DETAIL KOLEKSI

Perancangan model penjadwalan mesin menggunakan metode new dominance rule untuk minimasi weight tardiness pada PT. Surya Shuenn Yueh Industry


Oleh : Irwan Sukardi

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Docki Saraswati

Subyek : Machine - Engine scheduling;Industrial engineering

Kata Kunci : machine scheduling, new dominance rule method, weighted tardiness minimization, PT. Surya Shuenn Yue

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_STI_06300004_Halaman-Judul.pdf
2. 2004_TA_STI_06300004_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2004_TA_STI_06300004_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_STI_06300004_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2004_TA_STI_06300004_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2004_TA_STI_06300004_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 2004_TA_STI_06300004_Bab-5_Pembuatan-Model-dan-Perancangan-Program-Penjadwalan-New-Dominance-Rule.pdf
8. 2004_TA_STI_06300004_Bab-6_Perancangan-dan-Pengujian-Program.pdf
9. 2004_TA_STI_06300004_Bab-7_Perancangan-dan-Pengujian-Program.pdf
10. 2004_TA_STI_06300004_Bab-8_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
11. 2004_TA_STI_06300004_Daftar-Pustaka.pdf
12. 2004_TA_STI_06300004_Lampiran.pdf

P PT SURYA SHUENN YUEH INDUSTRY merupakan Riau perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang menghasilkan produk spare parts sepeda motor berupa kick stater yang terdiri dan kick dan pedal. Perusahaan ini merupakan perusahaan joint venture dengan investor Taiwan. Berdasarkan itulah pihak perusahaan meningkatkan produktifitas produk yang dapat memenuhi permintaan konsumen dengan tepat waktu Sistem penjadwalan yang dilakukan PT SURYA SHUENN YUEH INDUSTRY saat ini tidak mampu menyelesaikan seluruh pekerjaan tepat pada wak-tunya_ Berdasarkan itulah perusahaan menanggung beban keterlambatan tersebut Maka dari itu, perusahaan memerlukan penjadwalan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan dengan kondisi perusahaan maka metode penjadwalan yang diusulkan ialah metode New Dominance Rule yang bertujuan untuk meminimasi Weight Tardiness yang kemudian dikaitkan dengan minimasi Job Tardy. Metode ini diterapkan karena memiliki karalcteristik yang mendukung yaitu urutan sequence dibentuk berdasarkan proses Machining (single machine) dan bobot keterlambatan menjadi faktor utama dalam penentuan sequence. Penelitian pada proses tersebut dilakukan pada lini K (untuk kick) dan lini A (untuk pedal). Ada 5 tipe produk yang digunakan sebagai penelitian yaitu 3XA, 4ST, 5ER, 5MX dan 5TL. Pengolahan data memakai data periode Januari 2004 yang terdiri atas 35 pekerjaan. Berdasarkan pengolahan data tersebut dibuat program dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic. Hasil dari program divalidasi dengan hasil pengolahan data manual. -Selain itu dilakukan implementasi program dengan menggunakan data periode Maret 2004 yang terdiri atas 44 pekerjaan. Hasil implementasi pada periode Maret 2004 menunjukkan bahwa nilai Weight Tardiness mengalami penurunan sebesar 48,71667 serta penurunan Job Tardy sebesar 1 pekerjaan dibandingkan dengan kondisi perusahaan. Hasil penelitian tersebut memenuhi tujuan penelitian yang hendak dicapai. Hasil tersebut diperkuat dengan hasil pengolahan data pada periode Januari 2004 yang menunjukkan penurunan 38,28639 untuk Weight Tardiness dan 3 pekerjaan untuk Job Tardy dibandingkan dengan kondisi perusahaan

P PT SURYA SHUENN YUEH INDUSTRY is an automotive company based in Riau that manufactures motorcycle spare parts—specifically kick-starter assemblies consisting of the kick arm and the pedal. It is a joint venture involving Taiwanese investors. The company aims to boost productivity to meet consumer demand on schedule; however, its current scheduling system fails to complete all tasks on time, resulting in the burden of delays. Consequently, an effective scheduling system is required to address this issue. Given the company's operational conditions, the proposed scheduling method is the "New Dominance Rule," which aims to minimize weighted tardiness—a metric linked to minimizing the number of tardy jobs. This method was selected due to its favorable characteristics: sequences are determined based on a single-machine machining process, and the weight of the delay serves as the primary factor in establishing the sequence. The study focused on two production lines: Line K (for kick arms) and Line A (for pedals). Five product types were analyzed: 3XA, 4ST, 5ER, 5MX, and 5TL. Data processing utilized records from January 2004, comprising 35 jobs. Based on this data, a program was developed using Visual Basic, and its output was validated against manual calculations. Additionally, the program was implemented using data from March 2004, covering 44 jobs. The results from the March 2004 period showed a reduction in weighted tardiness by 48.71667 and a decrease in the number of tardy jobs by one compared to the company's baseline conditions. These findings successfully met the study's objectives. These results are corroborated by data analysis from January 2004, which shows a reduction of 38.28639 in Weight Tardiness and a decrease of 3 in the number of tardy jobs compared to the company's baseline condition.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?