DETAIL KOLEKSI

Usulan perencanaan persediaan bahan baku injeksi plastik pada PT. Trisno Dwijaya Plastisindodengan metode continuous dan periodic review


Oleh : Wipari

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Pudji Astuti

Subyek : Production management;Materials handling;Industrial management

Kata Kunci : inventory planning, continuous review inventory model (Q,r), EOQ inventory model, minimizing costs a

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06399318_Halaman-Judul.pdf 16
2. 2003_TA_STI_06399318_Lembar-Pengesahan.pdf 3
3. 2003_TA_STI_06399318_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06399318_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2003_TA_STI_06399318_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06399318_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06399318_Bab-5_Analisa-Data.pdf
8. 2003_TA_STI_06399318_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 2
9. 2003_TA_STI_06399318_Daftar-Pustaka.pdf 2
10. 2003_TA_STI_06399318_Lampiran.pdf

S Seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia, persaingan antar perusahaan semakin ketat dan tidak dapat dihindarkan. Hal ini tentu saja turut menimpa PT. Trisno Dwijaya Plastisindo, PT. Trisno Dwijaya Plastisindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri plastic injection. Jumlah perusahaan yang bergerak dalam industri ini semakin banyak, hal ini berarti jumlah persaingan semakin banyak. PT. Trisno Dwijaya Plastisindo adalah perusahaan yang cukup berkembang, dengan banyaknya konsumen yang menjadi pelanggan dari perusahaan ini maka perusahaam sering mengalami masalah pengendalian persediaan yang kurang optimal di dalam menghadapi jumlah persediaan yang datangnya tidak menentu. Karena itu perlu adanya suatu perencanaan persediaan bahan baku agar perusahaan dapat mengut\rangi kerugian financial akibat berlebihnya atau berkurangnya bahan baku di gudang. Pertama-tama data permintaan barang jadi diubah menjadi permintaan bahan baku. Bahan baku yang diamati adalah K-Resin untuk produk gayung, PP Trilene HI untuk produk tempat sampah, Capron untuk produk baskom 12", dan Elastolan untuk produk kursi. Dari data permintaan bahan baku ini lalu diuji acak dari uji distribusi, sampai kemudian didapatkan nilai mean dan standar deviasinya. Metode persediaan yang digunakan didalam perhitungan ini yaitu meyode Continuous Review dan Periodic Review. Perhitungan dengan Continuous Review menitik beratkan pada jumlah pemesaan yang paling optimal (Q) dan reorer point (r) untuk setiap jenis bahan baku. Sedangkan Periodic Review pada interval pemesanan yang paling optimal (T) dan tingkat pemesanan maksimum (R). Kedua metode ini kemudian dibandingkan untuk mendapatkan total biaya yang paling minimum. Metode yang terpilih adalah metode Continuous Review, dengan total biaya untuk bahan baku K-Resin Rp. 10549171.08; untuk PPTrilene HI Rp. 5679547.841; untuk Capron Rp. 8944829.552; dan untuk Elastolan Rp. 8942157.943. Pada akhirnya untuk memudahkan perhitungan perencanaan persediaan, maka dikembangkan program perhitungan model persediaan meyode Continuous Review dan Periodic Review yang dibuat dengan Visual Basic for Application yang ada pada Excel. Program ini dapat menghitung dengan cepat berdasarkan algoritma yang ada, dengan menganti data-data input.

A As the Indonesian economy improves, competition between companies is getting tighter and unavoidable. This of course also affects PT. Trisno Dwijaya Plastisindo, PT. Trisno Dwijaya Plastisindo is a company engaged in the plastic injection industry. The number of companies engaged in this industry is increasing, this means that the amount of competition is increasing. PT. Trisno Dwijaya Plastisindo is a fairly developed company, with many consumers who become customers of this company, the company often experiences problems with less than optimal inventory control in dealing with the amount of inventory that comes uncertainly. Therefore, it is necessary to have a raw material inventory planning so that the company can reduce financial losses due to excess or lack of raw materials in the warehouse. First, the data on finished goods demand is converted into raw material demand. The raw materials observed were K-Resin for dipper products, PP Trilene HI for trash can products, Capron for 12" basin products, and Elastolan for chair products. From the raw material demand data, random distribution tests were carried out to obtain the mean and standard deviation values. The inventory methods used in this calculation are the Continuous Review and Periodic Review methods. Calculations with Continuous Review focus on the most optimal order quantity (Q) and reorder point (r) for each type of raw material. While Periodic Review focuses on the most optimal order interval (T) and maximum order level (R). These two methods are then compared to obtain the minimum total cost. The selected method is the Continuous Review method, with a total cost for K-Resin raw materials of Rp. 10549171.08; for PP Trilene HI Rp. 5679547.841; for Capron Rp. 8944829.552; and for Elastolan Rp. 8942157.943. Ultimately, to simplify inventory planning calculations, a program was developed using the Continuous Review and Periodic Review inventory models, built using Visual Basic for Applications in Excel. This program can quickly calculate using existing algorithms, simply by changing the input data.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?