DETAIL KOLEKSI

Modifikasi algoritma kusiak pada divisi radiator di PT. Selamat Sempurna Tbk.


Oleh : Iriani

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2000

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Pembimbing 2 : Rahmi Maulidya

Subyek : Manufacturing industry;Industrial management;Production process

Kata Kunci : Kusiak algorithm, radiator division, PT. Selamat Sempurna Tbk.

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2000_TA_STI_06396163_Halaman-Judul.pdf
2. 2000_TA_STI_06396163_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2000_TA_STI_06396163_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2000_TA_STI_06396163_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2000_TA_STI_06396163_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2000_TA_STI_06396163_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2000_TA_STI_06396163_Bab-5_Pengembangan-Algorithma.pdf
8. 2000_TA_STI_06396163_Bab-6_Pengujian,-Aplikasi,-Dan-Analisa.pdf
9. 2000_TA_STI_06396163_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 2000_TA_STI_06396163_Daftar-Pustaka.pdf

P PT. Selamat Sempurna Tbk. merupakan sebuah perusahaan yarig bergerak pada bidang industri pengerjaan spare-parts otomotif. Perusahaan ini berproduksi berdasarkan sistem job order. Saat ini, jumlah permintaan akan radiator mengalami peningkatan sehingga untuk mmenuhi peningkatan jumlah permintaan radiator ini maka proses produksi yang dilakukan hams sedapat mungkin memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia sehingga dapat meminimasi timbulnya keterlambatan. Usaha yang dilakukan PT. Selamat Sempurna Tbk. selama ini, yakni dengan melakukan penjadwalan berdasarkan sistem FCFS dan belum memiliki metode penjadwalan yang jelas.Hal ini menyebabkan perusahaan tidak mampu menyelesaikan pesanan tepat pada waktunya. Hal ini semakin meningkat bila terdapat kendala-kendala yang berupa masuknya job barn yang bersifat mendesak atau terjadinya mesin rusak. Untuk mengantisipasi gangguan-gangguan tersebut maka perlu dilakukan suatu sistem penjadwalan yang dapat meminimasi keterlambatan yang terjadi. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data-data produksi yang diperlukan, kemudian dilakukan perhitungan waktu baku. Setelah itu dilakukan penyusunan algoritma penjadwalan dengan memodifikasi algoritma Kusiak sehingga sesuai dengan kondisi perusahaan dan penyusunan program komputer yang sesuai dengan algoritma yang dikembangkan sehingga penjadwalan dapat dilakukan dengan waktu yang relatif lebih singkat.Untuk mengetahui apakah program yang dibuat telah sesuai dengan algoritma yang dikembangkan maka pertama kali dilakukan pengujian apakah algoritma Kusiak yang telah dimodifikasi menyimpang dan penjadwalan Kusiak awal, jika tidak maka dilakukan pembuatan jadwal produksi untuk beberapa jenis job baik untuk penjadwalan utama maupun gangguan berupa mesin rusak dan job ba' secara manual dengan menggunakan prioritas EDD-SPT-MWKR. Hasil penjadwalan secara manual ini kemudian dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dan program komputer, jika ternyata hasil yang diperoleh sama akan dilakukan aplikasi dengan menggunakan data historis yang diperoleh dan perusahaan tentang jumlah permintaan selama penelitian yaitu tanggal 1 — 31 Mei 2000. Untuk aplikasi aturan prioritas yang digunakan adalah EDD-SPT-MWKR dan EDD-MWKR-SPT. Dari hasil tersebut dinilai dengan menggunakan kriteria optimalitas number of tardy jobs. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan .terrnyata hasil penjadwalan yang diperoleh baik secara manual maupun program menunjukkan hasil yang sama dimana keduanya mempunyai number of tardy jobs = 0 , sehingga dapat disimpulkan bahwa program yang digunakan telah sesuai dengan algoritma yang dirancang. Dari hasil aplikasi diperoleh bahwa untuk kombinasi prioritas EDD-SPT-MWKR diperoleh 9 pekerjaan yang terlambat dan untuk kombinasi prioritas EDD-MWKR-SPT diperoleh 62 pekerjaan sedangkan pekerjaan yang terlambat dengan menggunakan penjadwalan perusahaan adalah 39 pekerjaan.

P PT. Selamat Sempurna Tbk. is a company engaged in the automotive spare-parts manufacturing industry. This company produces based on a job order system. Currently, the number of requests for radiators has increased so that to meet the increasing number of radiator requests, the production process must utilize all available resources as much as possible to minimize delays. Efforts made by PT. Selamat Sempurna Tbk. so far, namely by scheduling based on the FCFS system and does not yet have a clear scheduling method. This causes the company to be unable to complete orders on time. This problem increases when there are obstacles in the form of urgent new jobs or machine breakdowns. To anticipate these disruptions, it is necessary to implement a scheduling system that can minimize delays that occur. This study begins with collecting the necessary production data, then calculating standard time. After that, the scheduling algorithm is compiled by modifying the Kusiak algorithm so that it is in accordance with the company's conditions and the compilation of a computer program that is in accordance with the developed algorithm so that scheduling can be done in a relatively shorter time. To find out whether the program created is in accordance with the developed algorithm, the first test is carried out whether the modified Kusiak algorithm deviates from the initial Kusiak scheduling, if not, then a production schedule is made for several types of jobs both for the main scheduling and disturbances in the form of broken machines and ba' jobs manually using the EDD-SPT-MWKR priority. The results of this manual scheduling are then compared with the results obtained and the computer program, if it turns out that the results obtained are the same, an application will be carried out using historical data obtained and the company about the number of requests during the study, namely May 1 - 31, 2000. For the application of the priority rules used are EDD-SPT-MWKR and EDD-MWKR-SPT. From these results, it is assessed using the optimality criteria of the number of tardy jobs. From the results of the data processing carried out, it turns out that the scheduling results obtained both manually and using the program show the same results where both have a number of tardy jobs = 0, so it can be concluded that the program used is in accordance with the designed algorithm. From the application results, it was found that for the EDD-SPT-MWKR priority combination, 9 late jobs were obtained and for the EDD-MWKR-SPT priority combination, 62 jobs were obtained, while late jobs using company scheduling were 39 jobs.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?