejenis mendorong pihak perusahaan untuk meningkatkan produktivitasnya. Salah satu faktor yang paling dominan dalam produktivitas suatu perusahaan adalah faktor sumber daya manusia yaitu tenaga kerja yang bersangkutan. Ketidakpuasan seorang tenaga kerja akan menyebabkan menurunnya motivasi kerja yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas perusahaan. Pentingnya kepuasan kerja dalam menentukan produktivitas menyebabkan perusahaan harus benar-benar mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan seorang tenaga kerja puas dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan tenaga kerja tidak puas. Dengan pengukuran kepuasan dan motivasi kerja, perusahaan diharapkan dapat mengetahui faktor-faktor tersebut. Pengukuran kepuasan dan motivasi kerja menggunakan kuesioner kepuasan kerja Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). Data-data yang diperoleh dari kuesioner kemudian diolah dengan menggunakan ilmu statistik antara lain mean, uji crosstab, uji koefisien korelasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek yang berada pada level kurang puas adalah aspek kebebasan, aspek variasi pekerjaan, aspek status sosial, aspek otoritas, dan aspek kondisi lingkungan pekerjaan. Sedangkan aspek yang berada pada level cukup puas adalah aspek keaktifan bekerja, aspek cara kepemimpinan atasan, aspek kemampuan atasan, aspek nilai moral, aspek jaminan/perasaan aman, aspek pelayanan sosial, aspek penggunaan kemampuan, aspek penerapan kebijakan perusahaan, aspek kompensasi, aspek promosi, aspek tanggung jawab, aspek kreativitas, aspek teman kerja, aspek penghargaan dan aspek prestasi. Untuk identitas responden tidak memiliki hubungan dengan kepuasan kerja secara keseluruhan. Aspek pelayanan sosial, aspek tanggung jawab, dan aspek kreativitas memiliki hubungan dengan jenis kelamin, Aspek kondisi lingkungan pekerjaan memiliki hubungan dengan usia. Aspek kreativitas dan teman kerja memiliki hubungan dengan lama bekerja. Aspek tanggung jawab memiliki hubungan dengan tingkat pendidikan. Untuk hubungan kepuasan kerja dan motivasi kerja, ada beberapa aspek yang memiliki hubungan satu dengan yang lain yaitu aspek penerapan kebijakan perusahaan, aspek kompensasi, dan aspek kondisi lingkungan pekerjaan. Langkah yang sebaiknya diambil dalam rangka implementasi perbaikan tingkat kepuasan kerja adalah secara periodik mengukur kepuasan kerja para karyawan dengan tujuan memonitor tingkat kepuasan kerja para karyawan, tetap mempertahankan kepuasan kerja untuk aspek-aspek yang telah dianggap baik oleh para karyawan, menyediakan kotak saran yang bersifat tertutup, sehingga para karyawan dapat menyampaikan keluhan, saran, dan kritik mereka kepada pihak perusahaan untuk kepentingan kemajuan perusahaan, secara periodik melakukan pertemuan antara pihak pimpinan perusahaan dengan perwakilan dari para karyawan untuk membahas mengenai masalah kepuasan kerja yang terjadi di perusahaan.
C CV. Gunung Mulia Indah is a company engaged in plastic manufacturing. Intense competition among similar firms has compelled the company to enhance its productivity. A primary factor influencing a company's productivity is its human resources—specifically, its workforce. Employee dissatisfaction leads to a decline in work motivation, which ultimately reduces the company's overall productivity. Given the critical role of job satisfaction in determining productivity, it is essential for the company to identify the specific factors that contribute to both employee satisfaction and dissatisfaction. By measuring job satisfaction and work motivation—utilizing the Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ)—the company can gain insight into these factors. The data collected from the questionnaire were analyzed using statistical methods, including the calculation of means, crosstabulation, and correlation coefficients. The research findings indicate that aspects falling into the "less than satisfied" category include autonomy, task variety, social status, authority, and the work environment. Meanwhile, aspects rated as "moderately satisfied" include work engagement, supervisory leadership style, managerial competence, moral values, job security, social services, utilization of skills, implementation of company policies, compensation, promotion opportunities, responsibility, creativity, relationships with coworkers, recognition, and achievement. Respondent demographics showed no significant correlation with overall job satisfaction. However, specific correlations were identified: social services, responsibility, and creativity are associated with gender; the work environment is linked to age; creativity and relationships with coworkers are related to the length of employment; and responsibility is associated with the level of education. Regarding the relationship between job satisfaction and work motivation, certain aspects—namely the implementation of company policies, compensation, and the work environment—were found to be interconnected. To improve job satisfaction, the following steps should be taken: periodically measure employee job satisfaction to monitor its levels; maintain satisfaction in areas already perceived positively by employees; provide a confidential suggestion box where employees can submit complaints, suggestions, and critiques for the company’s advancement; and hold regular meetings between company leadership and employee representatives to discuss issues related to job satisfaction within the organization.