DETAIL KOLEKSI

Efektivitas lahan basah terapung menggunakan tanaman azolla pinnata dan lemna minor untuk menurunkan kadar bod, cod, dan ph pada air limbah penatu jeans


Oleh : Zefanya Elsyeria Yonathan

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Melati Ferianita Fachrul

Pembimbing 2 : Sheilla Megagupita Putri Marendra

Kata Kunci : azolla pinnata, bodâ‚…, cod, floating treatment wetland, jeans laundry wastewater, lemna minor

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_STL_082002200012_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_STL_082002200012_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_STL_082002200012_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_STL_082002200012_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_STL_082002200012_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_STL_082002200012_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_STL_082002200012_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_STL_082002200012_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_STL_082002200012_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_STL_082002200012_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_STL_082002200012_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_STL_082002200012_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_STL_082002200012_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_STL_082002200012_Lampiran.pdf

L Limbah cair industri penatu jeans mengandung beban organik (bod5 dan cod) yang tinggi serta ph alkalis, yang berpotensi memicu eutrofikasi dan hipoksia pada perairan penerima. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas lahan basah terapung (floating treatment wetlands/ftws) menggunakan tanaman azolla pinnata dan lemna minor dalam menurunkan kadar pencemar limbah penatu jeans. pengujian dilakukan dalam skala pilot selama 168 jam dengan variasi biomassa tanaman secara monokultur (50 g dan 100 g) serta polikultur (50 g dan 100 g). hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik awal air limbah berada di atas baku mutu dengan nilai bod5 64,72 mg/l, cod 144,79 mg/l, dan ph 8,0. sistem polikultur dengan biomassa 100 g (50 g a. pinnata + 50 g l. minor) menghasilkan kinerja pengolahan paling optimal. sistem ini mampu menyisihkan bod5 hingga 96,51% (menjadi 2,26 mg/l), cod sebesar 82,48% (menjadi 20,83 mg/l), meningkatkan o2 terlarut (do) menjadi 4,2 mg/l, dan menetralkan ph menjadi 7,0. di sisi lain, azolla pinnata monokultur mengalami penurunan efisiensi pada kerapatan 100 g akibat kepadatan berlebih (overcrowding). penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi lbt polikultur menawarkan solusi berbasis alam (nature-based solution) yang murah, praktis, dan efisien bagi industri penatu skala menengah ke bawah untuk memenuhi standar baku mutu air limbah (permenlhk no. 11 tahun 2025), sehingga kelestarian ekosistem perairan tetap terjaga.

J Jeans laundry wastewater contains high organic loads (bod5 and cod) and alkaline ph, which can potentially trigger eutrophication and hypoxia in receiving water bodies. this study aimed to evaluate the effectiveness of floating treatment wetlands (ftws) using azolla pinnata and lemna minor in reducing pollutant levels in jeans laundry wastewater. the experiment was conducted on a laboratory scale for 168 hours with variations in plant biomass in monoculture (50 g and 100 g) and polyculture (50 g and 100 g) systems. the results showed that the initial wastewater characteristics exceeded the quality standards with a bod5 of 64,72 mg/l, cod of 144,79 mg/l, and ph of 8,0. the polyculture system with 100 g biomass (50 g a. pinnata + 50 g l. minor) yielded the most optimal treatment performance. this system was able to remove bod5 by 96,51% (to 2,26 mg/l), cod by 82,48% (to 20,83 mg/l), increase dissolved o2 (do) to 4,2 mg/l, and neutralize the ph to 7,0. on the other hand, the monoculture azolla pinnata experienced a decrease in efficiency at 100g density due to overcrowding. this study demonstrates that the application of polyculture ftws offers a sustainable, low-cost, and practical nature-based solution for small-to-medium scale laundry industries to meet wastewater effluent standards (permenlhk no. 11 tahun 2025), thereby preserving aquatic ecosystem sustainability.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?